Pengkhotbah

Perikop
Lukas 24:36-47

Ringkasan Khotbah

Paskah menurut PL berarti TUHAN melewati, yaitu Allah melewati rumah orang Israel yang telah diolesi darah domba sedangkan rumah orang Mesir, ditulahi dengan kematian anak sulung pada peristiwa Israel keluar dari Mesir (Keluaran 12:23). Sedangkan Paskah di PB adalah darah Anak Domba yang dikorbankan yaitu Kristus yang telah menyerahkankan diri-Nya sebagai tebusan dosa kita. Setelah ada darah Anak Domba ini maka kita dilewati oleh penghukuman Allah. Kite lihat kembali kisah tentang Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para murid dalam perjalanan ke Emaus, maka para murid tersebut menceritakan semua peristiwa tersebut kepada para murid2 lainnya (ay. 33-35). (lihat juga ay. 19, 22-23, 34).

Lalu apakah arti dari kebangkitan Yesus ini menurut Alkitab: ❶Kebangkitan-Nya memberi Damai sejahtera (ay. 36).Ungkapan “damai sejahtera” biasanya dipakai sebagai salam di kalangan orang Yahudi. Salam ini menunjukkan keakraban di antara masyarakat. Hal yang lebih menarik lagi ialah ketika Yesus menyatakan damai sejahtera, ini adalah bukti Ia tidak memarahi Petrus yang menyangkal-Nya dan berkata: “Aku tidak kenal orang itu” (Lukas 22:57). Demikian juga sikap para murid yang melarikan diri ketika penangkapan-Nya (Markus 14:50), dsb. Yesus memberi tanda bahwa Ia adalah sumber damai sejahtera. Sekalipun kita sering mengecewakan-Nya, Ia tetap mau mencari kita dan menaruh damai sejahtera-Nya kepada kita. Hasil dari damai sejahtera ini adalah adanya sukacita (Yohanes 20:20b). Kehidupan ini pasti akan menghadapi pergumulan, tantangan, kesulitan, namun ingat di dalam semua hal tersebut, kita bisa melihat bahwa kehadiran Tuhan Yesus memberi sukacita. Di mana Yesus hadir, di situ ada sukacita, walaupun di tengah persoalan hidup yang berat. ❷ Kebangkitan-Nya Fakta Kebenaran (ay. 38-43).Pada saat para murid masih ragu dan takut, Yesus bertanya “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan dalam hati kamu?” Istilah “terkejut” dalam kata aslinya: “tarasso”, yang berarti terganggu. Biasanya kata ini menjelaskan praktek membangkitkan emosi. Jadi, dapat disebut bahwa para murid sedang mengalami gangguan/kebingungan terhadap nasib mereka setelah Yesus mati. Betapa memprihatinkan kondisi para murid yang belum memahami secara utuh tentang karya Kristus. Dalam mengatasi keadaan para murid ini, Yesus menunjukkan diri-Nya dan keberadaan-Nya kepada mereka. Ay. 39 “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini”. Identitas ini bukan hanya menunjuk pada roh Yesus, namun juga fisik dan tubuh Yesus. Karena itu Yesus mengundang murid-murid agar menggunakan indra peraba mereka untuk meyakini bahwa setelah kebangkitan-Nya, Yesus masih mempunyai daging dan tulang. Ia pun meminta sesuatu untuk dimakan.

Berdasarkan bukti-bukti ini, kita melihat bahwa kebangkitan-Nya yang nyata ini memberikan keajaiban di hadapan para murid. Yohanes 20:20 “Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka”. Yesus menggunakan luka-luka itu sementara waktu, sampai Rasul-rasul yakin sepenuhnya bahwa Ia bangkit dari antara orang mati. Kematian dan kebangkitan Kristus terbukti bukan sebuah mitos, namun sebuah fakta sejarah. Namun sebagai orang percaya, kematian dan kebangkitan Kristus tidak berhenti sebagai sebuah fakta sejarah tetapi sebagai bukti iman bahwa Anak Allah telah mati dan bangkit menebus dosa manusia, mengalahkan maut dan naik ke surga untuk menyiapkan tempat bagi kita, umat tebusannya. ❸ Kebangkitan-Nya sesuai dengan Firman (ay. 44-45). Dikatakan dalam Mazmur 16:10 “sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudusMu melihat kebinasaan”. Bahkan Ia sendiri telah menyatakan kebangkitan-Nya dalam Matius 16:21 bahwa Ia akan menderita dan akan dibangkitkan pada hari ke tiga. Setelah peristiwa ini, Paulus juga menyinggung kembali di dalam 1 Korintus 15:3-4. Jadi, kita melihat bahwa kedatangan, kematian hingga kebangkitan-Nya telah dinyatakan secara kekal di dalam Firman Allah. Kebangkitan meneguhkan Firman dan Firman juga meneguhkan kebangkitan Kristus. ❹ Kebangkitan-Nya menjadi dasar pertobatan dan pengampunan (ay. 46-47).Kekristenan merupakah sebuah panggilan berdasarkan kebangkitan Kristus. Tidak ada orang yang mengaku Kristen tanpa pertobatan dan pengampunan dosa. Kebangkitan Kristus menjadi dasar pemberitaan pertobatan dan pengampunan dosa. Dengan demikian, seseorang dapat menjadi umat Allah karena ia telah mengalami pemulihan relasi pribadinya dengan Allah. Kekristenan dimulai dari karya Allah untuk mengasihi orang berdosa. Mesias yang menderita dan bangkit memberi anugerah pertobatan dan pengampunan dosa. Inilah dasar dan sumber keselamatan. Kebangkitan Yesus sangat penting bagi keselamatan kita. Kubur yang kosong telah menunjukkan bahwa Yesus hidup. Semua karena karya sempurna dari Kristus. Salib melambangkan kematian tetapi kubur kosong melambangkan kehidupan. Kita menjadi murid Kristus karena berita kebangkitan. Dalam 1 Korintus 15:14 Paulus berkata “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu”. Ayat 17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”. Ayat 20 “Tetapi yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal”. Bila kebangkitan Yesus ini menjadi dasar hidup kita, marilah kita menghidupi panggilan-Nya.