Pengkhotbah

Perikop
Kejadian 39:1-23

Ringkasan Khotbah

Tuhan selalu menilai secara objektif setiap perilaku kita umat manusia dan kita harus menyadari bahwa Tuhan menghendaki agar kita berperilaku terhormat dan terpuji. Yusuf dalam bacaan ini menunjukan sikap yang baik yaitu menghargai tuannya dan hal ini dilakukannya untuk menghormati kekudusan Tuhan. (1) Tuhan selalu menyertai Yusuf (Kejadian 39:2-3, 21 dan 23). Dalam kehidupannya Yusuf telah melewati pengalaman hidup: 1) dimanja dan dikasihi oleh ayahnya; 2) dijual menjadi budak dan masuk penjara; 3) menjadi orang yang berpengaruh di Mesir. Tetapi dalam kehidupannya Yusuf selalu mengalami penyertaan Tuhan dan yang menjadi kunci utama keberhasilannya adalah kehadiran Tuhan. Yusuf mengalami kehilangan kasih dari orang yang mengasihinya dan hidup yang menyenangkan, tetapi ia mendapat yang jauh lebih besar yaitu penyertaan Tuhan. Segala sesuatu yang dikerjakan Yusuf berhasil. Cara Allah bertindak dan berpikir berbeda dengan apa yang kita pikirkan sehingga tidak mudah untuk kita pahami (Yesaya 55:8-9). (2) Yusuf membangun kejujuran di hadapan Tuhan (Kejadian 39:9b). Yusuf selalu disertai Tuhan dalam kehidupannya, tetapi semua ini tidak akan memiliki arti apa-apa apabila dia sendiri tidak memiliki hidup yang baik di hadapan Tuhan. Tawaran yang sangat menggiurkan dari istri Potifar ditolak oleh Yusuf, karena tawaran ini menyeleweng di hadapan Tuhan. Perzinahan bertentangan dengan sifat Allah yang kudus. (3) Yusuf berani berkata tidak untuk kesenangan pribadi (Kejadian 39:8). Yusuf menolak godaan dan rayuan dari istri Potifar untuk berzinah dengannya, sekalipun harus kehilangan pekerjaan dan dimasukkan dalam penjara. Kesenangan pribadi ditolak olehnya karena dikuatkan oleh Tuhan dan dia penuh dengan Roh Allah. Orang yang takut akan Tuhan akan mengetahui batas-batas mana yang patut dikerjakan dan mana yang tidak patut dikerjakan, sekalipun itu mengorbankan kesenangan dan kenikmatan pribadi. (4) Bertanding dalam pertandingan iman yang benar (1 Timotius 6:12). Dalam bacaan ini istilah bertanding dijelaskan dengan arti mempertahankan kehormatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus berjuang dalam perjuangan iman yang benar. Dimana pertandingan iman kita adalah: menderita demi kekudusan di hadapan Allah dan menderita demi mempertahankan kehormatan nama Tuhan dalam pelayanan kita. Marilah kita merebut hidup kekal karena kita semua dipanggil untuk membela injil dalam jabatan apapun dimana Allah menempatkan kita. Kita perlu mendoakan para majelis gereja kita agar mereka boleh terus berjuang untuk memperjuangkan kehidupan rohani daripada kesenangan dan kenikmatan pribadi. Kebajikan yang terpuji di mata Tuhan adalah tidak menjual ketaatan demi kesenangan dan kenikmatan sementara di dunia.