Pengkhotbah

Perikop
Lukas 2:1-20

Ringkasan Khotbah

Lukas pasal 2 ayat 1-8. Juruselamat yang dibaringkan. Jarak antara Nazaret dan Galilea kurang lebih 100 km. Yusuf sebetulnya tidak mau ke Betlehem tetapi sensus yang diadakan oleh Kaisar memaksa orang-orang untuk pergi kesana, seolah-olah dipermainkan oleh kekuatan besar (Yudea dibawah kekuasaan Roma). Yusuf dan Maria harus menempuh perjalanan yang jauh. Namun tanpa kita sadari sebenarnya rencana Tuhan sedang terjadi (nubuatan pada Mikha pasal 5 ayat 2). Kelahiran Yesus sebagai Anak Tunggal Bapa. Kritus lahir di kandang domba suatu tempat yang bagi manusia sebenarnya tidak layak untuk ditempati apalagi untuk melahirkan anak. Tapi kenyataan Maria yang sedang mengandung tua harus melahirkan ditempat itu walaupun Maria tahu yang dilahirkannya adalah Anak Allah.
Semua orang mencari tempat masing-masing tidak ada yang mempunyai rasa iba sedikitpun terhadap seorang perempuan yang hamil tua, kepentingan diri sendiri telah mengalahkan perasaan itu. Alkitab berkata tidak ada yang memberikan tempat, Anak ini dibungkus dengan kain lampin, Yesus yang Mulia lahir dalam kesederhanaan di kandang domba beralaskan palungan dimalam yang sunyi sepi. Tidak ada malaikat yang diutus Tuhan untuk menyampaikan selamat. Manusia telah kehilangan perasaan kasih dan mengalami kebutaan rohani, menunjukkan bahwa ketika manusia terpisah dari Tuhan, mereka mengalami kebutaan rohani. Dalam Injil Yohanes,Anak Manusia tidak diterima oleh dunia. Kenyataan ini menjadi gambaran dan pertanda tentang ditolaknya Yesus oleh masyarakat.
Bayi yang dilahirkan dalam palungan, ayat 8-12 merupakan suatu tanda yang baik suatu keajaiban. Tuhan Yesus lahir di kandang domba mati di kayu salib supaya kita umat tebusanNya diselamatkan.
Sebagai pengikut Kritus kita percaya bahwa Dia telah datang ditengah-tengah kita.
Apakah kita telah menjadi seperti kandang domba dan palungan yang bersedia menerima kehadiranNya dalam hati kita atau dalam keegoisan kita tidak lagi memberikan tempat yang layak bagi Yesus. Tuhan Yesus kita biarkan berada diluar kehidupan kita karena banyak hal sudah mengisi hidup kita,harta, karier, hobi. Tidak terlambat untuk kita menjalin keakraban lagi dengan Tuhan. Mari kita menyambut kedatangan Anak Allah dengan tanda palungan untuk menebus dosa kita dan dengan penuh ucapan syukur melakukan kehendakNya.Semoga Natal yang kita peringati dan rayakan membuka pintu hati pikiran bagi kedatangan dan kehadiran Kristus.