Pengkhotbah

Perikop
Lukas 9:35

Ringkasan Khotbah

Bulan Desember menjelang natal memang adalah waktu yang penuh sukacita. Tapi kita perlu hati-hati jangan sampai makna natal hilang. Malah sering kali dalam kita merayakan natal di gereja timbul perselisihan.

Dalam teks hari ini tertulis satu adegan dimana Yesus dimuliakan. Kalau kita lihat latar belakangnya, di Lukas pasal 9 ini Yesus mempersiapkan murid-murid untuk melayani. Salah satu yang Yesus ajarkan adalah mengenai konsekuensi mengikut Yesus: ❶ Bila mau mengikut Yesus maka perlu menyangkal diri dan pikul salib. Banyak orang maunya membela diri, tapi tidak mau sangkal diri. Adam dan Hawa pun ketika jatuh ke dalam dosa membela diri bukannya menyangkal diri mengaku dosa; ❷ Bila mau mengikut Yesus harus siap untuk dibenci dunia.

Delapan hari setelah Yesus mengajarkan ini, Yesus pergi mengajak 3 dari antara murid-muridNya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk naik ke gunung. Biasanya Yesus pergi ke gunung untuk berdoa.. Akan tetapi murid-murid di sini tertidur. Kemana Yesus membawa ketiga murid ini untuk berdoa rupanya mereka selalu tertidur. Padahal ketiga murid ini bisa dibilang tim inti di antara para murid. Mereka mau diperlengkapi tidak hanya bagaimana berdoa tapi sikap berdoa kepada Bapa.

Kata berdoa di sini berasal dari kata proseuchomai, bentuk katanya terjadi hanya satu kali, tapi punya dampak sampai ke masa depan. Sebenarnya Yesus mengajak murid-murid ini untuk melihat kemuliaan Yesus. Di sana murid-murid tertidur, dan ketika mereka bangun dan melihat kemuliaan Yesus, dikatakan di situ Petrus berkata-kata yang ia sendiri tidak mengerti. Memang bila orang bangun tidur langsung harus bicara kadang tidak jelas bicaranya. Petrus terpukau melihat keindahan saat itu, tapi ia tidak mengerti apa artinya, sehingga berkata-kata yang ia sendiri pun tidak mengerti. Kita pun sering melihat karya Tuhan tapi tidak mengerti apa arti karya Tuhan itu dalam hidup kita.

Di atas gunung Yesus berdoa, lalu datang Musa dan Elia. Doa adalah nafas hidup orang beriman. Doa adalah alat komunikasi dengan Tuhan. Tapi bukan itu saja, doa adalah kedekatan dengan Tuhan. Tuhan adalah mulia dan bila kita dekat denganNya maka kita akan menerima penyataan kemuliaan itu. Sikap yang benar untuk menyatakan kebenaran adalah terus berdoa.

Bagaimana kita bisa mendengarkan suara Tuhan? ❶ Kita perlu belajar Firman Tuhan karena Firman Tuhan adalah isi hati Tuhan. Tidak mungkin kita mengerti kehendak Tuhan tanpa belajar Firman Tuhan. ❷ Perlu berdoa. Jika kita jarang berdoa tidak mungkin kita mengerti kehendak Tuhan. Sikap Yesus dalam hubungan dengan Allah Bapa, adalah Yesus memperlakukan Bapa-Nya secara spesial. Yesus menspesialkan Bapa-Nya baik dari segi waktu maupun intensitas berdoa.

Dalam 2 Tim 3:1-5 dikatakan bahwa pada masa akhir maka manusia akan melakukan berbagai kejahatan. Yang dimaksud masa akhir di sini, bukanlah di masa depan, tapi sudah terjadi. Dosa2-dosa kita ini yang mengakibatkan kita tidak bisa mendengarkan suara Tuhan.

Yesus berdoa selalu di bukit atau gunung, berarti Yesus mengutamakan kesendirian bersama Tuhan. Marilah kita mengkoreksi diri kita selama tahun ini, apakah sudah mendengarkan suara Tuhan dengan merenungkan Firman Tuhan dan berdoa.

Lama setelah kejadian ini terjadi Petrus baru mengerti dan menuliskan pengalamannya ini di dalam suratnya (2 Petrus 1:17-18). Petrus menyatakan pengalaman dengan Tuhan adalah hal yang benar terjadi, dan ini menjadi dasar dari imannya. Ketika Yesus dimuliakan, Allah Bapa berkata “Dengarkankah AnakKu!” Kita harus mendengarkan kata-kata Kristus. Jangan hanya kita sebatas tahu Yesus datang, tapi dengarkanlah Yesus. Sejauh mana kita melangkah bersama Tuhan, bergumul bersama Tuhan. Kalau orang kuat bersama Tuhan pasti teguh meski banyak pergumulan.

Orang yang berdoa menjadi saksi di tengah-tengah dunia, dalam segala waktu dan situasi. Banyak orang mau diajari, dilayani, dinasehati, tapi tidak mau membagi, bersaksi, mendoakan. Petrus mengalami maka dia membagikannya kepada orang-orang lain. Demikianlah hendaknya kita, tekun berdoa, membaca Firman Tuhan, dan bersaksi bagi dunia.