Pengkhotbah

Perikop
Yakobus 2:21-23

Ringkasan Khotbah

Setiap orang percaya wajib bergumul agar menjadi pelaku Firman dengan menyatakan kasih dan kebenaran Kristus kepada dunia. Namun sangat disayangkan banyak orang Kristen yang salah memahami arti menyaksikan kasih dan kebenaran Kristus. Harus ada iman yang mendasarinya. Iman tanpa perbuatan tidak ada artinya, disebut iman yang mati. Kita perlu menjaga keselarasan antara pengakuan percaya kita kepada Yesus melalui tindakan kita setiap hari.
Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Iman berarti penopang dan landasan kita untuk berdiri bagi sesuatu yang kita harapkan. Jika kita telah memilih Kristen sebagai landasan iman, maka kita harus sadar, menjadi orang percaya memiliki tanggung jawab terhadap Allah yang kita percayai juga tanggung jawab terhadap sesama kita.
Paulus menjelaskan dalam 2 Korintus 4:18, bukan karena yang dilihat tapi yang tidak terlihat, kita dihubungkan dengan sumber Allah yang hidup. Kita kuat karena beriman kepada sesuatu yang tidak kelihatan. Obyek iman kita bukan pada sesuatu yang kita lihat oleh mata kita, tetapi obyek iman kita adalah iman yang berasal dari Firman Allah dan percaya kepada Yesus Kristus. Orang percaya yang hidup dalam penderitaan dan kekurangan harus tetap tegar membuktikan secara nyata kemenangan iman baik rohani maupun jasmani dan terus bersandar kepada Tuhan.
Penerima surat dari Yakobus (Yakobus 1:1) adalah orang-orang Kristen diperantauan. Karena mereka tidak membuktikan kekristenan mereka di lingkungan Gereja yang adalah wadah dimana kita dituntut mengekspresikan kasih lebih nyata tanpa memandang kedudukan, harta, tingkat pendidikan, maka Yakobus mengajarkan kepada mereka hal-hal yang baik. Sebagai orang Kristen kita harus mewujudkan iman melalui perbuatan baik. Iman kita harus menunjukkan siapa kita, iman adalah dasar dari perbuatan baik. Tanpa iman perbuatan baikpun sama sekali tidak bernilai di hadapan Allah.
Mazmur 51:7, 58:4; Yesaya 64:6, kita membutuhkan pengakuan, kita membutuhkan Juruselamat, kita membutuhkan karya Allah.
Yakobus 4:17, “Jadi jika seorang tahu bagaimana harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”. Roh Kudus membentuk moral yang baik, sikap yang benar. Kita diberikan kesempatan, kemampuan dan dorongan dari Roh Kudus untuk berbuat baik. Jika hal ini diabaikan maka seseorang itu telah berbuat dosa.
Iman mutlak menghasilkan perbuatan baik. Iman mutlak menghasilkan perubahan hidup karena Allah telah menaruh iman kepada kita. Kita harus mempertahankan iman melalui tindakan dan berani menyuarakan bahwa kita adalah orang Kristen dan menyaksikan Kristus adalah Tuhan.