Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:1-14

Ringkasan Khotbah

Kita sedang belajar dari Roma 8 ini, dan hal-hal yang sudah kita pelajari sejauh ini adalah :

– Orang kristen harus hidup menurut roh (ayat 4)

– Memikirkan hal-hal yang dari roh (ayat 5)

– Mengingini hal-hal yang dari roh (ayat 6)

– Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah (ayat 11)

Kesimpulan sampai dengan ayat 14 adalah : “Hidup menurut roh adalah hidup dengan dituntun dan diarahkan oleh Roh Allah, sedangkan hidup menurut daging adalah hidup yang mengikuti keinginan hati sendiri.” Karena itu orang Kristen memiliki arah hidup jelas, meski kita tetap memiliki kelemahan-kelemahan dan kadang gagal. Bagaimana hidup yang dipimpin oleh Roh Allah secara konkrit? Apa tanda-tanda orang yang dipimpin oleh Roh Allah?

  1. Memiliki hubungan baik dengan Roh Kudus

Roh Kudus adalah satu oknum di dalam Tritunggal. Oknum berarti ada kepribadian, pemikiran sendiri, perasaan dan kehendak sendiri. Hidup dipimpin oleh Roh Kudus jelas adalah hidup yang memiliki hubungan baik, manis dan senang dengan Roh Kudus. Sebagai orang Kristen kita tidak boleh mendukakan Roh Kudus, (Ef 4:30). 4 hal yang mendukakan Roh Kudus : (1) dusta, perkataan tidak benar, (2) marah, (3) mencuri (uang, waktu, kemuliaan Tuhan atau orang lain), (4)  kata-kata kotor, yang menyakiti orang lain (Ef 4:25-29). Roh di dalam kita dikatakan seperti rem yang mencegah kita mencelakakan diri sendiri dengan melakukan hal-hal jahat ini.

Sebaliknya kita harus menyukakan Roh Kudus. Hal-hal yang menyukakan Roh Kudus : (1) ramah, (2) penuh kasih mesra, (3) saling mengampuni (Ef 4:32).

  1. Senang dengan kebenaran (Yoh 16:12-13)

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, dan Roh Kudus menjelaskan kepada kita akan keselamatan. Karena itu orang yang dipimpin oleh Roh Kudus pasti suka baca Firman Tuhan, suka belajar, dan berkumpul untuk PA.

  1. Ada kehausan rohani yang sehat

Bukan cari karunia tapi cari akan Roh Kudus itu sendiri. Tuhan sudah berjanji siapa yang mencari akan diberikan Roh Kudus. Orang kristen yang dipimpin Roh Kudus tidak pernah puas, selalu ada kehausan rohani. Dalam kekristenan tidak ada istilah tamat dalam bertumbuh secara rohani.

  1. Suka bersatu, kerendahan hati (Fil 2:1-3)

Roh yang ada dalam diri kita mempengaruhi pikiran dan kehendak kita sehingga ingin jadi satu dengan sesama saudara seiman. Hal ini tidak mudah, hanya bisa dikerjakan dengan merendahkan diri, sama seperti Yesus mengosongkan diri (Fil 2:4).

  1. Seluruh unsur kepribadian kita disukai orang lain

Kita perlu selalu memeriksa, apakah kita disukai oleh saudara-saudara seiman. Bila tidak disukai orang tidak beriman karena iman kita apa boleh buat. Bila kita dipimpin oleh Roh Kudus pasti sikap kita akan diubahkan, dan kita akan menghasilkan buah roh yang tertulis dalam Gal 5:22-23. Tidak ada orang yang tidak suka karakter-karakter buah roh ini, sehingga bila kita bisa menghasilkan buah roh pasti akan disukai oleh orang-orang sekitar kita.

Firman Tuhan mengajak kita hendaklah penuh dengan Roh. Bukan kadang-kadang saja bisa menunjukkan sifat-sifat buah roh, atau disukai oleh teman tertentu saja karena suka bantu, bukan seperti itu, tapi biarlah setiap saat kita bisa dipenuhi oleh Roh Kudus. Setiap pagi kita bangun marilah kita pertama-tama berdoa minta hari ini juga hati kita dipenuhi oleh Roh Kudus.