Ringkasan Khotbah

Tema kita tahun ini adalah “Setia dalam berbagai kebajikan”. Kata “kebajikan” ini, dalam bahasa aslinya (bahasa Yunani), adalah “ergon agathon”. Artinya “pekerjaan baik”. Dalam bahasa Inggris, diterjemahkan menjadi good work “perbuatan, pekerjaan baik”.  Bagaimana konsep “kebajikan” ini bisa dipahami secara praktis? Bagaimana kita melakukan kebajikan ini?

Pertama, mengenai hal-hal praktis kebajikan yang dapat dicontoh dari Tuhan Yesus (Yohanes 10:32). Di sini Tuhan Yesus menunjukkan banyak pekerjaan baik, misalnya: pelayanan Tuhan Yesus di hari Sabat, menolong orang sakit, mendoakan orang, dan mengusir setan. Pelayanan Tuhan Yesus ini dilanjutkan oleh murid-murid-Nya (Kisah Para Rasul 4:9). Pelayanan, pekerjaan baik dari Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya ini diteruskan ke gereja dan kepada kita. Juga bisa disebut pelayanan kasih kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan kita.

Dalam Kisah Para Rasul 9:36-39, ditulis seorang murid perempuan bernama Tabita atau Dorkas yang menolong janda-janda. Janda-janda dan anak yatim piatu adalah satu lambang orang-orang yang memerlukan bantuan. Dorkas memperhatikan orang-orang yang memerlukan bantuan. Dia membuat pakaian-pakaian, tidak hanya pakaian luar tetapi juga pakaian dalam, untuk janda-janda di sekitarnya.

Satu contoh lagi kebajikan praktis dalam 1 Timotius 5 yaitu ketentuan mengenai janda. Dalam ayat 10 ditulis pekerjaan-pekerjaan baik, yaitu: mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, dan menolong orang yang hidup dalam kesesakan. Mengasuh anak adalah perbuatan baik yang pertama disebut dan merupakan kebajikan utama. Memberi tumpangan, atau menerima tamu adalah suatu hal yang tidak mudah, baik bagi orang yang memberi tumpangan dan bagi orang yang diberi tumpangan. Membasuh kaki adalah kebiasaan dulu bagi orang-orang Yahudi yang berjalan kaki dalam perjalanan jauh. Kaki adalah tempat kotor yang perlu dibersihkan dan membasuh kaki ini adalah pekerjaan pelayan.

Kebajikan orang Kristen beda dengan kebajikan orang-orang dari agama lain. Orang-orang agama lain berbuat baik sebagai sarana untuk diselamatkan dan masuk surga, tetapi orang-orang Kristen berbuat kebajikan sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan.

Banyak contoh kebajikan dapat kita temui dalam Amsal. Misalnya, dalam Amsal 11:24 ditulis bahwa orang yang murah hati dan suka berbagi bertambah kekayaannya, beda dengan orang yang suka berhemat. Begitu pula dalam Amsal 14:21-22 mengenai orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita dan yang merencanakan hal-hal baik, dan dalam Amsal 31:10-31 mengenai contoh istri yang cakap.

Mari kita sediakan waktu membaca Firman Tuhan, berdoa, tiap hari berbuat kebajikan yang menyenangkan hati Tuhan di mana pun, kapan pun, dan untuk siapa pun.