Ringkasan Khotbah

Gereja apabila diandaikan sebagai bangunan, Kristus adalah fondasi yang penting. Sehingga gereja yang kehilangan Kristus adalah gereja yang mati dan runtuh. Kita menjadi jemaat bukan karena pilihan kita tetapi dipilih oleh Kristus.

Pada saat penulisan surat Ibrani ini, terjadi penganiayaan jemaat di daerah Ibrani, dan masih banyak orang yang kuat dalam Yudaisme. Surat ini ditujukan untuk menguatkan hati para jemaat.

Pada bacaan kali ini, ada 3 poin yang dapat dipetik:

  1. Bahasa asli kata “dibersihkan” (ayat 22)
  • Hagios: pembersihan hati oleh Allah

Pada saat orang lumpuh diturunkan di depan-Nya, Dia berkata: “dosamu sudah diampuni”

Bagi Tuhan, lebih mudah menyembuhkan lumpuh daripada mengampuni dosa manusia, karena untuk mewujudkan pengampunan dosa itu harus ada pengorbanan domba Allah di atas kayu salib.

  • Kataros: pengudusan yang terus-menerus

Tidak boleh main-main dengan kekudusan yang telah diletakkan oleh Allah di dalam kita.

  1. Pegang teguh dalam pengharapan (ayat 23)

Pengharapan adalah saur (jangkar) yang kokoh. Janji pengharapan dari Allah adalah janji yang kuat, tidak seperti janji manusia. Janji sesama manusia (promise) harus dilihat dari orangnya, sedangkan janji Allah (covenant) adalah janji dilakukan terhadap orang lain dan diri sendiri, sehingga pemenuhannya tidak tergantung pada orang lain. Kita harus pegang Tuhan dan janji-Nya.

  1. Memperhatikan sesama, bukan sebagai tujuan tetapi sarana (ayat 24)

Dalam gereja, sesama jemaat harus saling memperhatikan dan saling mendorong. Kata “mendorong” di sini lebih mengarah kepada provoke atau stir up. Dalam mendorong sesama kita, kita harus menjadi orang yang dapat menasihati orang yang berdosa, maupun orang yang sedang bergumul.