Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 14:1-14

Ringkasan Khotbah

Tanggal 5 Mei oleh Gereja diperingati sebagai hari Kenaikan Yesus ke sorga. Hari kenaikan ini, dirayakan 40 hari setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Kita diajak untuk merenungkan karya yang sempurna, yang telah Ia kerjakan kepada kita ketika Ia kembali ke sorga. Semakin nyata keunikan Kristen karena kita mengenal Tuhan Yesus yang datang dari sorga, lalu kembali ke sorga. Kita diyakinkan bahwa kenaikan Kristus ke sorga berarti arah hidup orang beriman adalah ke sorga. Dalam 1 Timotius 6:19, Paulus menyebut bahwa orang percaya, akan dipersiapkan untuk mencapai hidup yang sebenarnya. Apa itu “Hidup yang sebenarnya”? Ini adalah hidup yang kekal, yang telah dipersiapkan oleh Yesus sendiri bagi umat-Nya. Hidup di dunia ini saja sudah benar-benar nyata tetapi Paulus mengingatkan bahwa ada kehidupan yang sebenarnya untuk kita perjuangkan. Sudahkah kita menyadari tanggung jawab ini?
Kristus adalah Kepala Gereja, kita adalah umat-Nya. Ke tempat Ia akan pergi, kita pasti akan pergi juga. Inilah hidup yang sebenarnya. Salah satu bunyi pengakuan iman Kristen (Pengakuan Iman Rasuli) disebutkan bahwa Yesus telah naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa (Markus 16:19). Mengapa disebut ‘sebelah kanan’? Mengapa bukan di hadapan atau di belakang dan di sebelah kiri? Dalam Alkitab, sebelah kanan menunjukkan beberapa arti: (a) Tanda kemenangan atas musuh (Mazmur 110:1,5). Yesus juga menjadi Penguasa di sorga sehingga Ia duduk di sebelah kanan Bapa (Markus 16:19). (b) Tanda kemenangan melewati penderitaan-Nya (Lukas 22:69). Stefanus juga menyaksikan ketika ia akan dibunuh bahwa Anak Manusia telah duduk di sebelah kanan Allah (Kisah Rasul 7:56). Yesus memiliki kemuliaan di sorga. (c) Tanda sebagai Penguasa. Yesus menjadi Penguasa (Efesus 1:18-21). (d) Tanda kekuasaan untuk membela umat-Nya (Roma 8:34). Ayat ini ditulis oleh Paulus sebagai dasar iman kita bahwa tidak ada satu hal apapun yang mampu memisahkan kita dari kasih Kristus karena Yesus telah menjadi Pembela kita. Sorga, bukan saja hanya berbicara janji kehidupan kekal tetapi juga berbicara tentang kemenangan orang percaya karena di sana ada kehadiran Kristus yang menjamin kemenangan kita.
Bagaimana kepastian kemenangan orang beriman di dalam teks ini? ❶ Yesus telah menyediakan tempat bagi kita (1-3). Karya-Nya tidak berakhir di bumi ini. Dalam Yohanes 13:36 Tuhan Yesus menegaskan inti kekristenan lagi di sini: (a) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Tempat tinggal yang dimaksud di sini menunjukkan bahwa sorga bukan hanya berbicara tentang perasaan. Dalam bahasa Yunani: μονή/mone, diartikan tinggal, menunjuk kepada tempat tinggal, kekal. Kita sedang tinggal di dunia ini bersama-sama dengan Bapa dan akan menuju tempat tinggal kekal di sorga bersama dengan Bapa. (b) Yesus sudah pergi ke situ. Ketika Yesus berbicara tentang sorga, menunjukkan bahwa karya-Nya bagi Gereja-Nya adalah pasti. Ibrani 1:3-4 menegaskan bahwa Yesus sudah di situ=di sorga. (c) Yesus menyediakan tempat bagi kita. Tujuan Ia berada di sorga adalah untuk menyediakan tempat bagi kita. Yesus sendiri telah tiba di sana dan memastikan bahwa Ia menyediakan tempat bagi kita. (d) Yesus akan datang kembali untuk membawa kita ke sorga. Ayat ini juga memastikan bahwa Yesus yang sudah naik ke sorga akan kembali menjemput orang percaya (Kisah Rasul 1:10-11). ❷ Yesus memastikan Jalan ke sorga (4-7). Kepastian kemenangan ke dua adalah Yesus yang menegaskan tentang jalan dan tujuan iman kita. Kekristenan menjawab ketidakpastian dunia yang sekarang kita tinggali ini. Ia menegaskan kepada para pengikut-Nya bahwa mereka akan tahu jalan ke sorga. Yesus sendiri menjelaskan bahwa “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (ayat 9). Karena itu Yesus menegaskan dalam ayat 6 bahwa Ia adalah “Jalan dan Kebenaran dan Hidup”. ❸ Yesus memastikan tinggal dengan Bapa (10-11). Yesus memulai teks ini dengan berkata: “Jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” (ayat 1). Ayat ini menghantar kita kepada sebuah keyakinan bahwa Allah Bapa dan Yesus adalah dasar pengharapan tentang sorga. Ketika kita kembali ke sorga, Yesus menjadi penjamin kepada kita. Tanggung jawab kita adalah berhentilah gelisah, percayalah kepada Dia. Paulus menyimpulkan tanggung jawab orang percaya ini dalam Kolose 3:1-4 yaitu: carilah perkara di atas di mana Kristus ada (ayat 1), pikirkanlah perkara di atas, bukan hanya di bumi (ayat 2), kamu telah mati dan tersembunyi bersama Kristus (ayat 3), apabila Kristus menyatakan diri kelak, kita juga akan menyatakan diri bersama Dia (ayat 4). Setiap hari kita bergumul menghadapi tantangan hidup ini tetapi kita diingatkan bahwa Yesus telah memastikan bahwa kita akan ke sorga. Sekalipun kita masih di dalam dunia ini tetapi carilah perkara di atas, hidup yang sebenarnya.