Pengkhotbah

Perikop
1 Samuel 25:2-43

Ringkasan Khotbah

Sebagai keluarga Kristiani kita patut menikmati waktu yang Tuhan berikan dengan kehidupan yang bernilai kekekalan, belajar untuk mengenal pasangan kita, saling menghargai dan menyadari kekurangan masing masing. Mari kita melihat kehidupan suami istri yang sangat bertolak belakang, Abigail sebagai istri yang bijak sedangkan suaminya Nabal berwatak sangat kasar dan jahat.

  1. Nabal seorang laki laki dari Maon (ayat 2)
    Ia seorang keturunan Kaleb dan sangat kaya, tetapi ia tidak mempunyai pengenalan akan Allah. Istrinya mengatakan ia bersifat bebal (ayat 25 ). Seperti namanya Nabal arti secara harafiah berarti bodoh, tidak bermoral, berwatak serakah, ia juga memiliki sifat yang sombong. Ia belum mengalami kasih anugerah Tuhan. Abigail telah menyaksikan perilaku Nabal dan mengaku akan ketidak jujuran suaminya (ayat 14), pada hari raya dimana Daud memohon belas kasihan Nabal, tetapi ditolak bahkan mendapat penghinaan dari Nabal ketika ia katakan siapa itu Daud, siapakah anak Isai. Ungkapan anak Isai merupakan suatu pencelaan bagi Daud. Abigail menganggap bahwa perbuatan suaminya menghina Daud dan menolak memberikan bantuan adalah perbuatan yang sangat buruk. Sedangkan Daud tidak pernah mengganggu para gembala Naban artinya Daud sedang menjalin kerja sama yang baik dengan menyampaikan salam melalui utusannya.Ia juga seorang pemabuk ( ayat 36 ): Amsal 20:1, 14:16a, Efesus 5:18. Ia membalas kebaikan dengan kejahatan (ayat 21). Mari kita meresponi kebaikan dengan perbuatan yang baik. Upah perbuatan Nabal (ayat 37, 38) mengalami serangan jantung dan kira kira 10 hari kemudian mati. Semua ia miliki tetapi ia tidak mampu menukar dengan kekayaanya, 10 hari ia sangat menderita dihukum Tuhan. Harta kekayaan tidak bisa menjamin kehidupan rumah tangga kita, berdoalah senantiasa kepada Tuhan untuk membentuk hati kita.
  2. Abigail seorang wanita yang bijaksana dan cantik
    Nama Abigail berarti, “sukacita seorang ayah”. Walaupun suaminya adalah seorang yang bebal, namun Abigail tidak terbawa arus oleh sifat suaminya bahkan konsisten bersinar pada saat yang genting. Kaum wanita Kristen harus tetap memperlihatkan karakter Kristus ketika harus menjalani kehidupan dengan seorang suami yang belum beriman dengan melakukan yang baik dihadapan Tuhan.

Perilaku Abigail:

  • Seorang Negosiator (ayat 18), ia berani mengambil inisiatif dengan menanggung kesalahan suaminya, ia segera menyiapkan berbagai macam makanan untuk Daud dan orang orangnya. Ia tidak menunggu sampai suaminya tidak mabuk lagi.
  • Pembawa damai (ayat 24), ia sujud merendahkan diri menyembah dihadapan Daud dengan memohon pengampunan. Tindakan Abigail adalah contoh wanita “peace maker”.
  • Wanita yang beriman (ayat 26-31) menunjukkan ia seorang yang percaya kepada Tuhan dan mengerti hukum hukum Tuhan dan menyampaikan Firman Tuhan kepada Daud. Apapun yang kita hadapi bersama pasangan kita, tempatkanlah Tuhan sebagai pusat iman percaya kepada Tuhan dengan segenap hati sehingga pasangan kita diubahkan.

Upah Abigail (ayat 40-43) menjadi istri Daud. Dari istri seorang yang bebal menjadi istri seorang raja. Suatu pengangkatan dari Tuhan yang begitu indah dan tidak terpikirkan sebelumnya.

Kesimpulan: Biarlah Roh Kudus memimpin kita untuk berani menyatakan Firman Tuhan kepada pasangan kita dengan tegas dan penuh kerendahan hati. Memohon kehadiran Tuhan dalam kehidupan rumah tangga kita. Para ibu perlu meneladani Abigail menjadi pembawa damai, rela berkorban untuk keluarga dan mengembangkan sifat murah hati.