Ringkasan Khotbah

Arti kata setia berarti tetap bertahan / konsisten pada waktu senang ataupun susah. Sedangkan arti kata saleh berarti rasa hormat yang disertai rasa kasih kepada Allah. Perasaan ini dibangkitkan oleh kesadaran akan kebaikan-kebaikan Allah terhadap kita. Yang menjadi pergumulan kita saat ini adalah bagaimana kita bisa tetap setia dan saleh? Yaitu dengan mempersembahkan hati kita kepada Tuhan. Seorang tokoh Kristen John Calvin berkata “Hatiku kupersembahkan kepada Tuhan dengan segera dan ketulusan”. Inilah yang Tuhan mau, yaitu untuk kita selalu mempersembahkan hati kepada Tuhan. Jika Paulus dulu tetap menjadi penginjil di Antiokhia, di dalam kota yang makmur dan damai, di dalam Gereja yang indah dengan begitu banyak nabi dan berkat-berkat yang besar, tidak ada seorangpun di Asia Kecil atau Eropa yang diselamatkan. Agar mereka diselamatkan, Paulus rela menderita pukulan, dicambuk, dirajam, diperlakukan sebagai sampah dunia, namun dalam keadaan ini, orang lain, melihat kasih Allah, orang-orang mendengar berita tentang salib dan mereka diselamatkan. Paulus tetap mengasihi mereka, itu karena Paulus berkobar-kobar untuk melayani Tuhan.

Kesetian, ❶ memberitakan Injil (ayat 21, 24), Paulus setia memberitakan Injil di Derbe (ayat 21). Mereka memperoleh banyak murid. Murid adalah orang percaya yang memiliki kebiasaan untuk diajar dan menerimanya lalu melakukannya. Kita perlu belajar untuk bukan hanya sekedar menjadi pengikut/follower, Tuhan menginginkan kita tidak hanya berhenti sampai level follower, kita harus lebih lagi sampai level sebagai murid. ❷ Mereka kembali ke Listra, Ikonium dan Anthiokia (ayat 21), apa tujuan Paulus kembali ke berbagai tempat ini? Paulus terus mempertajam dan memperdalam pengertian murid kepada Injil. Inilah cara membangun jemaat yang kuat. ❸ Di kota Pisidia dan Pamfilia (ayat 24-25), mereka memberitakan (Yun = laleo) yang berarti berbicara, mengajar (Kis 14:1), sama dengan PA (Pendalaman Alkitab) masa kini. ❹ Kembali ke Antiokhia (ayat 26-28), setelah berhasil dalam pelayanan, mereka tidak melupakan Gereja pengutus, para pendoa dan pendukung selama perjalanan misi pertama.

Kesalehan, ❶ Bertekun dalam iman (ayat 22), setelah beberapa hari lamanya Paulus tinggal di Antiokhia, ia berangkat lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk saling menguatkan dan meneguhkan. Mengapa hal ini perlu dilakukan? Alasannya karena jemaat ini baru dibangun, namun mereka menghadapi berbagai tantangan dan penganiayaan. Mereka menasehati supaya bertekun di dalam iman. Bertekun berarti tetap teguh dan bertahan untuk masuk dalam Kerajaan Allah, kita harus mengalami banyak sengsara. ❷ Memperhatikan orang lain (ay 23), penatua (presbyter) biasanya dipilih dari antara Jemaat yang sudah memiliki kehidupan rohani dan kesaksian yang baik (Titus 1:5-9). Orang yang saleh seperti Paulus, memperhatikan kerohaniaan orang lain. Paulus dan Barnabas sangat terbatas untuk menjangkau berbagai tempat untuk memelihara iman rohani orang lain. Salah seorang penafsir berkata: “Ia tidak mengabaikan tempat-tempat yang sudah pernah dikunjunginya, tetapi meninggalkan beberapa orang supaya memupuk tanaman yang masih muda itu dan melanjutkan apa yang telah dimulai”. Paulus tidak membiarkan orang lain bergantung kepadanya, dia tidak membutuhkan pujian. Dia menempatkan penatua untuk membantu pelayanannya. ❸ Berdoa dan berpuasa (ay 23), sebelum Paulus dan Barnabas memulai misi penginjilan mereka, jemaat di Antiokhia berdoa dan berpuasa terlebih dahulu dan meletakkan tangan mereka atas Paulus dan Barnabas. Inilah yang menunjukkan Gereja yang bertumbuh. Lihat dalam Lukas 12 tentang bagaimana Yesus berpuasa semalam-malaman sebelum memilih murid-muridNya. Paulus pun beribadah, berdoa dan berpuasa saat mereka menggumuli para penatua yang akan melayani di tengah Jemaat, mereka sungguh-sungguh menggumulkan.

Semakin serius kita mengikut Tuhan, kita harus makin lebih dekat kepada Tuhan. Ketika berbicara tentang kesalehan, kita diajarkan untuk terus setia dan memiliki kerinduan untuk melayani orang lain. Mari semakin hari kita semakin setia kepada Tuhan.