Ringkasan Khotbah

Hari ini kita belajar tentang kasih dan pemeliharaan Tuhan, jikalau kita membaca keseluruhan perikop dari ayat 20-31, secara ringkas inilah hikmat Tuhan bahwa seseorang dapat memelihara kehidupannya jika ia bisa hidup bersama dengan gembalanya sendiri, Tuhan ingin kita bisa belajar mengelola kehidupan ini agar berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Sejalan dengan tema tahun ini, Tuhan dengan rela hati memanggil umatnya, Allah menunjukkan diriNya sebagai gembala. Kita tahu bahwa domba begitu riskan dan sebagai binatang yang lemah. Kekuatan si gembala merupakan penentu keselamatan si domba tersebut, yaitu pentingnya pemeliharaan dari si gembala. Reformator gereja Calvin mengatakan “Gereja sebagai sarana yang diberikan Allah kepada orang-orang percaya yang lemah untuk membina dan memelihara mereka dalam iman, karena gereja adalah persekutuan orang-orang lemah yang berkumpul untuk mendengar firman Tuhan yang diberitakan oleh orang-orang lemah lainnya”. Allah memakai peran antara gembala dan domba ini untuk menjelaskan bahwa hidup ini tidak bisa kita hidupi dengan kekuatan kita sendiri. Kalau kita perhatikan ayat 30 bahwa Allah menyertai mereka, menunjukkan bahwa Allah ada bersama-sama dengan umatnya. Kata menyertai dalam bahasa aslinya “bayit” = rumah yang adalah tempat tinggal. Rumah adalah tempat bersekutu, menikmati hidup dan memuji Tuhan. Tuhan menjelaskan kepada umat Israel bahwa Tuhan menyertai atau tinggal bersama-sama dengan mereka agar mereka terpelihara. Jika kita hidup dengan cara kita sendiri, maka kita dalam posisi terancam karena kita jauh dari Tuhan. Kalau kita menyelidiki kata rumah ini, ditulis dengan sifat maskulin.

Sang gembala tinggal bersama-sama dengan dombanya, (Yoh 10:14) “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku”. Kalau kita kembali melihat tentang pengertian rumah ini, disana dijelaskan tentang kondisi dimana Tuhan ada bersama-sama, Tuhan menjamin keberadaan umatNya. Rumah digunakan untuk menjelaskan relasi antara Tuhan dan umatNya. Rumah menjelaskan bagaimana pentingnya kita belajar menghargai, paham untuk apa kita berkeluarga dan menghormati tanggung jawab dalam menjalani kehidupan untuk menjaga dan memelihara. Aku akan mendirikan bagimu taman kebahagiaan = tanaman terkenal, menunjukkan kepada sebuah hasil tanah yang menjanjikan. Ditulis dalam bahasa aslinya taruk (Yes 11:1, Yeremia 23:5); tunas (Yer 23:5, Zak 6:12). Tuhan berjanji akan bertindak memulihkan, memperhatikan dan tidak akan meninggalkan domba-dombaNya sendirian. Dikatakan bahwa Tuhan akan mencari para domba yang hilang dan tidak membiarkan dombanya berjalan sendiri. Menjadi hal yang berlawanan atau kontras dari ay. 5-6, bahwa domba menjadi makanan bagi para gembala-gembalanya, mereka tidak memperdulikan umat Israel. Konteks yang dibahas oleh Yehezkiel pada saat itu adalah, ❶ Gembala menggembalakan dirinya sendiri (ay. 2,8) nabi, para imam membiarkan orang-orang bekerja bagi para pemimpinnya di Israel; ❷ Para gembala hanya menikmati hasilnya (ay. 3).

Karena itulah Allah sendiri bertindak menjadi hakim bagi umatNya akibat penderitaan yang berlangsung terus menerus (ay. 17,20,21), 3 kali pemisahan dijelaskan disini. Kejahatan yang terjadi pada saat itu, dimana para pemimpin membiarkan umatnya dalam kesusahan, maka Allah bertindak untuk menjadi hakim yang adil (Maz 82:1-4, Mat 25:31-34), Tuhan dapat memberi keadilan di tengah dunia yang fasik ini. Ketika Tuhan menjadi hakim bagi umatnya ditulis bahwa ada sebuah perjanjian damai bagi umatNya. Allah akan mengangkat Gembala bagi mereka (ay. 23), nubuatan akan keturunan Daud yaitu Mesias yang akan menggembalakan umatNya. Mengapa disebut nama Daud disini? Dalam sejarah, Israel menjadi satu, kuat dan kokoh dalam zaman Daud, maka ini menjadi dambaan keadaan yang dinantikan saat kedatangan Mesias nanti ( Yoh 10:11). Yesus telah membuktikan pemeliharaanNya bagi kita karena ia adalah gembala yang baik. Sudahkah kita memahami makna kehadiran gembala dalam hidup kita? ❶ Gembala wajib melindungi kawanan ternak dari serangan binatang buas atau pencuri (1 Sam 17:34-35). ❷ Gembala harus mengganti bila ada domba yang hilang (Kej. 31:39). Allah berjanji akan memberikan berkat (ay. 26-27). Setiap orang percaya akan menerima berkat yang telah disediakan bagi mereka oleh Tuhan. Tuhan menegaskan kembali bahwa ia akan mencurahkan segala hal yang baik bagi umat-Nya. Kita bersyukur Tuhan menggembalakan kita dengan Firman-Nya, sehingga kita makin jelas akan tujuan hidup kita. Ada prinsip yang penting bahwa domba mencerminkan pemeliharaan sang gembala, jika dombanya tidak pernah dipelihara, maka domba akan menjadi kurus dan kurang sehat. Disinilah Tuhan membuktikan bahwa Ia akan mencurahkan berkat-berkatNya sampai kekekalan. Biarlah kehadiran Tuhan memberikan keamanan sebagai bukti pemeliharaan-Nya atas hidup kita. Marilah kita mengandalkan kekuasaan-Nya.