Posted by Yanes Dewangga

Di tengah dunia yang semakin merosot secara moral dan rohani ini, sangat diperlukan orang-orang yang memiliki tipe sebagai MANUSIA ALLAH. MANUSIA ALLAH ini adalah mereka yang digerakkan oleh nilai kebenaran dan hormat kepada Tuhan. Lawan dari tipe ini adalah MANUSIA DUNIAWI (KOLOSE 3:5) – “Karena itu, matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang DUNIAWI, yaitu percabulan, kenajisan, Hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.” Sebutan “MANUSIA ALLAH” dikenakan kepada Timotius oleh Paulus dalam 1 TIMOTIUS 6:11. Ungkapan ini menunjuk kepada seseorang yang telah menjadi murid Kristus dan hidup bagi kemuliaan-Nya. Tujuan dan arah serta prioritas kehidupannya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Inilah manusia Allah.

Mulai dari teks ini, Perjalanan Misi ke-2 dikerjakan oleh Paulus. ❶ Dipenuhi dengan Komitmen (35-41). Dalam teks ini, kita akan merenungkan liku-liku perjalanan pelayanan para Hamba Tuhan dan cara Tuhan menopang pekerjaan-Nya. Kita selalu berhadapan dengan berbagai jenis permasalahan. Ada yang ringan, ada juga yang sulit. Namun kewaspadaan agar persoalan tersebut tidak dipakai si jahat menjadi perhatian kita secara serius. Ketika orang Kristen dapat menyelesaikan setiap persoalannya dengan baik, di sinilah nama Tuhan dimuliakan. Jadi, komitmen di sini ialah: (a) Tetap berkomitmen kepada pelayanan; (b) Tetap berkomitmen kepada pentingnya pertobatan dan pemulihan. Di tengah perjalanan mengiring Tuhan, begitu banyak peperangan yang terus dihadapi. Mari kita belajar betapa penting meneladani kehidupan Tuhan Yesus. ❷ Hidup Berbuah bagi Kemuliaan Allah (16:1-3). Latar belakang Timotius ditulis di sini bahwa ia berasal dari Derbe dan Listra. Kota ini ditulis di dalam 14:7 ketika Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di sana. Profil Timotius di 16:1-3 memberikan kita pengertian bahwa ia tidak mau tinggal tetap dalam kondisi negatifnya. Apakah kita mau berbuah dalam hidup ini dengan mengikut serta mengasihi Tuhan? (a) Ia Dikenal Baik (ay. 2). Timotius dikenal sebagai anak secara rohani dari Rasul Paulus (1 Timotius 1;2). Kata “ia dikenal baik” ini, dari kata Yunani martureo= bersaksi, memberi kesaksian yang baik. Komitmen Timotius adalah berani bertumbuh benar di tengah latar belakang orang tua yang beda asal-usul, namun tetap siap diajar oleh Firman dan akhirnya berbuat baik. (b) Timotius Bersedia Mengikut Paulus (ay. 3). Setelah seseorang beriman kepada Yesus, bertumbuh dalam pengertian Kitab Suci, maka sekarang menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Bagaimana buah dari pertobatan kita? Apakah kita berkomitmen seperti Timotius untuk mau melayani? Allah telah menaruh dalam diri kita setiap potensi yang dapat kita persembahkan bagi Dia untuk melayani pekerjaan-Nya. Majulah seperti Timotius. ❸ Teguh di Dalam Panggilan (16:4-5). Dalam ayat ini dilaporkan bahwa Paulus dan Silas berkeliling untuk meneguhkan jemaat berdasarkan keputusan para rasul di Yerusalem. Istilah “teguh” (Yun: stereo= stabil, kuat, tidak tergoyahkan). Kata ini juga dipakai di 3:7- kuatlah mata kaki orang itu. Firman Tuhan sangat berperan untuk membentuk seseorang supaya kuat dan teguh dalam imannya. Mari kita terbuka untuk diluruskan oleh pengajaran Alkitab melalui kebenaran yang kita pelajari bersama. Rahasia kemenangan mereka adalah karena mereka semakin kokoh dalam iman dan kesaksian. Tuhan hanya memberkati Gereja yang sungguh berpegang kepada kebenaran. Tuhan hanya memberkati pelayanan dan kehidupan umat-Nya jika mereka berdiri dalam kebenaran sejati. Inilah Gereja yang setia berjalan dalam misi Allah.

Kita pasti merasa senang disebut sebagai MANUSIA  ALLAH. Namun, status ini tidak hanya dibentuk sebagai sebuah status. Perlu bukti dan buah nyata di dalamnya. MANUSIA ALLAH hanya dapat terbentuk dari kehidupan rohani yang bertumbuh sehat oleh Firman Allah. Ia tetap bertumbuh sehat dan tunduk kepada Firman Tuhan. Setelah ia bertumbuh dalam kebenaran, ia bisa menerapkan karakter Kristus yaitu mengampuni seperti Paulus kepada Markus. Orang yang telah bertumbuh secara rohani, ia tidak menumpuk pengetahuan Alkitab untuk kepintaran secara kognitif. Tetapi ia membangun orang lain, melayani dengan penuh keberanian seperti Timotius. MANUSIA ALLAH selalu siap untuk diperbaiki dari kesalahan. Ia mau diarahkan untuk tetap bersandar kepada kebenaran.