Posted by Desna Murti Ningsih

Sejak saya mengalami cobaan berat dimana pertunjukan permainan Koto (alat musik tradisional Jepang) saya gagal. Tuhan berbicara kepada saya dan sejak saat itu tujuan bermain koto saya berubah secara total. Saya bermain koto bukan untuk diri saya sendiri lagi. Melalui penyampaian Firman Tuhan oleh Pdt. Yusuf Roni dalam konferensi Japan Antioch Mission, saya berdoa kemana Tuhan mau mengutus saya untuk pergi memberitakan Injil. Melalui kitab Ester 4:14 saya dikuatkan untuk menjalani panggilan Tuhan untuk menginjili. Tentu saya bukan Ester yang memiliki posisi atau jabatan khusus, tapi Tuhan berbicara biarlah apa yang ada pada saya dipergunakan untuk kemuliaan namaNya. Ayat pembacaan hari ini Yoh 15:1-17 merupakan ayat Alkitab yang sangat mendukung pelayanan saya hingga saat ini.

Ada beberapa hal yang akan disampaikan melalui khotbah hari ini: 1) Memangkas. Sudah 14 tahun saya melayani di suatu negara hingga saat ini. Disamping berkat ada sakit yang dialami oleh suami saat ini. Kerusakan hati juga berdampak pada kehilangan kesadaran, sehingga suami saya sempat tidak tahu sedang berada dimana. Pdt. Kazu menyampaikan bahwa Jemaat Gereja Beside telah berdoa untuk kesembuhan suami saya. Memangkas berarti bahwa Tuhan berusaha untuk membuang sesuatu yang menghalangi kita untuk bertumbuh, baik perasaan dan pikiran kita yang menghalangi kita untuk bisa berbuah. Tetapi kita sering membuat standar sendiri, dan standar yang tidak tercapai itulah yang menjadi ranting yang tidak berbuah. Terkadang Tuhan membuat pergumulan menjadi sebuah teguran untuk kita berubah. Saat ini semua orang khawatir akan kondisi corona. Ada juga orang yang berusaha menghalangi orang lain untuk bertumbuh. Kita sebagai manusia tidak bisa mengobati diri kita sendiri. Kesembuhan datangnya dari Yesus saja. 2) Tinggal dan Berbuah. Tinggal dalam Tuhan adalah hal penting bagi kita yang mengikuti Kristus. Yang perlu kita lakukan adalah mengarahkan hati kepada Tuhan. Menempatkan Yesus sebagai kepala Gereja. Sedikit kesaksian tentang negara dimana saya melayani saat ini mengadakan sambutan yang besar. Pada waktu itu ada permintaan dari kedutaan besar Jepang kepada saya untuk dapat mewakili Jepang dalam memberikan permainan alat musik Koto. Pada waktu saya mendengar tentang itu, saya merasa tidak bisa untuk dapat membawakan traktak bagi PM di negara tersebut. Pada doa saya, saya membuat surat dalam 2 bahasa dan menyampaikannya kepada para PM. Pada waktu pertunjukan telah selesai. Pada saat itu perdana menteri memanggil saya. Itu merupakan kesempatan saya untuk bisa memberikan CD dan surat saya kepada PM tersebut. Saya percaya bahwa saya tidak berjalan sendiri, ada banyak orang di belakang yang mendukung saya untuk berdoa mendukung pelayanan saya. Mungkin tidak sampai dibunuh, tetapi dalam pekerjaan, pendidikan dan pelayanan kita mengalami tantangan yang berat.

Dalam Yohanes 15:7-8 dikatakan “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Saat ini suami saya telah berumur 82 tahun. Suami saya selalu berusaha untuk mengundurkan diri dari pelayanan, tapi Tuhan masih tidak mengijinkannya. Dia terus berusaha untuk melayani di tengah-tengah kondisi kesehatannya. Saya teringat akan murid Yesus bernama Petrus yang memiliki harapan besar secara fisik sebagai nelayan. Panggilan Tuhan itu seperti panggilan ke tempat yang tidak kita kehendaki. Ada waktu dimana Tuhan memberikan tantangan itu saat kesehatan kita tidak baik. Yang terpikir oleh saya adalah saat suami saya masih muda, maka dia akan mengandalkan kekuatan fisiknya. Pelayanan Paulus telah memulai pelayanan yang besar. Paulus berdoa agar duri dalam dagingnya bisa Tuhan ambil, tapi jawaban Tuhan dalam 2 Kor 12:9 yaitu “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Paulus begitu besar pengaruhnya, tapi bukan itu yang menjadi dasar pelayanannya, Tuhan pakai dia dengan luar biasa. Anda masing-masing dipilih oleh Allah untuk melayani Dia, kita diberikan talenta masing-masing untuk setiap tugas pelayanan-Nya. Kaya atau miskin, sehat atau sakit bukan menjadi alasan kita untuk tidak mau menjadi murid Kristus. Ada orang disekitar kita yang mungkin hanya kita saja yang bisa menemui mereka dan ada tempat yang hanya anda saja yang bisa mengunjungi, dan Tuhan mau pakai anda untuk melayani mereka untuk mengenal Tuhan.

Tuhanlah yang memilih kita untuk menjadi alat-Nya untuk memberitakan Injil dan menghasilkan buah (Yoh 15:16), saya berdoa kiranya umat Gereja Indonesia boleh dipakai Tuhan untuk melayani dan menghasilkan buah. (YD/2021/07/11)