Pengkhotbah

Perikop
Efesus 4:20-32

Ringkasan Khotbah

Orang Kristen sejati adalah orang yang sudah dibenarkan dan terus diperbaharui. Setiap orang yang telah diselamatkan, akan terus ada peluang untuk jatuh dalam dosa, sehingga kita perlu terus diperbaharui. Kehendak Allah dalam hidup umatNya adalah:

– terus bergairah mengiring Dia

– terus dibangun sehingga kita memancarkan karakter Kristus ditengah-tengah dunia (kesalehan). Inilah karakteristik yang membedakan kita dengan orang-orang duniawi.

Didalam kesalehan, terkandung rasa hormat dan kasih kepada Allah. Ada kesadaran bahwa kita hidup karena Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita, memberikan anugrah keselamatan kepada kita. Kesalehan itupun adalah anugerah dari Allah, yang membuat kita sadar akan pentingnya pertumbuhan rohani yang terus diperbaharui. Didalam kitab Wahyu, Tuhan marah kepada jemaat Laodikia karena mereka suam-suam kuku. Allah ingin kita melakukan tindakan nyata yang membuat hidup kita mengalami pembaharuan terus menerus. Hal ini dapat dimulai dengan merenungkan Firman Tuhan setiap hari, agar perasaan, pikiran, pengertian kita dikuasi oleh Tuhan.

Paulus menuliskan bahwa jemaat Efesus yang sebelumnya tidak percaya, telah diubahkan menjadi jemaat yang sejati didalam Tuhan, mengenal Dia (Ef 4:20). Arti dari “mengenal” adalah kita memiliki hubungan intim dengan Tuhan. Mengenal Kristus bukan hanya mengenal ajaran Yesus saja, tetapi juga belajar, menerima, taat (menjadi muridNya) dan melalukannya. Disinilah kita menjadi milikNya, menerima Dia dan seluruh pikiran, tindakan kita dikuasai olehNya. Dalam Ibrani 5:8 “Mengenal”, mengandung arti “to learn (belajar)”, kita taat, menjadi “murid” Kristus. Marilah kita belajar (mengenal Dia) dengan membaca dan merenungkan FirmanNya.

Paulus menekankan kepada jemaat tentang pembaharuan (contohnya dalam Roma 12:2). Paulus menuliskan tentang pembaharuan hati dan cara pikir kita secara total (bermetamorfosis), dan tidak seperti yang dahulu. Metamorfosis memerlukan proses dan waktu. Juga Allah sendiri yang mengkreasikannya, karena hanya Tuhan sajalah (bukan manusia) yang mampu memetaformosiskan, mengubahkan orang jahat menjadi baik (Luk 16:31). Biarlah kita merelakan hati dan pikiran kita (dengan sikap rendah hati) untuk mau dibentuk dan diperbaharui oleh Tuhan. Setelah kita diperbaharui, Paulus berkata dalam Ef 4:24, agar kita mengenakan manusia baru.

Hal-hal praktis tentang tanda-tanda sikap orang yang telah diperbaharui: belajar berkata benar/tidak berdusta (ay. 25), tidak berbuat dosa saat marah (ay. 26), tidak memberi kesempatan (tempat, kedudukan) kepada iblis (ay. 27), yang mencuri bertobat (ay. 28), tidak berkata kotor (ay. 29), tidak mendukakan Roh Kudus (ay. 30), membuang segala kepahitan (Roma 3:14), ramah-penuh kasih mesra-saling mengampuni (ay. 32).

Berbahagialah orang yang kesukaanNya adalah Firman Tuhan, yang merenungkan dan melakukannya.