Posted by Yanes Dewangga

Kita hidup di zaman / dunia yang semakin jahat dalam arti dunia semakin modern tetapi justru di tengah itu ada kebanggaan manusia yang jahat di mata manusia dan Tuhan, misal bangga membunuh manusia lain. Ini semua wujud dimana dosa menutup hati nurani manusia dan manusia terpenjara dalam kebutaan rohani. Karena itulah sebagai orang percaya kita harus punya gaya hidup / prinsip yang berbeda dengan dunia ini. Kita perlu punya iman yang mengalahkan dunia dan hal ini tidak bisa lepas dari pribadi Kristus dan kasih Kristus. Pada ayat 1 dan 12 dikatakan orang Kristen yang mampu mengalahkan dunia dimulai dengan percaya kepada Kristus sehingga dengan demikian memiliki kepastian hidup, lalu dibangun dalam hubungan dengan Kristus. Hal ini dikuatkan pada kitab Yohanes pasal 6 ayat 37 dan 39 dan Yohanes 17:2 mengenai setiap orang yang percaya pada Kristus tidak akan dibuang melainkan mendapat janji hidup kekal / kebangkitan di akhir zaman. Inilah hidup penuh kemenangan itu yang dikaruniakan kepada setiap orang percaya. Untuk mencapai ke sana kita butuh iman untuk memandang karya Kristus yang agung ini.

Apakah itu iman? Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu  yang kita lihat (Ibrani 11:1). Iman tidak bergantung pada kehendak manusia melainkan pada pribadi dan kehendak Allah. Supaya kita bisa menuju ke sana kita perlu berjalan bersama sumber iman itu yaitu Tuhan sendiri. Kata dasar iman dalam bahasa Yunani disebut “pisteuo” atau “aman” dalam bahasa Ibrani, contoh pemakaian dalam alkitab mempunyai arti❶ percaya pada perkataan Yesus (Mat 9:22) seperti wanita sakit pendarahan yang disembuhkan,❷ setia dan taat kepada firman Tuhan (Gal 2:16),➌mempercayakan diri (Yoh 2:24) karena tanpa Tuhan kita tidak mampu maka perlu mempercayakan diri kepada Tuhan,❹ percaya butuh pengakuan (Rm 10:9) maka kita harus mengungkapkan identitas sebagai orang Kristen. Dan masih banyak lagi penjelasan kata iman pada Alkitab.

Selanjutnya kita melihat definisi dunia. Dalam bahasa aslinya disebut kosmos yang secara konotasi memiliki arti berikut: ❶ lambang kejahatan (Yoh 7:7),❷ lambang berbagai keinginan dan kesenangan (1 Yoh 2:16),➌ lawan kerajaan Allah (Yoh 18:36),❹ lambang kesementaraan (1 Kor 7:31),❺lambang dari penyesatan (Mat 18:7). Intinya adalah berbagai hal yang bertentangan dengan pekerjaan Tuhan. Karena itu Yohanes pada ayat 5 menegaskan bahwa yang mengalahkan dunia adalah orang yang percaya kepada Yesus sebagai anak Allah. Mengapa demikian? Karena hanya Yesuslah yang pernah mengalahkan dunia (Yoh 16:33). Kata bisa mengalahkan dunia karena Tuhan Yesus terlebih dahulu telah mengalahkannya. Setan yang identik dengan dunia pun telah dikalahkan Tuhan Yesus dalam pencobaan di padang gurun setelah puasa 40 hari 40 malam. Ia tidak memberikan ruang pada setan untuk menang walau ditawarkan hal-hal yang bahkan relevan hingga zaman sekarang ini, yakni kemuliaan, makanan, dan segala isi dunia. Setan mencoba membalikkan kebenaran dengan memberikan tiga hal diatas dengan syarat disembah padahal semuanya itu adalah kepunyaan Allah. Maka kita perlu belajar dari Yesus mengenai siapa tuan dan siapa hamba. Sebagai anak Allah kita adalah pemilik dunia ini maka janganlah kita sampai diatur oleh isi dunia atau mencari isi dunia. Kita perlu menempatkan dunia pada posisinya seperti yang diajarkan Tuhan Yesus pada Matius pasal 4. Dalam mengiring Tuhan kita dicobai oleh iblis termasuk dalam waktu kita dengan Tuhan yang dirongrong oleh hal lain misal kesibukan di dunia maya (internet). Kita perlu untuk mampu mengatur waktu kita dengan Tuhan (menjadi tuan atas waktu kita bukan ikut situasi dunia).

Kita mampu mengalahkan dunia walaupun kita mengalami penganiayaan yang berat oleh kejahatan dunia karena Yesus memberikan pembelaan kepada orang percaya (Yoh 17:12). Dan Ia menjamin kemenangan bagi orang yang berharap kepada-Nya (Yoh 17:24) dan mereka akan dibangkitkan. Ia tidak pernah membiarkan kita dan akan terus menerus menuntun kita pada kekekalan. Sungguh indah janji kemenangan yang Tuhan Yesus beri. Yang Tuhan kehendaki adalah bagaimana kita menghidupi panggilan-Nya, bagaimana kita berjalan bersama-Nya dengan penuh kesetiaan dan ketaatan. Hari ini kita ditantang untuk menang atas dunia / dosa, marilah kita membuktikan bahwa kita adalah orang yang sungguh menang atas segala tantangan dunia, godaan dunia, dan keinginan diri sendiri dengan iman yang bersandarkan kepada Tuhan.