Pengkhotbah

Perikop
1 Korintus 7:1-9

Ringkasan Khotbah

Kalau berbicara tentang kebahagiaan, Alkitablah yang menjelaskan bahwa Tuhan yang merancangkan kebahagiaan itu sejak awal penciptaan. Jangan mencari motivator-motivator, tapi carilah Tuhan. Allahlah yang sudah menyusun segala sesuatu sedemikian rupa sehingga semua berjalan baik tidak dalam kekacauan (Kejadian 1:31). Itu juga yang diperhatikan oleh bapak gereja Agustinus, dia melihat cakrawala tersusun rapi, tidak ada kekacaauan. Padahal dia menganut Manicaesime, yang mengajarakan bahwa di alam semesata ini ada kuasa kejahatan yang terus bertarung dengan kuasa kebajikan. Akhirnya dia tunduk, dia sadar ada pribadi yang mengatur.  Bahkan setelah manusia jatuh dalam dosa sekalipun, Allah terus memimpin anak-anaknya kembali, ada tujuan kemuliaan. Termasuk dalam keluarga, Allah terus memimpin agar kelurga ini bukan saling merusak satu sama lain, tapi saling membangun dan melengkapi.

Kunci kebahagiaan keluarga tertulis dalam 1 Tawarikh 17:27. Otoritas dalam rumah tangga adalah otoritas sama-sama saling melayani. Masing-masing perlu pimpinan Tuhan. Rahasia pernikahan yang berbahagia menurut tokoh dalam kehidupan keluarga: a. Memberi waktu untuk berbicara/ada komunikasi yang baik. Kita perlu belajar bagaimana berkomunikasi secara sehat. Menurut ahli komunikasi keluarga Thomas Harris, ada berbagai peran yang dipilih seseorang dalam berkomunikasi dengan sesamanya. ❶ Peran orang tua, cenderung menasihati, menghukum atau mengatur orang lain. Peran ini dapat membuat pasangan merasa haknya dirampas. ❷ Peran anak: seseorang cenderung bergantung, menolak tanggung jawab, kurang inisiatif, tidak pernah serius. ❸ Peran dewasa: ia bersikap dewasa, menciptakan suasana dialog, memberikan kebebasan pendapat dan bebas mengeluarkan pendapat.

  1. Menyelesaikan masalah secara dewasa dan bersama-sama. Di taman Eden juga ada fakta suami istri tuding menuding. Sampai pada situasi seperti ini, Adam dan Hawa tidak cerai. Dengan rendah hati menerima konsekuensi dari Allah.

Dalam pasal 6:12-20 ada nasihat agar tidak melakukan percabulan. Ditutup pada ayat 20 yang jadi ayat terpenting. “Sebab kamu telah dibeli dan harga telah lunas dibayar…” Dasar kekristenan inilah yang hendaknya membentuk keluarga yang berbahagia. Orang yang dipenuhi Roh Kudus adalah orang yang bertekun dalam tugas panggilannya.  Mengenai pasangan yang tidak percaya tertulis di 1 Korintus 7:10-16. Tetaplah berjalan sesuai dengan ordo. Suami tetap sayang pada istri, istri hormat kepada suami.

Gereja Korintus sangat bertumbuh. Tapi di Korintus pada waktu itu ada kerusakan moral. Mereka menulis surat kepada Paulus, supaya mereka jangan kawin, padahal sebenarnya mereka hidup dalam percabulan. Dalam ayat 9, Paulus menegaskan, kalau tidak tahan godaan baiklah punya suami atau istri sendiri. Kepada pasangan sendiri itulah kita perlu berbagi hidup, sharing life. Marilah kita saling peduli, saling mendukung. Kalau bukan kita, siapa yang bersimpati kepadanya.

Berbagai keintiman dalam keluarga: ❶ Keintiman emosi: ada kedekatan secara perasaaan, terbuka dan memberi perhatian penuh. ❷ Keintiman sosial: meskipun suami banyak tahu hal pengetahuan tentang teologi, sosial, ekonomi, dll, tidak berarti dia tak butuh pasangannya. Harus saling berbagi kasih, bertumbuh dan saling melayani. ❸ Keintiman seksual; Keintiman spritual: adanya kehidupan rohani yang sehat, menghidupi Firman secara serius. Sesibuk-sibuknya keluarga kita, atur dan buatlah altar keluarga. Tidak perlu lama-lama, yang penting bisa bersama-sama berdoa, bernyanyi. Di situ kita perlu hadir sebagai rekan doa, membaca Firman sama-sama bagi pasangan kita.

Bagaimana iman mempengaruhi keluarga: bertanggung jawab tehadap pasangan. Kita perlu jujur bahwa dalam pernikahan perlu bertanggung jawab. Mengapa Paulus menasihati untuk tidak saling menjauhi pasangan. Karena keluarga itu perlu usaha bersama pasangan untuk merawat dan memeliharanya. Prinsip hidup dan iman dari hidup Abraham penting. Abrahamlah yang menerima panggilan, tapi dia juga mengajak Sara, tidak meninggalkan Sara. Saya bertumbuh, mengenal Tuhan dengan baik, harus bersama pasangan saya. Jadi saat kita pisah pun bukan supaya tak bertengkar tapi supaya bisa berdoa. Kebahagiaan kita perlu dilandasi oleh Firman Allah.