Ringkasan Khotbah

Kehidupan doa yang berkelimpahan merupakan dasar dari kehidupan orang percaya. Ada beberapa pengertian orang tentang doa:

  1. untuk menenangkan hati (seperti obat),
  2. adalah keinginan/permohonan dalam hati manusia,
  3. seperti undian yang terkadang dikabulkan dan terkadang tidak,
  4. adalah sarana untuk Tuhan bekerja,
  5. adalah nafas secara rohani
    (4) dan (5) adalah konsep orang Kristen, dan ada satu hal yang terpenting yaitu
  6. doa adalah persekutuan dengan Tuhan (bergaul dengan Tuhan).

Kejadian 4:26 mencatat pertama kalinya manusia mulai berdoa yaitu dari keturunan Set. Di satu sisi keturunan Kain melambangkan orang-orang yang tidak berdoa kepada Tuhan, yaitu orang-orang yang tidak bergaul dengan Tuhan. Kita sebagai orang percaya adalah keturunan rohani dari Set dan Abraham yaitu orang-orang yang berdoa dalam nama Tuhan (Kejadian 12:8), yang telah dipilih oleh Tuhan (Yohanes 15:16). Kita berdoa dalam nama Tuhan bukan hanya dalam ucapan doa saja tetapi artinya kita bersekutu dengan Tuhan. Dan kita bisa bergaul dan bersekutu dengan Tuhan karena kita mengenal Allah Bapa kita, dan kita mengenal nama Yesus Kristus Juruselamat kita baik lewat firman Tuhan yang kita baca maupun lewat pengalaman bersama Tuhan.

Orang percaya memiliki kehidupan doa yang berkelimpahan. Di satu sisi, ada doa-doa yang kurang/tidak berkelimpahan, yaitu doa yang tidak dapat dikabulkan seperti

  1. Yakobus 4:3: doa yang salah motivasi,
  2. Markus 11:24: doa yang kurang imannya.

Markus 11:25 mengajarkan agar kita membereskan dulu masalah dengan orang lain (pengampunan, dll) sebelum berdoa. Dan Matius 18:19 mengajarkan kesepakatan/kesehatian kita dalam berdoa. Alkitab banyak mengajarkan contoh-contoh doa yang dikabulkan oleh Tuhan, seperti bangsa Israel yang dianiaya di Mesir dan seruan mereka didengar oleh Tuhan yang mengutus Musa untuk menghukum bangsa Mesir dan membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Ataupun juga Elia yang berdoa sungguh-sungguh dengan iman sehingga Tuhan bekerja melalui doanya (Yakobus 5:17-18).

Ketika doa kita dikabulkan, kita patut memuji Tuhan, dan ketika tidak dikabulkan, kita perlu lebih memuji Tuhan karena itulah waktunya kita instropeksi diri agar hubungan dengan Tuhan dapat dipulihkan kembali. Pergaulan dengan Tuhan jauh lebih berarti dan bermanfaat bagi kita daripada apakah doa kita dikabulkan atau tidak. Filipi 4:6-7: dengan kita berdoa kepada Tuhan maka damai sejahtera dari Allah akan diberikan kepada kita. Damai sejahtera Tuhan yang berbeda dari yang ada di dunia inilah yang dapat kita bagikan kepada orang lain yang membutuhkannya. Terkadang kita ingin agar doa kita dikabulkankan, tetapi mari kita ingat akan doa Tuhan Yesus di taman Getsemani yang tidak mengutamakan kehendak diri sendiri tetapi justru mengikuti kehendak Bapa (Matius 26:39).

Yakobus 5:14-16: Di sini kita diajarkan untuk saling mendoakan dan saling mengaku dosa, jadi bukan hanya orang yang didoakan tetapi yang mendoakan juga mengaku dosa. Bila kita sungguh-sungguh mencari Tuhan maka Tuhan hadir dan menyadarkan kita akan dosa kita sehingga bukan hanya kesembuhan tapi juga pengampunan dosa akan kita terima karena hal itulah yang lebih kita perlukan.

Dalam berdoa, kita sering terganggu karena kesibukan dalam kehidupan kita sehingga kita tidak meluangkan waktu untuk berdoa. Marilah kita tetap mengingat akan prioritas kita sebagai orang percaya yaitu pergaulan yang erat dengan Tuhan kita sehingga Tuhan hadir dan menyatakan kuasa-Nya melalui kehidupan kita. (CS/4/12)