Ringkasan Khotbah

Kejadian Pentakosta sangat berarti, andaikata tidak ada Pentakosta tidak ada Jemaat Kristen di dunia. Melalui pencurahan Roh Kudus, orang-orang percaya berubah total dimana sebelumnya mereka tidak mau mengerti Firman Tuhan, mereka hanya pengikut. Setelah pencurahan Roh Kudus, mereka menjadi pemimpin yang kuat. Di hari Pentakosta ini terjadi pertobatan besar-besaran, orang-orang Israel menjadi ingat akan kebaikan Tuhan, mereka sadar bahwa mereka membutuhkan Yesus, mereka mengakui dan menerima Yesuslah Mesias yang dinantikan. Pentakosta, kepenuhan Roh kudus, mereka menyaksikan Injil melalui perkataan, melalui keadaan, melalui perbuatan kasih.

Setelah dikuasai Roh Kudus, Jemaat mulai bersaksi 2:22-24, nubuatan melalui Yoel terwujud. Petrus mulai bersaksi mengenai Yesus yang tersalib, mengenai kebangkitan untuk melepaskan kita dari kuasa maut. Salib memberikan gambaran yang menyeluruh kepada kita yakni tentang kematian penebusan Tuhan Yesus untuk membayar harga dosa-dosa kita dan kebangkitanNya untuk melepaskan kita dari kuasa maut. Jika bukan itu tujuan kematian Kristus di kayu Salib, kita semua tetap bersalah di hadapan Allah dan tidak berdaya ketika berhadapan dengan maut. Namun melalui iman kepadaNya, kita menerima pengampunan atas dosa kita dan jaminan bahwa maut tak dapat mencengkeram kita.

Dalam sejarah Gereja, orang percaya bersaksi dengan perkataan. Martin Luther mengatakan orang percaya hidup melalui iman. Di dalam kurungan ia menulis 50 surat sampai sekarang surat-surat tersebut disimpan dalam musium. Ia berdiam diri di hadapan Tuhan membuat Alkitab dalam bahasa Jerman (Perjanjian baru), ini permulaan sejarah Protestan, perkataan Yesus tidak dapat dikurung.

Bagaimana Nabi-nabi berkata-kata dalam Perjanjian Lama, (Yeremia 20:8,9) kondisi Yeremia begitu sukar saat itu. Kenabiannya ditentang, ia sangat putus asa dan sempat juga berpikir tidak akan mengingat Tuhan dan panggilanNya. Namun ia sadar bahwa ia tidak sanggup melarikan diri jika Tuhan sudah mengutusnya karena ada dorongan dari Roh Kudus. Itulah pelayanan, wajar sebagai manusia kita mengeluh, kecewa, namun kita tidak bisa lari dari panggilan itu dan malah itu bisa dijadikan Tuhan masa dimana Ia dapat menunjukkan rencana ajaibnya dan Dia nyatakan dalam kehidupan kita. Amos 3 ay 7,8, Amos seorang peternak domba biasa tetapi tidak bisa diam, ia mulai bersaksi. Semua orang percaya harus bersaksi, Dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru nabi Tuhan berkata-kata dengan dorongan Roh Kudus, tanpa Roh Kudus tidak bisa bersaksi.

Bagaimana mereka bersaksi : 1. Keadaan Jemaat mula-mula ay. 42,43, mereka bersekutu belajar Firman Tuhan, kegiatan Jemaat dimulai, doa bersama, Perjamuan kudus. Jemaat mula-mula merasakan takut akan Tuhan mereka dikuasai Roh Kudus, Tuhan hadir melalui persekutuan, tanda-tanda mujizat terjadi. 2. Ay. 44,45, Persekutuan kasih, saling berbagi, hidup dalam kebersamaan, Roh Kudus datang menginsyafkan dosa. Kasih Allah terwujud karena Roh Kudus hadir. 3. Ay 46, 47, mereka tekun sehati memuji Tuhan dan disukai banyak orang. 4. Kis 4:29-31. Ketika mereka ditekan oleh pemerintah, mereka berdoa, diberikan keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan, bersaksi melalui banyak pengorbanan (Stefanus mati martir). Bersaksi merupakan rancangan Tuhan. Biarlah Roh Kudus berkarya dihati kita sehingga kita mampu bersaksi dan melayani Tuhan.