Ringkasan Khotbah

Percaya Tuhan adalah mukjizat, namun mukjizat terbesar adalah mengerti mengapa kita percaya Tuhan. Manusia sulit mengenal Allah secara sempurna karena naturnya yaitu:

  1. makhluk ciptaan sehingga tidak akan mampu berpikir sempurna tentang Penciptanya;
  2. telah dicemari oleh dosa, sedangkan Allah tidak berkenan akan dosa;
  3. mahkluk yang terbatas dan tidak maha tahu (misalnya manusia tidak tahu masa depan).

Peristiwa inkarnasi, penyaliban dan kebangkitan Kristus adalah misteri yang sulit dipahami manusia. Kebangkitan Kristus adalah sukacita bagi orang Kristen tetapi orang yang tidak mengenal Allah menganggap hal itu tidak pernah terjadi. Walaupun begitu, Tuhan harus mengobarkan hati murid-murid karena:

  1. Peristiwa penderitaan dan kematian Kristus membuat murid-murid penuh ketakutan, kesedihan, dan kekecewaan karena mereka berpikir bahwa Tuhan Yesus adalah pribadi yang perkasa dan tidak mungkin mati (Lukas 24:17,21). Kita terkadang seperti para murid yang mengharapkan Tuhan Yesus melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Tetapi cara kerja Allah tidak dapat kita pahami secara sempurna, dan kalau kita tidak memahami konsep ini, kekecewaan akan datang saat kita ditolak/diremehkan. Banyak orang ketika lahir baru hidup sungguh-sungguh di dalam Tuhan, tetapi menjadi kendor dalam perjalanan waktu karena apa yang diharapkan tidak sesuai dengan realita hidup. Orang ini dapat terjebak dalam kebaktian dan doa sebagai rutinitas.
  2. Murid-murid tidak memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan (menyamakan Tuhan sebagai nabi karena melakukan banyak mukjizat) sehingga peristiwa salib membuat pengharapan mereka hilang. Perempuan Samaria mengenal Tuhan Yesus lebih daripada para murid lewat percakapannya dengan Tuhan, mula-mula mengenal sebagai seorang Yahudi, nabi dan akhirnya Mesias (Yohanes 4). Peristiwa kebangkitan membuktikan bahwa
    hidup kita adalah milik Tuhan. Kita sebagai hamba Tuhan harus taat kepada-Nya. Pengenalan akan Tuhan secara benar dapat mengubah kita untuk tetap setia dan semakin berkobar di dalam Tuhan. Perubahan adalah pekerjaan Roh Kudus (Galatia 5:22-23). Seperti Nikodemus, seorang Farisi yang tidak bercacat melakukan hukum Taurat, tetap harus lahir baru untuk masuk kerajaan surga (Yohanes 3), kekristenan nenek moyang tidak akan pernah menyelamatkan. Lahir baru akan membawa kita terus berkobar di dalam Tuhan. Pengenalan akan Tuhan membuat kita takut akan Tuhan dan meninggalkan dosa (Lukas 24:19).
  3. Lukas 24:13,33: Kematian Yesus membuat murid-murid pergi meninggalkan Yerusalem (artinya kota damai) ke Emaus (artinya sungai panas), dan kebangkitan Yesus membuat mereka kembali ke Yerusalem. Menurut seorang penafsir, kebangkitan Yesus mengembalikan kita dari jalan yang salah ke jalan yang benar. Arti dosa (hamartia) adalah meleset dari sasaran, dan sasaran manusia adalah memuliakan Allah. Malaikat menyuruh murid-murid kembali ke Galilea untuk mengingatkan bahwa Tuhan Yesus adalah pribadi yang hidup. Bila kita salah arah/menyimpang maka kita berdosa dan perlu kembali kepada Tuhan.

Tuhan Yesus mengatakan bahwa orang yang melayani Tuhan harus memiliki beban. Kita harus melakukan apa yang Tuhan yang ingin kita lakukan. Kalau kita telah mengalami peristiwa kebangkitan, marilah kita melayani sesuai dengan beban yang Tuhan berikan dengan sukacita. Kebangkitan menghapus konsep yang salah tentang Tuhan dan membawa kita kembali kepada Tuhan. Mari kita membuat komitmen baru dan kembali kepada Tuhan.

(ML/04/09)