Pengkhotbah

Perikop
Efesus 4:1-10,16

Ringkasan Khotbah

Ketika Tuhan membentuk Gereja, Ia menunjukkan gambaran yang sangat unik yaitu tubuh manusia yang terdiri dari berbagai anggota tubuh yang berfungsi untuk saling melengkapi, menghargai. Kita seharusnya menyadari siapa kita sebagai umat Allah, berjemaat membaca Firman Tuhan memuji kemuliaan Tuhan melayani orang lain dan saling membantu untuk bertumbuh bersama, sehingga Gereja menjadi tempat yang penuh kasih, pengampunan dan pengharapan.

Tuhan mengatur komunikasi dengan manusia, juga mengatur komunikasi dengan segala ciptaanNya. Namun manusia semakin maju seakan akan manusia lebih pintar dari Tuhan, manusia telah diperbudak oleh kemajuan jaman, manusia bahkan menjadi ilah bagi diri sendiri.

Bapa Gereja Agustinus menulis anugrah yang disediakan Allah kepada umatNya:

  1. Prevenient Grace. Anugrah supaya bisa percaya Yesus Tuhan yang telah memanggil kita.
  2. Cooperation Grace. Anugrah untuk bekerja sama dengan Roh Kudus. Anugrah ini terjadi karena kasih karuniaNya terlebih dulu telah membaharui roh kita. Setiap orang perlu rendah hati bertekuk lutut kepada Tuhan, saling mengoreksi, masing masing mengevaluasi diri.
  3. Suffusion Grace. Anugrah keselamatan dalam Kristus lebih dari segalanya, orang semakin mengasihi Tuhan.
  4. Effisient Grace. Roh Kudus secara leluasa memakai kehidupan kita untuk menjadi alat sebagai orang percaya terus menerus memerlukan kemurahan Allah bagi kita.

Martin Luther sering menyebut orang Kristen sebagai ” Kristus Kecil” bagi sesamanya. Dalam relasi satu dengan yang lain hendaklah memperkenalkan Kristus. Kristus telah merendahkan diri sampai kepada kematian, Kristus adalah nilai yang paling sempurna. Bentuk perlindungan Allah diwujudkan dengan mengorbankan AnakNya diatas kayu salib. Allah juga melindungi umatNya dengan memagari mereka dengan malaikatNya, Ia juga senantiasa menunjukkan perlindunganNya melalui kuasa dan pekerjaan Roh kudusNya

Memang melayani itu tidak mudah, begitu sulit bagi kita untuk bersatu tetapi Roh Kudus akan menolong kita untuk bertumbuh dan layak menjadi pelayan Tuhan. Yang terutama, kita harus memberikan hati kita, takut dan tunduk kepada Allah, tunduk kepada bimbingan Allah sehingga berkenan di hadirat Allah dan menjadi berkat bagi sesama.

Paulus menjelaskan dalam Efesus 4 ayat 1-10,16, tentang kesatuan tujuan yang dapat membantu kita mengatasi berbagai pendapat dan perselisihan. Kita perlu bergabung erat belajar bersama saling mendukung, secara efisien dan efektif berfungsi diikat menjadi satu, diarahkan kepada tujuan yang sama memuliakan Yesus, sehingga Gereja menjadi tempat yang bebas dari perselisihan dengan mengingat fungsi Gereja yang sebenarnya.