Ringkasan Khotbah

Hari ini adalah Hari Ibu Internasional yang dimulai oleh seorang Kristen yang ingin mengingat kasih mamanya dan meminta kepada Pendeta untuk mengadakan ibadah. Hal ini sudah berlangsung selama satu abad lebih dan menyebar ke berbagai negara. Hal yang penting adalah hari ini dimulai di gereja dan dari seorang Kristen. Hari Ibu ini sangat alkitabiah dan sesuai dengan Hukum Taurat kelima yaitu: menghormati orang tua. Kita merayakan hari ini sambil mengingat Kasih Ibu dan Kasih Allah yang dicerminkan melalui Kasih Ibu.

Rasul Paulus menulis dalam surat Tesalonika bagaimana pelayanannya sama seperti Kasih Ibu. Ayat 7: Berlaku ramah. Ramah merupakan ciri khas seorang Ibu yang mengasihi anaknya. Kata lainnya adalah murah hati, lemah lembut, kind, kindness, yasashii. Orang Jepang sangat suka yasashii. Berdasar angket untuk memilih teman hidup, orang Jepang memilih orang yang yasashii menjadi kriteria nomor satu. Ciri khas orang Indonesia yang sangat terkenal juga adalah ramah tamah dan kita bersyukur dalam budaya kita ada ramah tamah.

Ramah artinya sifat yang menyukakan Allah (ayat 4) dan tidak mencari pujian manusia (ayat 6). Seperti Ibu yang mengasihi anak bukan karena ingin dihargai mertua atau teman tetapi hanya ingin dipuji Allah saja. Buah dari ramah yaitu mengasuh (support) dan merawat (menolong, membantu).

Sifat ramah dari Ibu merupakan salah satu dari sifat Allah. Dalam Yesaya 63:8-9 tertulis bahwa dari permulaan Allah mengangkat dan menggendong Israel sama seperti Ibu. Allah membuat berbagai mujizat untuk orang Israel. Kehidupan orang Israel berbeda dengan suku bangsa lain karena Tuhan sudah memberi cara hidup dan ketetapan dan Hukum Taurat.

Seorang Ibu akan mengasuh anaknya dari bayi dan mendengar setiap tangisannya. Orang Israel yang terus bersungut-sungut di Padang Gurun berbeda dengan bayi yang menangis. Tetapi Tuhan tetap mengasuh mereka selama 40 tahun. Tuhan tetap memperhatikan mereka sama seperti seorang Ibu.

Pada saat orang Israel menderita, Tuhan juga turut menderita. Tuhan tetap bersama dengan pergumulan orang Israel. Allah turut merasakan, bukan hanya melihat dari atas saja. Seperti dalam surat Ibrani 4:15-16, Tuhan adalah Imam kita yang turut merasakan kelemahan kita. Yesus selama di dunia banyak mengalami kelemahan seperti, lapar, haus, mengantuk dsb.

Ayat 8: Istilah kasih sayang ini hanya dipakai satu kali saja dalam alkitab. Terjemahan Indonesia lama yaitu sangat sayang, sangat rindu. Kasih sayang ini bila diartikan adalah sungguh ingin rindu dengan kamu dan sampai siap membagi hidup dan memberi nyawa.

Ini adalah salah satu sifat Ibu yang berkorban siang malam untuk anaknya. Paulus berkata: Bukan hanya Injil yang kami bagikan kepada kamu tetapi juga hidup kami diberi kepada kamu karena kamu telah kami kasihi, kamu sudah menjadi anakku, kekasihku.

Kasih Allah kepada manusia adalah kasih Agape yang tidak pernah berubah. Yesus turun ke dalam dunia bukan tiba-tiba tetapi sudah direncanakan (Markus 12:1-8). Pemilik kebun anggur mengirim utusan kepada penggarap-penggarap anggur tetapi semua dibunuh bahkan anak pemilik kebun anggur sendiri pun ikut dibunuh. Meskipun begitu, Allah tetap mengasihi umatNya karena mereka sudah menjadi kekasih Allah. Kasih Allah banyak dicerminkan melalui kasih Ibu seperti Ibu Musa, Samuel, dan Maria. Kasih Ibu mencerminkan Kasih Allah.

Ayat 10: Tuhan adalah saksi kesalehan, keadilan dan tidak bercacatnya pelayanan Paulus. Paulus adalah teladan dalam pelayanan (2 Tes 3:7) begitu juga dengan kasih sayang Ibu yang dapat mempengaruhi yang lain dan menjadi teladan bagi orang lain.