Pengkhotbah

Perikop
Roma 5:12-21

Ringkasan Khotbah

Dampak dari pelanggaran yang dilakukan Adam menyebabkan semua orang jatuh ke dalam dosa baik hati, kehendak, emosi dan keberadaanya secara menyeluruh. Manusia sudah terkutuk. Maka pada zaman Nuh Tuhan menghukum manusia. Manusia tidak pernah berpikir siapa penciptaNya, untuk apa dia hidup. Dalam Kej. 6:8, Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan (ini merupakan kata pertama kasih karunia yang ditulis). Allah yang membawa manusia kembali padaNya. Seperti kata Paulus, hanya karena Kasih karunia Allah sajalah kita diselamatkan (Efesus 2:8-9).

Mari kita seperti Nuh, pencarian terhadap hidup yang mengasihi Tuhan di tengah dunia yang terkutuk. Inilah yang membedakan kualitas hidup Nuh dibanding manusia lain. Kita juga mari seperti Nuh hidup bergaul dengan Alllah ditengah dunia yang bercela.

Kasih karunia “chen”, menjelaskan pemberian Allah kepada manusia padahal manusia tidak pantas untuk menerimanya. Karena kasih karunia Allah maka orang berdosa dianggap benar di hadapan Allah. Semua manusia telah jatuh ke dalam dosa sehingga kita tidak patut membanggakan diri kita layak masuk soranga. Semakin kita mengerti kebenaran, kita semakin rendah hati. Sebab dibenarkan karena belas kasihan Allah. Karena itu kita mau mengiring Tuhan dengan kerendahan hati.

Seorang tokoh gereja mengatakan manusia ada 4 golongan, yaitu: ❶ Orang yang dibenamkam dalam penyembahan berhala. ❷ Orang yang memang diberitahu mengenai rahasia iman, tetapi karena kehidupan yang penuh kecemaran, dengan perbuatannya ia mengingkari Allah. ❸ Orang munafik yang menutupi kejahatan hatinya dengan berpura-pura. ❹ Dilahirkan kembali oleh Roh Kudus dan menjalani kesalehan yang benar. Berani berkata tidak pada dosa dan tidak kompromi pada dosa. Hanya golongan inilah yang benar-benar diselamatkan. Roma 5:8 menulis dalam status berdosa kita diangkat menjadi orang benar.

Pembenaran, dalam ayat 16 dijelaskan, Allah berkenan memperhitungkan setiap orang yang dianggap benar. Pembenaran artinya kita diterima Allah dalam anugrahNya menjadi orang benar. Kebenaran Kristus diperhitungkan pada kita. Ini adalah karunia Allah. Untuk itu kita perlu iman untuk pembenaran ini. Tadinya ada dosa oleh karena Adam, maka semua keturunan Adam sudah terhisap dalam perilaku Adam. Semua dalam penghukuman.

Orang Yahudi, sangat kental dengan konsep “solidaritas”, mereka tidak pernah berpikir tentang dirinya sendiri sebagai seorang individu melainkan selalu berpikir sebagai bagian dari suku, keluarga bangsa. Pada saat penaklukan Yerikho, ada satu orang yaitu: Akhan (Yosua 7) yang mengambil harta, Tuhan menghukum orang Israel. Hanya karena satu orang mereka kalah dari kota Ai yang kecil.

Pada ayat 12, menyatakan fakta baru: ”Dosa yang telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa.”

Karya yang paling spektakuler yang dilakukan Adam yaitu tidak taat hingga berbuat dosa dan membawa semua manusia jatuh ke dalam dosa karena solidaritas. Karya yang paling agung dikerjakan oleh Yesus Kristus adalah ketaatan dan kebenaranNya untuk membenarkan orang berdosa.

Manusia mengalami 3 bentuk hukuman: ❶ Terputusnya hubungan dengan Allah dlm kehidupan skrg ini (Yoh. 5:24). ❷ Kematian jasmani (Roma 5:13-14). ❸ Hilangnya persekutuan yang harmonis.

Ayat 13 menunjukkan seolah-olah Hukum Taurat salah, Allah yang menciptakan hukum taurat jadi Allah yang salah. Sebelum ada hukum taurat, semua manusia sudah berdosa. Ayat 17 adalah penghiburan kita yang sejati. Paulus menjelaskan hal penting ini bagi orang yang percaya yang telah menerim pembenaran karena Kristus. Bagian mereka yang pasti adalah “akan hidup dan berkuasa”.

Jikalau kita mengirng Tuhan, dan tidak selalu menang spektakuler terhadap dosa, mari kita tetap mengevalusi diri kita sehingga kita orang Kristen yang selalu berjuang untuk taat terhadap kebenaran. Dalam dan oleh kebenaran Kristus, kita tidak saja memperoleh piagam pengampunan, tetapi juga hak kehormatan, tidak saja dilepaskan dari rantai yang mengikat. Kita diampuni dan menjadi umat pilihan.

Buah dari pembenaran ini adalah: Beroleh pembenaran untuk hidup, menjadi orang benar, dan beroleh hidup yang kekal. Kekristenan selalu menganggap bahwa tujuan menjadi Kristen lebih penting daripada status, hidup kekal lebih penting dari status orang Kristen. Karena itu mari berlomba mengejar hidup kekal. Tugas kita menjadi hamba kebenaran yang dikuasai kebenaran dan menghasilkan perilaku keadilan baik kepada Allah maupun sesama.