Pengkhotbah

Perikop
2 Samuel 12:1-13

Ringkasan Khotbah

Hal yang menghalangi kita untuk lebih dekat dengan Tuhan dan mengerti akan FirmanNya adalah dosa. Kita harus mengerti sungguh-sungguh arti dari dosa itu sendiri. Melalui pengalaman Daud, kita dapat mempelajari secara kongkrit dan jujur apa hakekat sebuah dosa dan akibatnya bagi kehidupan umat manusia.

Dosa Daud yang dijelaskan dalam 2 Samuel 12 mengajarkan kita akan kekuatan dosa yang mampu menguasai manusia, siapapun, tidak terkecuali orang-orang yang memiliki perjalanan iman yang luar biasa bersama dengan Tuhan. Demikian juga Daud, seorang yang hebat dan memiliki iman yang sangat kuat seperti yang tertulis dalam kitab perjanjian lama. Contoh pertama dapat kita lihat melalui kisahnya saat melawan Goliat. Dengan semangat rohani dan imannya yang begitu kuat kepada Tuhan, ia mampu mengalahkan Goliat. Daud sangatlah dihormati dan disukai oleh siapapun, sehingga Ia disebut sebagai orang yang terhormat dalam sejarah bangsa Israel. Contoh kedua adalah ketika Daud mengundang makan dan mengangkat seorang anak dari musuhnya, Saul. Bahkan Ia berkabung untuk kematian Saul pada saat itu. Daud adalah orang yang sangat baik dan mengasihi Allah dan manusia.

Namun demikian, Daud juga jatuh kedalam dosa. Tuhan mengingatkan dosa-dosa yang diperbuat Daud ini melalui Natan. Natan memberikan perumpamaan mengenai seorang yang kaya yang mendapat tamu dan mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin untuk dihidangkan karena si kaya begitu merasa sayang mengambil lembunya sendiri. Meski sudah diperingatkan melalui cerita perumpamaan itu, Daud masih tidak menyadarinya, dan ia begitu marah. Namun demikian, setelah Natan menjabarkan arti dari cerita tersebut, bahwa itulah dia, Daud barulah menyadari dosanya. Dari sini kita dapat belajar bahwa benar dosa mampu menguasai siapapun. Kekuatan dosa jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan hebat manusia. Dalam diri umat manusia ada unsur-unsur yang mampu mendatangkan dosa, hawa nafsu, dll. Tidak ada satu orangpun yang begitu taat dan tidak berbuat dosa, bahkan Daud sekalipun.

Lalu, mengapa dosa yang berat dan kuat ini begitu sulit disadari manusia? Dosa bersifat tidak kelihatan namun memiliki kekuatan secara nyata. Ia mampu menurunkan tingkat kesadaran manusia terhadap dosa itu sendiri. Begitulah cara iblis mengelabuhi manusia, sehingga manusia tidak menyadari bahwa ia telah berbuat dosa, dan bahkan menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Kekuatan dosa mampu merusak orang yang rendah hati. Ia kuat dan menguasai. Daud yang dikenal sebagai nobleman (orang mulia), mampu untuk berbuat dosa. Sebab dosa mampu menguasai dan dapat menggeser hal-hal yang baik, seperti keluarga, martabat, dan posisi.

Pada masa sekarang ini, betapa bahayanya setiap hari kita melihat dan mendengar berita tentang dosa, baik di internet, televisi, dan media masa lainnya. Kehobongan/korupsi para petinggi negara dipaparkan secara terbuka di media masa. Hal ini mampu merusak pemikiran anak-anak / generasi muda, dengan melihat teladan seorang pemimpin yang tidak baik. Dosa begitu kuat dan menguasai manusia. Maka menurut Firman Tuhan, Hukum Taurat pun tidak mampu untuk menjauhkan manusia dari dosa. Dalam Roma 7:19, pengajaran Paulus mengatakan bahwa dosa mampu diperbuat meski bukan itu yang dikehendaki.

Dosa menjadi masalah yang terbesar bagi manusia di dunia ini. Meskipun dosa warisan sudah ditebuskan, namun demikian dosa-dosa dalam kehidupan kita sehari-hari masih ada. Manusia sulit untuk melepas dosa dan sudah menjadi sebuah kebiasaan. Hanya satu jalan keluarnya, yaitu Kristus.