Ringkasan Khotbah

Hari ini adalah hari Pentakosta, berbeda dengan hari Paskah dan hari Natal, hari Pentakosta tidak dirayakan secara serius. Tetapi ada gereja-gereja yang mementingkan hari Pentakosta, dengan menaikkan doa dan syukur agar supaya makna Pentakosta dapat terjadi pada hari tersebut. Hari Pentakosta adalah hari pencurahan/pemberian Roh Kudus oleh Tuhan Allah.

Ayat 1- Pentakosta terjadi pada hari yang kelimapuluh setelah hari Kebangkitan Tuhan Yesus. Bagi orang Yahudi hari Pentakosta adalah hari Raya minggu ketujuh.

Ayat 2- Kejadian pada hari Pentakosta. Tiba-tiba turun dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras. Angin melambangkan Roh Allah. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan berbicara kepada Nabi Yehezkiel: “Berfirmanlah..”, Roh Allah seperti angin yang memberi hidup. Dalam Perjanjian Baru, Yohanes 3, Tuhan Yesus mengajar kepada Nikodemus mengenai hidup baru, Roh Kudus bekerja pada setiap pribadi untuk lahir baru.

Ayat 3, 4- Baptisan Roh Kudus. Tuhan Yesus akan datang membaptis dengan Roh Kudus dan api. Istilah lidah-lidah adalah setiap perkataan yang keluar. Roh Allah hadir dan memberi kuasa kepada orang-orang percaya.

Ayat 5,6,7- Hari Pentakosta terjadi di Yerusalem karena pada hari itu Yerusalem penuh sesak oleh orang-orang Yahudi dari semua penjuru. Mereka kembali ke Yerusalem karena hari Pentakosta merupakan salah satu hari Raya orang Yahudi. Tuhan memilih saat ini supaya mereka bisa mendengar Injil dan menyebarkan Injil tersebut setelah mereka kembali ke negaranya masing-masing.

Ayat 8-13- Roh Kudus memberi kekuatan untuk bersaksi. Roh Kudus memberi kuasa untuk berkata-kata kepada setiap orang percaya, apa yang terjadi, apa yang dilihat, yaitu tentang Tuhan Yesus yang sudah datang ke dunia, mati bagi kita untuk menebus dosa-dosa kita dan tentang Kebangkitan Tuhan Yesus. Gereja adalah kita orang-orang percaya, orang-orang yang terpanggil. Yohanes 20:19-22: Tuhan Yesus berkata: “Damai sejahtera bagi kamu” dan Tuhan Yesus menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus”. Tuhan Yesus memberkati dan memberi. Sebagaimana Tuhan Yesus memberkati murid-murid-Nya sebelum terangkat ke sorga, kita juga membutuhkan damai sejahtera dari Tuhan Yesus. Kepenuhan Roh Kudus perlu ada di dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita butuh persekutuan dengan Roh Kudus yang akan membimbing, melengkapi dan menuntun jalan hidup kita untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang. Kalau kita sudah dipenuhi Roh Kudus, mari kita buktikan dengan memberitakan Injil, memberitakan perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.