Pengkhotbah

Perikop
Yesaya 58:1-14

Ringkasan Khotbah

Bencana-bencana yang terjadi sekarang, terutama gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang saat ini membuat kita menjadi kuatir. Bacaan kita pada hari ini juga menceritakan keadaan orang Yahudi yang pada saat itu dalam kesusahan dan penderitaan. Dalam kondisi seperti ini mereka tetap menjalankan ritual-ritual keagamaan tetapi mereka tetap menderita dan permasalahan tidak berlalu, sebabnya karena mereka tidak menjalankan ibadah dengan benar (ayat 1).

Ayat 2-5: orang Yahudi setiap hari melakukan hal-hal yang baik dan saleh menurut mata manusia tapi dosa di mata Tuhan. Mereka setiap hari mencari Tuhan, suka mengenal jalan-jalan Tuhan, mereka menanyakan tentang hukum-hukum yang benar dan mereka suka mendekat kepada Allah akan tetapi setiap harinya mereka terlalu egois, saling berbantah, berkelahi dan memukul dengan semena-mena. Penderitaan dan kesusahan yang kita alami dapat digunakan untuk mengevaluasi diri kita apakah masih berbuat dosa. Dan di tengah penderitaan dan kesusahaan orang lain, kita jangan cepat menghakimi mereka. Dengan adanya bencana yang mengakibatkan kita dalam penderitaan dan kesusahan hendaklah kita jangan hanya berdoa untuk memohon pertolongan bagi kita sendiri tapi kita belajar juga untuk mendoakan orang lain.

Ada 2 aspek yang dikehendaki Tuhan dalam kita melakukan ritual-ritual keagamaan.
1.    Aspek Vertikal (ayat 2-5, 13), yaitu hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan mengingini kita untuk setiap hari berdoa, mencari Tuhan, mengingat dan menguduskan akan hari Sabat. Tuhan menghendaki kita melakukan sungguh-sungguh untuk Tuhan, bukan untuk manusia.
2.    Aspek Horizontal (ayat 3-5, 6-7), yaitu hubungan kita dengan sesama. Tuhan menghendaki kita memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang di sekeliling kita. Jangan kita menekan orang yang lebih lemah dari kita, tetapi justru menolong orang-orang yang dilanda penderitaan dan kesusahan bahkan saat kita sama-sama mengalaminya. Tuhan tidak menginginkan kita untuk menjadi egois, tapi kita harus memikirkan juga orang-orang lain yang sedang dalam penderitaan walaupun kita dalam kondisi mengalami bencana.

Kesalehan yang sejati yang dikehendaki oleh Tuhan adalah kita hidup dengan menggabungkan aspek vertikal dan horizontal dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kita menerapkan ini dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menerima janji Tuhan (ayat 8-12, 14).

(AR/03/11)