Pengkhotbah

Perikop
Zefanya 3:9-20

Ringkasan Khotbah

Tema GIII tahun ini adalah: Nyatakanlah Kerajaan Allah. Kerajaan Allah artinya kekuatan, kekuasaan, kedaulatan Allah. Perikop hari ini menyatakan bahwa kerajaan Allah sudah dinyatakan juga di Perjanjian Lama.

Nabi Zefanya melayani pada abad 7 SM. Kitab Zefanya hanya terdiri dari 3 pasal, tetapi melalui Zefanya Tuhan menyatakan kekuatanNya. Pada pasal 1 dikatakan bangsa Israel sudah jauh dan menyembah berhala, dan Tuhan akan menghakimi mereka. Di pasal 2 Tuhan mengatakan bahwa bangsa lain akan dihakimi juga. Di pasal 3 ada janji keselamatan kepada bangsa Israel. Tuhan akan memulihkan (3: 17).

Kerajaan Allah ada di antara kita (Luk 17:21), sudah ada di tengah-tengah dunia. Zefanya mengatakan bahwa Tuhan Allah ada di antara kamu. Tuhan berkuasa di tengah-tengah Israel.  Dia seperti pahlawan yang memberi kebenaran. Dalam bahasa Jepang berarti pahlawan atau juru delamat.  Dalam sejarah Bangsa Israel, selalu Tuhan Allah yang berkuasa, menyertai bangsa Israel. Firaun berkuasa, tetapi Tuhan mendengar suara seruan Bangsa Israel dan menyelamatkan bangsa Israel melewati laut Merah. Kuasa Allah dinyatakan dengan mujizat-mujizat yang diterima oleh Bangsa Israel.

Pada ayat 17 dikatakan, Tuhan bergirang, Tuhan bersorak. Apakah karena kebaikan Bangsa Israel? Karena kesetiaan mereka? Apakah ada alasan sehingga Tuhan memberikan kasihNya? Bagi orangtua, kalau ditanyakan apa yang paling menyenangkan adalah anak sendiri. Begitu juga dengan pasangan kita. Kita katakan kita senang karena sesuatu. Tetapi Tuhan mengasihi kita tanpa alasan.

Bangsa Israel punya banyak kekuatiran, bagaimana mendidik anak-anak di tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Tetapi Tuhan menguatkan mereka, memberi damai sejahtera.  Janji Tuhan kepada bangsa Israel adalah ada keselamatan, sukacita, damai sejahtera. Karena Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Ini janji kepada Israel, tetapi Israel ada di tanah penjajah. Dan saat itu Babel jauh lebih maju dari Israel.

Pada ayat 12 dikatakan bersorak-soraklah bangsa Israel. Sisa Israel tidak akan melakukan kelaliman, atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak ada ada bibit penipu. Melihat keadaan lingkungan sekitar, mungkin betapa banyak pemuda-pemudi orang Israel yang bertanya, “Mengapa kami tidak ikut seperti mereka?” Sama juga dengan kita yang tinggal di Jepang ini. Budaya Jepang sangat mengutamakan kepandaian, kesetiaan, kerja sama, dan pergaulan. Sehingga seringkali kita menemukan kesulitan untuk menunjukkan integritas ke-Kristen-an kita. Tapi marilah kita teguh bersandar pada Tuhan. Dan kita jangan hanya bersuka cita tapi kita harus juga berdoa. Tuhan yang ada di tengah-tengah kita menghendaki kita tetap berdoa dan mengucap syukur. Karena Kerajaan Allah ada di antara kita.