Ringkasan Khotbah

Berkobar-kobar berarti tekun dan sungguh-sungguh dalam menjalani tanggung jawab kekristenan di hadapan Tuhan. Hal ini dibuktikan melalui ketekunan berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Pada pasal 12 memulai dengan berita penganiayaan yang dilakukan oleh penguasa (ay. 1) kepada beberapa jemaat. Herodes ini adalah Herodes Agripa, cucu Herodes Agung yang memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Herodeslah yang menyuruh membunuh Yakobus (ayat 2). Yakobus sendiri adalah murid Yesus yang dipanggil-Nya di danau Galilea (Matius 4:21; 20:21) dan ia termasuk murid yang sering mengikut Yesus dalam pelayanan-Nya (Markus 5:37). Herodes juga yang memenjarakan Petrus (ayat 4). Demi menyenangkan hati orang Yahudi, Herodes memenjarakan hingga mau membunuh Petrus. Apa yang dapat dipelajari dari manusia jahat ini? a) Orang yang mencari muka dan perhatian manusia, tidak memiliki takut akan Allah. b) Hati nuraninya pun menjadi tumpul sehingga ia berani membunuh orang lain demi tujuan tersebut. Melalui kedua fakta ini, kita belajar tentang kedaulatan Allah: ❶ Ia mengizinkan keadaan tenang dan penganiayaan secara seimbang dan di dalamnya Ia terus membangun kekuatan iman umat-Nya. Buktinya Gereja mula-mula dapat melewati semua kesulitan mereka. ❷ Dalam kedaulatan-Nya, Ia dapat melepaskan Petrus tetapi mengizinkan Yakobus mengalami pembunuhan. Apakah Ia tidak adil? Tentu saja Tuhan sangat adil dalam segala hal yang Ia izinkan untuk dialami oleh Gereja-Nya. Mari kita lihat pengertian jemaat yang berkobar-kobar bagi Allah (5).

Kembali kepada pasal 12, kita akan memperhatikan beberapa bukti komitmen jemat yang berkobar-kobar di sana: Mereka tekun berdoa (ayat 5). Kita sudah sering melakukan dan juga mendengar tentang praktek hidup berdoa. Kata “berdoa dengan tekun” (Yun: proxeuchomai ektenes) ini, sama dengan yang dipakai di Lukas 22:44, ketika Tuhan Yesus semakin sungguh-sungguh berdoa di taman Getsemani. Doa yang dinaikkan dengan tekun dan tiada putus-putusnya, menunjukkan kesetiaan kepada Tuhan. Bagaimana doa kita pada masa kini? “Doa menjadi tanda yang sangat penting dan bukti kehidupan rohani yang sehat. Iman dalam Kristus terpelihara segar dan hidup melalui doa. Di dalam doa, orang-orang percaya mendekat kepada Yesus Kristus dan menunjukkan bahwa mereka bergantung pada-Nya.” Salah satu penyebab iman menjadi lemah adalah kurangnya kehidupan doa kita. Pada saat kehidupan doa menjadi lemah dan mati, mudah sekali muncul sikap yang tidak Kristiani. Tidak ada lagi kerendahan hati, mengutamakan orang lain dan kerinduan memuliakan Allah. Tetapi justru muncul berbagai hal seperti: percaya kepada diri sendiri (generasi Z), kritik, kepahitan, kesombongan dan kurangnya kasih kepada orang-orang yang tidak percaya. Doa merupakan pembicaraan kita dengan Allah. Ketika kita mengalami kesusahan dan kepedihan, alangkah indahnya bila kita dapat menyendiri bersama Allah dan menyerahkan kepada-Nya seluruh kehidupan kita.

Mereka berkumpul dan berdoa (ayat 12). Salah satu ciri khas Gereja mula-mula adalah berkumpul dan memecahkan roti serta berdoa (Kisah Rasul 2:42). Dalam berbagai kesulitan yang mereka alami, tidak pernah surut semangat mereka untuk bersekutu. Dalam doa mereka, selalu meminta keberanian untuk menghadapi penderitaan mereka (4:29). Tetapi dalam kedaulatan-Nya, Tuhan dapat melakukan melebihi dari doa yang dinaikkan oleh jemaat. Tuhan melakukan keajaiban di tengah mereka melalui kuasa Allah yang bekerja di tengah jemaat yaitu membebaskan Petrus dari penjara (ayat 6-11). Meskipun dengan penjagaan yang sangat ketat (ay. 4) tetapi malaikat Tuhan membawa Petrus keluar dari dalam penjara secara ajaib. Keajaiban Allah lainnya adalah malaikat menampar Herodes hingga mati (ayat 20-23). Mungkin Herodes sudah berpikir bahwa tidak ada yang dapat menyentuhnya karena dia sebagai kepala wilayah. Tetapi bagi Tuhan, persoalan Herodes ini bukanlah sesuatu yang sulit untuk diakhiri. Tuhan tetap menang terhadap keangkuhan manusia. Allah telah menjawab doa mereka ketika Petrus dikembalikan ke tengah-tengah mereka pada saat itu.

Biarlah melalui hati yang berkobar-kobar bagi Allah dapat menjadi tempat di mana kuasa Allah terus dinyatakan. Berjuanglah dan berdirilah sebagai orang yang teguh dan setia kepada Kristus di tengah penderitaan sekalipun.