Ringkasan Khotbah

Kota Tesalonika, pada tahun 50 Masehi, masuk dalam wilayah Makedonia (Yunani sekarang), dan saat ini adalah kota terbesar kedua di Yunani. Jemaat Tesalonika ini didirikan sendiri oleh Paulus dalam perjalanan misinya yang kedua. Orang-orang Yahudi di Tesalonika ini sangat membenci Paulus, dan sangat berbeda dengan orang-orang Yahudi di tempat lain. Mereka bahkan bersekongkol dengan preman untuk mengganggu pelayanan Paulus. Karena kerusuhan di sini, Paulus tidak bisa tinggal lama, harus menyingkir. Kita akan belajar prinsip penting tentang jemaat Tesalonika.

 

  1. Mereka adalah jemaat Tuhan yang bertumbuh dalam firman (1 Tes 1:6)
    Mereka menerima, mengambil dan memegang firman Tuhan di tengah-tengah penderitaan mereka yang hebat. Mereka menjadikan itu pegangan hidup dan akhirnya menghasilkan buah keteladanan. Mereka telah menjadi penurut Kristus, imitasi Kristus. Hendaknya jemaat GIII Tokyo juga bisa menjadi imitasi-imitasi Kristus. Meneladani bagaimana sikap Yesus terhadap orang asing, orang sakit, kerasukan setan, dll.
  2. Mereka adalah jemaat yang berjalan dengan Allah, dan menyenangkan Allah.
    Jemaat Tesalonika sudah melakukannya, tetapi Paulus menekankan agar mereka lebih sungguh-sungguh lagi melakukannya. Bagaimana mereka harus mengendalikan diri mereka dalam kekudusan. Mengambil seorang perempuan menjadi istri. Tapi inti dari yang disampaikan Paulus disini adalah tentang bejana, atau tubuh kita. Mengendalikan tubuh kita (dorongan seksual) untuk kemuliaan Allah. Kita dipanggil bukan untuk melakukan hal yang cemar.
  3. Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang menyatakan kasih dan persaudaraan.
    Mereka menolong yang membutuhkan, mereka saling menasehati dan saling membangun. Meskipun mereka sedang dalam penderitaan yang hebat. Tapi Paulus menekankan mereka untuk lebih sungguh-sungguh lagi. Bagaimanakah kita, kita mungkin tidak dalam penganiayaan, tapi apakah kita sudah menunjukkan kasih dan persaudaraan? Apakah kita lebih mementingkan penyelesaian masalah kita saja, sehingga lupa melihat kesusahan orang lain?
  4. Jemaat Tesalonika adalah jemaat yang tetap tabah dan beriman kepada Tuhan di tengah-tengah penderitaan. Jemaat Tesalonika mengalami penganiayaan dan penindasan karena percaya kepada Tuhan. Tetapi Paulus bermegah, kagum, atas ketabahan, kuat hati dan iman dari  jemaat Tesalonika.

Kiranya jemaat GIII juga bisa belajar dan mengikuti teladan jemaat Tesalonika ini. Menjadi jemaat yang setida dalam berbagai kebajikan, meski di tengah-tengah pergumulan dan kesusahan.