Posted by Yanes Dewangga

Kita sudah memasuki minggu Advent ke-3 dalam kalender gereja, Natal sudah dekat. Advent adalah masa penantian/peringatan kelahiran Mesias.

Tema kita adalah Kristus Raja yang Kekal. Ini adalah tema yang sangat penting, mengapa Sang Raja datang ke dunia dalam segala kerendahan dan kehinaan. Berarti ada hal yang penting yang harus diketahui manusia. Siapa yang bisa membawa manusia ke dalam kekekalan. Yang lahir dalam kandang domba adalah Sang Raja. Ia rela mengerjakan yang paling rendah, dihina, diejek, bahkan disalibkan demi menjalankan kehendak Bapa di dalam dunia (Fil. 2:9-11) yaitu orang-orang berdosa diselamatkan. Inilah Raja yang telah merendahkan diri dan pada akhirnya ditinggikan di atas segala sesuatu. Dia menyatakan segala kehendak Bapa, kehormatan Bapa. Tujuan kedatangan Kristus yaitu, bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Markus 10:45), bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat (Lukas 5:32), untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10), supaya mereka mempunyai hidup (Yoh. 10:10b). Kata hidup yang dipakai disini adalah zoke yaitu hidup yang kekal. ❶ Raja yang datang dalam kerendahan. a) Datang di tempat yang terpencil (ay. 26), dua tempat yang disebut yaitu Galilea dan Nazaret, kota terpencil, tidak terkenal. Sehingga banyak orang yang meragukan bagaimana mungkin Yesus Tuhan (Yoh. 1:46; Yoh. 7:11). Konsep manusia bahwa orang hebat bukan lahir di kota kecil/pelosok. Yesus datang bukan untuk memuaskan mata dan perasaan manusia, konsep dunia pada zaman itu. Tetapi bagaimana semua dapat digenapkan dalam Firman Allah. Dia Raja tapi menyatakan segala kehendak Allah meskipun dalam kehinaan. b) Datang melalui seorang wanita yang masih perawan (ay. 27), ini  merupakan penggenapan dari Yesaya 7:14. Bagi orang Israel, Maria bukan orang terpandang. Berbeda dengan ketika Yohanes yang lahir, Bapanya Zakaria adalah Imam dan lahir di Yerusalem. Tetapi mereka menolak Yohanes. Karena itu Tuhan tidak ingin menyenangkan manusia tetapi  mengutamakan kehendak Bapa. ❷ Ia memerintah sebagai Raja (ay.31-33), dunia sudah jatuh ke dalam dosa mengakibatkan duka dan penderitaan. Seorang reformator gereja berkata: betapa sengsaranya kita tanpa rahmat Allah. Maka Yesus sebagai Raja Kekal menyatakan inilah jalan kekal. Yesus sebagai puncak Rahmat Allah (Mat. 11:1). Raja Kehidupan telah mengunjungi kita. Sudahkah kita merajakan Kristus dalam kehidupan kita? Kalau belum jadikanlah Yesus sebagai Raja baik dalam pekerjaan, keluarga, pelayanan, gereja. a) Hendaklah Engkau menamai Dia Yesus (ay. 31), Yesus dari Bahasa Ibrani Yehoshua artinya Keselamatan dari Tuhan. Bahwa melalui Yesus datang dari sorga, keselamatan yang dari Tuhan dinyatakan kepada orang berdosa. Kita membutuhkan Juruselamat dan hanya Yesus jalannya. Yesus sebagai Raja sekaligus menjadi kurban penebus kita. Berarti kita ini adalah orang yang paling berharga. Yesus mau mati untuk orang yang dicintainya yaitu kita. b) Ia akan menjadi anak Allah yang mahatinggi (ay. 32), Yesus memiliki otoritas setiap orang untuk keputusan hidup dan mati. Dalam Yoh. 1:12 kita juga diberi kuasa menjadi anak-anak Allah. c) Ia akan menjadi raja selama-lamanya (ay.33), Allah Bapa yg tidak terbatas, kekal dan tidak berubah, memiliki sebuah ide yang tidak terbatas yaitu Firman dan Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Kej. 49:10. Dari 12 suku Israel, Yehuda ditetapkan sebagai Raja atas semua. Yesus adalah penguasa di sorga dari awal sampai akhir, penguasa kehidupan, bagi yang percaya menjadi jaminan satu-satunya. Segala sesuatu yang datang dari sorga, teguh, kokoh berbeda dengan yang datang dari dunia. Itulah Yesus yang tidak pernah berubah dan kerajaanNya kekal selamanya. ❸ Kita adalah anak-anak kerajaan. Seorang Bapa Gereja berkata, “Inilah Karya Allah yang ajaib, bahwa di dalam bejana-bejana tanah liat yang rapuh ini, berdiam pengharapan akan kemuliaan sorgawi. Kita ini dibentuk oleh karya Allah tangan Allah sendiri dan diangkat menjadi anak-anak Raja, kita diklaim oleh Allah, diadopsi menjadi anak supaya kita memancarkan Kristus dalam kehidupan kita (1 Tim. 6:16).

Karena Kristus sudah menyatakan terang itu maka marilah kita datang kepada terang itu. Hidup ini bukan lagi milik kita. Seluruh aspek kehidupan kita adalah milik sang raja kita yaitu Yesus Kristus. Raja telah mengunjungi kita dan pemberian terbesar kita yaitu hati kita. Sama seperti Maria, ia taat mengerjakan kehendak Allah. Mari kita juga mengerjakan kehendak Allah di dalam kehidupan kita. Mari kita menjadi jemaat melayani Tuhan pribadi lepas pribadi. Karena Tuhan pengendali kehidupan kita adalah Sang Raja.