Pengkhotbah

Perikop
Keluaran 2:11-22

Ringkasan Khotbah

Musa hidup dalam lingkungan kerajaan Mesir hingga menjadi dewasa dengan umur sekitar 40 tahun di mana dia mendapatkan berbagai fasilitas terbaik dan terbanyak, dididik dalam segala hikmat, dan ia berkuasa dalam perkataan serta perbuatannya (Kisah Para Rasul 7:22-23). Musa dalam suatu waktu, ketika dia pergi melihat bangsanya sendiri yaitu orang-orang Israel, membunuh orang Mesir yang menganiaya orang Ibrani bangsanya.

Ada 2 aspek dari tindakan Musa, yaitu:

  1. Musa keluar dari zona nyamannya untuk membela orang sebangsanya dengan tindakan yang tidak benar/tidak sesuai firman Tuhan (ayat 12). Ibrani 11:24-26 menyatakan bahwa manusia pada dasarnya mau mencari kenyamanan dalam kehidupan, sehingga manusia sulit keluar dalam zona kenyamanannya, tetapi Musa sanggup keluar dari zona nyamannya. Tindakan ini adalah tindakan yang berdasarkan iman untuk menolong orang lain, sehingga tindakan ini sangat dihargai oleh Tuhan.
    Renungkanlah zona nyaman kita apakah itu sudah zona nyaman di dalam Tuhanatau yang tidak berdasarkan kehendak Tuhan. Kita dapat memulai dengan membukamata tentang apa yang dibutuhkan oleh orang lain. Dasar keluar dari zona nyaman haruslah tindakan berdasarkan iman kepada Yesus Kristus supaya dihargai oleh Tuhan dan kita harus cepat keluar dari zona kenyamanan yang didasarkan (didapatkan) karena kenikmatan dalam dosa.
  2. Musa meninggalkan zona nyamannya dengan tindakan yang berdasarkan firman Tuhan (ayat 17). Jika tindakan keluar dari zona nyaman tidak berdasarkan firman Tuhan, maka kita akan mendapatkan kerugian seperti Musa (ayat 12,14-15: Tindakan Musa membunuh membuat dia tidak dihargai lagi oleh orang sebangsanya dan raja Mesir berusaha membunuhnya). Ayat 17 menjelaskan bahwa Musa bertindak keluar dari zona nyamannya setelah lari dari Mesir (ayat 15) dengan tindakan yang benar, yaitu dia membantu para wanita dari Midian dari para gembala dan setelah itu memberi minum kawanan domba. Karena itu ia diberi makan dan selanjutnya mendapatkan istri dan akhirnya dia mendapatkan anak (ayat 21-22).

Musa yang keluar dari zona nyamannya berdasarkan firman Tuhan mendapatkan banyak keuntungan. Jika kita keluar dari zona nyaman berdasarkan firman Tuhan, kita akan mendapatkan berkat-Nya dan Dia akan memperlengkapi dan menyertai kita.

(HOL&LY/03/09)