Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 22:1-9

Ringkasan Khotbah

Berbicara tentang ujian, kekecewaan, frustasi, setiap manusia pasti pernah mengalaminya dengan level yang berbeda-beda. Bagaimana respon kita bila Allah meminta yang terbaik dari hidup kita untuk dipersembahkan kepadaNya? Dari teks Firman Tuhan hari ini, Tuhan menguji Abraham untuk mengeluarkan sesuatu yang terbaik dari Abraham sendiri yaitu imannya.

Di pasal 22 ayat 1 ditulis “Allah menguji Abraham”. Kata menguji/mencoba (dalam bahasa Ibrani “nacah”) menunjuk kepada sebuah ujian yang akan mengungkapkan iman. Dalam bahasa Yunani “dokimasia/dokimazo/dokimion” berarti menguji keaslian sesuatu oleh api. Api ini akan membakar kotoran dan memunculkan logam yang murni. Manusia bisa diuji oleh setan, sesama manusia atau Allah.
Manusia diuji oleh setan (peirazo, peirasmos). Istilah ini memiliki konotasi tujuan setan untuk mencari kesalahan, penolakan. Kata ini membawa pengertian “untuk menjebak” seperti waktu Yesus dicobai iblis (Mat 4:1, 16:1, 19:3, 22:18, 35, Mar 1:13, Luk 4:2, 10:25, Ibr 2:18). Istilah peirazo juga digunakan sebagai gelar dari setan. Iblis memiliki banyak cara yang menggiurkan (menjanjikan popularitas, kesuksesan, material, dll) agar kita tidak fokus mengikut Tuhan. Seperti waktu iblis mencobai Yesus, iblis menjanjikan banyak hal kepada Yesus apabila Yesus mau mengikutinya. Tetapi Yesus menegaskan “ada tertulis dalam Firman Tuhan” yang keluar dari mulut Allah. Di zaman ini juga, sangatlah penting untuk kita semakin serius (rindu) dalam merenungkan Firman Tuhan (intimasi kita dengan Tuhan) yang dapat memampukan kita untuk bertahan dalam godaan iblis. Kita harus waspada akan godaan-godaan iblis agar kita tidak ditolak saat kita bertemu Tuhan kelak, sekalipun kita aktif melayani Tuhan, persekutuan, dll di dunia. Iblis bisa memakai media, hal yang kelihatannya rohani, tetapi akhirnya menuju kebinasaan. Hanya dengan menggunakan Firman Tuhan, kita bisa membedakan hal-hal mana yang dari iblis atau tidak. Berbahagialah kita yang walaupun mungkin saat ini menderita, tetapi tetap setia mengikut Tuhan.
Manusia diuji oleh sesamanya. Mar 8:11, 12:15, Luk 10:25 menuliskan orang-orang Yahudi “mencobai” Yesus untuk melihat apakah Yesus bisa membuktikan kuasa kemesiasan-Nya. Tetapi Yesus tidak mundur jatuh dalam cobaan tersebut melainkan terus memberitakan Firman Tuhan dan tujuan-Nya datang ke dunia. Saat ini, banyak orang sekitar kita mungkin meragukan / mencemooh kesaksian iman kita karena sikap kita. Kita perlu meminta kekuatan Tuhan agar kita tetap bersaksi walaupun kondisi kita saat ini sedang sulit (sakit, PHK, dll). Hendaklah kita menjadi orang Kristen yang sejati, yang tidak terpengaruh oleh kondisi sekeliling kita.
Manusia diuji oleh Allah. Ujian ini datang dari Allah dan dirancang oleh kasih-Nya kepada kita (Yak 1:2). Ujian yang dari Tuhan tidak pernah melampaui kekuatan kita untuk mengatasinya dengan pertolongan Roh Kudus (1 Kor 10:13). Ujian dari Allah akan memampukan kita untuk hidup lebih bergantung kepada Allah. Saat ujian datang, kita perlu mengimani, berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Firman Tuhan yang tertanam dari kita, pasti akan membimbing kita untuk terus kuat melalui semua cobaan.

Tujuan Allah ketika iman kita diuji adalah seperti berikut. Ketika Allah datang untuk menguji kita, marilah kita tetap percaya dan menaati Dia tidak peduli apapun yang terjadi (Ibr 2:18).
1. Allah menuntut yang terbaik dari kita.
2. Allah bijaksana bahwa Ia memberikan yang tepat kepada setiap kita.
3. Allah mempunyai tujuan penebusan bagi kita semua.