Ringkasan Khotbah

Dari bagian ini dapat dilihat adanya banyak rekan-rekan sepelayanan Paulus yang membantu dia dalam pemberitaan Injil ke daerah-daerah. Dengan pelayanan seorang diri saja mungkin tidak akan sanggup mencapai ke begitu banyak daerah, justru lewat kekuatan pelayanan bersama inilah maka Injil dapat disampaikan ke banyak tempat. Beberapa rekan sepelayanan yang disebut di bagian ini adalah sebagai berikut. Tikhikus dan Onesimus (ayat 7-9) yang menyampaikan surat-surat Paulus ke beberapa jemaat. Walaupun mereka hanya orang suruhan untuk menyampaikan berita tetapi mereka melakukan dengan setia. Aristarkhus (ayat 10), teman sepenjara Paulus, juga seorang yang rela berkorban dengan mempertaruhkan nyawanya di dalam pelayanannya bersama Paulus (Kisah Para Rasul 19,27). Ada juga Markus, keponakan dari Barnabas, dan Yesus yang disebut Yustus yang menghibur Paulus dengan membantu pelayanan Paulus. Epafras, yang disebut sebagai hamba Kristus, yang juga kemungkinan besar orang yang mendirikan jemaat di Kolose,  selalu bergumul dalam doa dan berkorban dalam pelayanan bukan hanya untuk jemaat Kolose tapi juga untuk jemaat-jemaat lainnya (ayat 12-13). Tabib Lukas (ayat 14) walaupun tidak disebut secara panjang di sini adalah seorang yang mencintai Tuhan dan juga menolong orang lain. Lukas juga adalah penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Dia Dia memberikan keahlian/profesinya ini untuk melayani Tuhan. Kita pun dapat menggunakan profesi kita atau akses dari profesi ini untuk menceritakan tentang Tuhan kepada banyak orang yang belum percaya. Demas ada beberapa kali disebutkan dalam surat Paulus (Kolose 4:14, Filemon 1:24). Filemon 1:24: Demas disebut sebagai teman sekerja. 2 Timotius 4:10: Demas dikatakan mencintai dunia dan meninggalkan Paulus dalam pelayanannya. Mungkin ada motivasi yang tidak benar dalam pelayanannya sehingga dia akhirnya lebih mencintai dunia dan meninggalkan Paulus.

Walaupun Paulus dalam penjara tetapi berita firman Tuhan tidak pernah dibelenggu dan senantiasa ada pelayan-pelayan lainnya yang terus memberitakan Injil kepada banyak orang. Dari pribadi-pribadi ini ada 4 prinsip yang dapat kita pelajari:

1.  Kecintaan akan Tuhan: Kecintaan akan Tuhan dapat dilihat dari kecintaan seseorang dalam bersekutu dengan Tuhan lewat doa dan firman Tuhan. Kecintaan akan Tuhan harus mendasari setiap pelayanan kita dan kehidupan kita secara pribadi.

2.  Kesetiaan: Ada pribadi-pribadi yang disebutkan Paulus yang disebut setia walaupun dalam hal-hal kecil sekalipun. Dalam jemaat pun ada tanggung jawab masing-masing, baik pendeta, majelis dan jemaat. Sekecil apapun pelayanan kita tidak akan sia-sia (Lukas 16:10). Mari kita tetap setia untuk melayani dengan dasar motivasi yaitu kecintaan akan Tuhan.

3.  Dapat bekerjasama: Dalam bekerjasama perlu ada komunikasi dan juga kerendahan hati, terlebih dalam pelayanan Tuhan. Pelayanan tanpa kerja sama dapat mengurangi keefektifan pelayanan. Di dalam gereja juga antara gembala, majelis dan jemaat perlu ada komunikasi yang baik dan kerendahan hati dalam bekerjasama melayani Tuhan.

4.   Rela berkorban: Rela berkorban adalah wujud dari kecintaan akan Tuhan. Yohanes 3:16: Allah telah begitu mengasihi kita dan rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal bagi kita. Karena Tuhan Yesus sudah mati bagi kita, tidak ada pengorbanan yang terlalu besar yang bisa kita berikan kepada Tuhan Yesus. Karena itu kita pun perlu rela berkorban (tenaga, materi, perasaan, dll) dalam setiap tanggung jawab pelayanan kepada Tuhan.

4 prinsip ini juga dapat diterapkan dalam keluarga sehingga dapat menjadi keluarga yang cinta dan setia kepada Tuhan, keluarga yang bekerjasama satu sama lain, keluarga yang rela berkorban untuk satu sama lain. Ketika kita sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan ini maka keluarga kita dapat menjadi keluarga Kristen yang berbahagia dan menjadi berkat.