Posted by Ingot Siagian

Kalau kita coba memahami keadaan kota Efesus pada waktu itu, seperti kota di Amerika Serikat, New York! Pusat perdaganan, ekonomi, turis dan asimilasi berbagai macam budaya. Kemashyuran kota Efesus sangat terkenal karena banyaknya kuil yang dipengaruhi oleh penyembahan berhala. Kuil Dewi Diana yang merupakan salah satu tujuh keajaiban dunia pada waktu itu.

Kita sebagai jemaat Gereja Interdenominasi Injili Indonesia Tokyo harus mendengar apa yang Yesus bicarakan kepada kita melalui hamba Tuhan. Dia ada disini, Dia ada di persekutuan jemaat, Dia ingin kita tahu bahwa Dia ada diantara kita. Dia tahu apa yang kita kerjakan selama 31 tahun, jemaat setia, berkorban, alkitabiah. Itulah sebab Gereja ini menjadi dewasa. Walaupun jemaat silih berganti, kembali ke Indonesia atau pindah ke negara lain, tetapi jumlah jemaat bertambah dan juga kwalitas rohani.

Yesus mengatakan secara langsung dan tegas dengan kritikan, “Engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”. Bagaimana dengan kita? Kwalitas, loyalitas, integritas tidak berarti apa-apa kalau kita tidak memiliki kasih kepada Yesus Kristus. Kita sama dengan jemaat di Efesus, kasih semula adalah kasih pada saat kita pertama kali bertobat, rindu dekat dengan Tuhan. Seiring dengan berjalannya waktu perhatian kita mungkin terbagi, kita tidak memproritaskan Tuhan. Kasih itu semakin pudar. Tuhan Yesus merindukan kasih daripada apa yang kita perbuat bagiNya. Dia harus menjadi yang Pertama dan Utama. Gereja yang baik adalah gereja yang mempunyai kasih semula, kasih sejati dan memancarkan keharuman Kristus.

Sebab itu 1) Ingatlah, kasih sejati tidak terlepas dari kebenaran Firman Tuhan. 2) Bertobatlah, sekalipun pelayananmu baik, engkau mungkin masih hidup dalam dosa. Tunjukan pengakuan bertanggung jawab terhadap kesalahan dan jahui dosa. 3) Lakukanlah kembali kepada yang pertama, pekerjaan yang kita lakukan pada waktu kita masih mempunyai kasih yang pertama. Sepanjang Alkitab, Allah adalah Yang Pertama dan Utama (Ulangan 6 ay 5, Matius 22 ay 37). “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”. Seluruh aspek kehidupan kita didasari oleh hubungan kasih kepada Tuhan dengan komitmen dan kesetiaan total. Dari kitab Kejadian- kitab Wahyu, God is Number One, Yang Awal dan Yang Akhir, mengungkapkan kekekalanNya. Allah adalah Alfa dan Omega, Yang telah mati dan hidup kembali. Tuhan ingin kita semua kembali kepada Dia. Orang yang menang adalah orang Kristen yang setia dan tekun sampai akhir melawan dosa dan iblis. Tidak ada gereja yang tidak perlu berperang, kemenangan bukan dicapai dengan kekuatan sendiri tetapi dengan tetap setia kepada Kristus sampai akhir karena kemenangan sudah dicapai melalui kemenangan Kristus dikayu salib. Pohon kehidupan yang tadinya akan diberikan kepada Adam dan Hawa telah ditarik kembali oleh Allah dari mereka karena ketidaktaatan mereka. Kini pohon kehidupan itu akan diberikan kepada setiap orang yang menang yaitu mereka yang telah mentaati firman Tuhan dan mengalahkan kuasa jahat.  (SU/20/08/30)