Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 12:20-36

Ringkasan Khotbah

Satu-satunya kematian yang berbuahkan kehidupan bagi orang lain adalah kematian Kristus. Kristus tahu saatnya Dia akan mati tapi tidak lari melainkan mengubahkan kematian itu menjadi satu kuburan yang kosong lewat kebangkitan-Nya.

Tanda-tanda yang mengawali peristiwa kematian Tuhan Yesus yang menunjukkan bahwa Dia adalah Raja: (1) Yesus membangkitkan Lazarus (Yohanes 11:1-44), (2)  Maria meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal (Yohanes 12:3), (3) Yesus dielu-elukan di Yerusalem (Yohanes 12:12-19). Yohanes 12:23: Yesus menjelaskan tentang pemuliaan-Nya, tetapi untuk sampai ke situ ada penderitaan yang harus dialami-Nya (Yohanes 12:24). Yohanes 12:27 menjelaskan kondisi Kristus menghadapi fakta ini. Di sini dapat dilihat kedua sisi Yesus sebagai Tuhan yang Mahatahu dan juga sebagai manusia yang dapat merasakan sakit karena siksaan berat yang akan dialami-Nya. “Terharu” dalam bahasa Inggris “troubled” yang dapat diartikan “terganggu”. Tuhan Yesus “terganggu” karena Dia sudah tahu akan keadaan yang menakutkan yang harus Dia lewati yaitu penderitaan dan kematian-Nya. Walaupun begitu Dia tidak dan lari dari situasi ini (Yohanes 12:27b). Semua itu karena dan demi kita, dan kita patut bersyukur bahwa penderitaan seperti itu tidak sampai kita tanggung karena Tuhan sudah menanggungnya. Hal yang sama dirasakan Yesus ketika dikhianati oleh Yudas Iskariot (Yohanes 13:21). Pelajaran penting bagi kita bahwa pergumulan boleh datang tetapi mari tetap berserah pada kehendak Bapa.

Beberapa penderitaan yang dialami Tuhan Yesus: (1) pencambukan. Ia dicambuki dengan cara Romawi yang kejam, berbeda dari sistem hukuman orang Yahudi yang diberikan batasan (Ulangan 25:3, 2 Korintus 11:24). (2) penyaliban. Yesus adalah Raja yang seharusnya menerima penghormatan dari semua orang, tetapi justru melakukan sebuah peran sebagai Seorang yang terkutuk (Galatia 3:13). Kristus mengambil posisi ini menggantikan kita orang berdosa yang seharusnya dihukum. (3) kehausan (Yohanes 19:28, bdk. Mazmur 22:16). Orang di neraka tentunya mengalami kehausan yang luar biasa (Lukas 16:23-24). Tetapi Kristus menggantikan kita memikul hukuman itu. Kita tidak perlu lagi mengalami kehausan di neraka asal kita mau percaya kepada Yesus! (4) keterpisahan dengan Allah (Matius 27:46). Keterpisahan dengan Allah merupakan hukuman dosa (Yesaya 59:1-2, 2 Tesalonika 1:9). Kristus menggantikan kita memikul hukuman dosa, dan karena itu Ia harus mengalami keterpisahan dengan Allah/Bapa-Nya. (5) Mati. Upah dosa ialah maut (Roma 6:23), dan karena itu Kristus, yang menggantikan kita untuk memikul hukuman dosa, harus mengalami kematian. Karena itu, bagi orang percaya kematian bukan lagi sebagai hukuman dosa melainkan pintu gerbang menuju surga!

Hal yang terjadi ketika Kristus mati: (1) Penguasa dunia akan dilemparkan ke luar (Yohanes 12:31). Ini menunjuk kepada setan (Yohanes 14:30, 16:11; Efesus 6:12). Pada waktu kematian Tuhan Yesus di atas salib, setan dihukum. Dalam Alkitab dilaporkan beberapa kali tentang Murka Allah yang menghukum dosa dari zaman Adam sampai akhir zaman (Kejadian 3, 7, 19; Keluaran 7-12; Matius 27:46; Wahyu). Murka Allah yang dinyatakan selalu mendatangkan penghukuman dahsyat bagi setan dan para pengikutnya tetapi keselamatan bagi setiap orang percaya (Wahyu 20:11-15: hukuman terakhir kepada maut dan pengikutnya). (2) Ia akan menarik semua orang datang kepada-Nya (Yohanes 12:32). Pernyataan ini tidak dapat dipisahkan dari janji-janji yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya (Kejadian 49:10, 2 Samuel 7:13, Yesaya 11:10). Karena itu, kematian dan kebangkitan Kristus menjadi tanda dan dasar dari penggenapan janji tersebut dan dasar pemberitaan Firman Tuhan sampai sekarang (Matius 28:19). Yang dimaksud “semua orang” adalah orang-orang yang menerima kesaksian pemberitaan Firman-Nya.

Yohanes 12:20: Ada orang Yunani datang kepada Yesus. Beberapa tafsiran: (a) orang Yahudi yang berbicara bahasa Yunani dan diam di beberapa kota-kota Yunani (bdk. Yohanes 7:35), (b) penganut agama Yunani, (c) orang kafir penyembah berhala yang datang membawa persembahan kepada Tuhan. Ini menjadi fakta bahwa Yesus sendiri telah menyambut orang dari berbagai bangsa untuk mengenal dan percaya kepada-Nya. Yohanes 12:25-26 juga mengajak kita melihat bahwa kematian Kristus memberikan suatu harapan hidup yang pasti bagi umat Tuhan: (a) yang tidak mencintai nyawanya akan mendapatkan kembali, (b) barangsiapa melayani, akan berada bersama Kristus, (c) barangsiapa melayani, akan dihormati.

Kematian dan kebangkitan Kristus adalah dasar dari kehidupan dan pengharapan kita. Oleh kematian dan kebangkitan-Nya, manusia dibimbing kepada hidup yang sesungguhnya.