Ringkasan Khotbah

Beberapa waktu yang lalu kita sudah belajar mengenai bagaimana menjadi setia dalam berbagai kebajikan melalui jemaat Tesalonika. Hari ini kita akan belajar dari jemaat Filipi. Filipi sama seperti Tesalonika berada di daerah Makedonia. Dalam Kis 16, Roh Kudus menghalangi Paulus melayani di daerah Asia dan menuntun ke daerah Makedonia (Eropa). Kota pertama yang dilayani Paulus adalah Filipi. Di sana memang ada orang-orang yang menjadi percaya, tapi ada juga orang-orang yang tidak suka dan menghalang-halangi pelayanan Paulus, sehingga Paulus dimasukkan ke dalam penjara. Tapi penjara tidak menghalangi pekerjaan Tuhan sehingga kepala penjara pun menjadi percaya. Paulus menulis surat Filipi pun ketika ia dalam penjara. Paulus dipenjarakan karena injil, tapi lagi-lagi itu tidak menghalangi Paulus melayani.

Alasan Paulus menulis surat kepada jemaat Filipi adalah karena ada kekacauan dalam jemaat. Hari ini kita belajar mengenai tiga nasihat yang diberikan Paulus kepada jemaat di Filipi.

1. Memiliki pengetahuan yang benar dalam memuliakan dan memuji Allah. (1:9-11)

Paulus menasehati agar jemaat Filipi memuliakan dan memuji Tuhan berdasarkan pengertian yang benar. Kata memuji di sini dalam bahasa asli Yunaninya adalah epainon, yang sama artinya dengan kata memuji yang dipakai Daud dalam Mazmur 35:28 : “Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari.” Apakah dasar kita memuji dan memuliakan Tuhan sudah sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Sebagai gereja interdenominasi, kita berasal dari berbagai gereja dengan denominasi yang berbeda, yang memiliki gaya memuji Tuhan yang berbeda-beda. Dalam hal memuji Tuhan, segala sesuatu harus diuji dengan kebenaran Firman Tuhan, bukan dengan kebiasaan kita di gereja asal kita. Contohnya dalam Firman Tuhan tertulis bahwa segala sesuatu harus dikerjakan dengan sopan dan teratur, jadi memuji Tuhan harus berjalan dengan sopan dan teratur. Tapi ada yang lebih penting lagi daripada memuji dalam ibadah. Melakukan kebenaran Firman Tuhanlah pujian yang sejati, itulah yang lebih penting. Untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan itu, kita perlu untuk mengerti dengan benar kebenaran Firman Tuhan tersebut. Inilah kerinduan Paulus terhadap jemaat di Filipi, yang berlaku juga untuk kita.

2. Memiliki hati seorang hamba sama seperti Kristus. (2:5-8)

Di antara surat-suratnya, Paulus hanya menyebut diri hamba Kristus Yesus di surat Filipi (Fil 1:1) dan surat Roma. Pasal 2 berisi penjelasan Paulus mengenai sifat-sifat Kristus (Kristologi) yang begitu kuat, yang ditekankan pada hal betapa Yesus memiliki hati seorang hamba. Dalam pasal 3 Paulus memperkenalkan diri sebagai orang Yahudi asli suku Benyamin yang adalah orang Farisi, suatu status yg meski sangat tinggi tapi bagi Paulus adalah sampah dan ia rela jadi hamba. Sepertinya dalam jemaat Filipi ada masalah kerendahan hati (4:2) sehingga Paulus begitu menekankan mengenai sikap sebagai hamba ini. Nasehat ini berlaku bagi kita, agar kita mau merendahkan diri untuk sehati bersama-sama melayani. Marilah kita belajar dari Yesus dan Paulus yang tidak memandang status sosial tapi merendahkan diri dan menjadi hamba, sehati untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan.

3. Setia mendukung pekerjaan Tuhan (4:14-18)

Jemaat Filipi sudah turut mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dengan cara mendukung Paulus. Mengenai itu Paulus mendorong mereka agar tetap setia dalam mendukung pekerjaan Tuhan. Dan Paulus memberikan penghiburan bahwa Allah sendirilah yang akan mencukupkan segala keperluan kita menurut kekayaan dan kemuliaanNya.

Biarlah nasihat-nasihat Paulus terhadap jemaat Filipi ini menjadi pelajaran penting bagi kita untuk hidup berjemaat di GIII Tokyo ini.