Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 21:15-19

Ringkasan Khotbah

Perikop ini adalah perbincangan Yesus dan Petrus. Yesus berkata, “Ikutlah Aku.” Tetapi yang paling ditekankan adalah perkataan Yesus “Apakah engkau mengasihi Aku?” Yesus menutup bagian ini dengan mengatakan, “Ikutlah Aku.” Jadi jika kita mengatakan bahwa kita mengasihi Yesus tetapi tidak mengikuti dia itu berarti kita sama sekali tidak mengasihi Yesus.

Sejenak mari kita melihat tentang perjamuan kudus yang diadakan di gereja.

  1. Berapa kali sebenarnya kita harus melakukan Perjamuan Kudus? Alkitab tidak menyebut angka tertentu. Tetapi yang penting adalah setiap kali melakukan kita memperingati Yesus.
  2. Di Alkitab disebutkan agar jangan mengikuti perjamuan kudus jika tidak layak.

Yang dimaksud dengan tidak layak adalah:

  • Tidak menghiraukan makna sebenarnya dari roti dan cawan, dan melupakan harga yang begitu mahal yang harus dibayar Yesus.
  • Membiarkan perayaan itu menjadi upacara yang mati dan formal, hanya ikut-ikutan.
  • Ikut perjamuan kudus dengan dosa yang masih belum diakui. Perlu persiapan diri dalam menyambut perjamuan kudus (lihat 1 Kor 11:28.)

Sehingga, dalam gereja ada syarat ikut perjamuan kudus:

  1. Percaya kepada Yesus.
  2. Telah menyatakan imannya di hadapan Tuhan dan jemaat.
  3. Tidak memelihara dosa tertentu.
  4. Tidak sedang menjalani siasat/disiplin gereja.

Hal-hal yang salah tentang perjamuan kudus:

  1. Perjamuan kudus dianggap menyelamatkan.
  2. Dianggap mengampuni dosa.
  3. Memperjual belikan roti dan anggur perjamuan.

Petrus awalnya adalah nelayan, dan Yesus memanggil “Ikutlah Aku.” Setelah ikut Tuhan 3.5 tahun Yesus berkata lagi, “Ikutlah Aku.” Yesus konsisten dalam meneguhkan hati Petrus. Panggilan pertama adalah supaya Petrus belajar dan meneladani hidup Yesus. Panggilan kedua adalah pemberitahuan bahwa Petrus akan menanggung resiko karena imannya.

Petrus itu orang yang banyak ngomong, tapi pribadinya labil. Ketika Yesus berkata kepada Petrus, “di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu,” ini adalah kegenapan yang sudah Tuhan tahu dari kekekalan. Yesus mengerjakan sesuatu yang bersifat kekekalan dan tanpa salah. Dalam perjalanan hidup kita banyak yang sudah Tuhan atur dalam kekekalan. Dan bagi Tuhan tidak ada yang kebetulan. Karena itu mari belajar bergantung pada pengetahuan Allah.

Tugas yang harus dilakukan Petrus untuk menjalankan panggilanNya.

  1. Mengasihi Yesus lebih dari orang lain
    Petrus sudah mengikuti Yesus. Tetapi mengapa Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Dia?Pertama, karena Petrus sendiri. Petrus sudah melakukan pengakuan yang luar biasa kepada Yesus, tetapi dia sendiri mengingkarinya. Yesus berkata ini untuk mengkonfirmasi pernyataan Petrus sebelumnya. Yang kedua, Yesus memahami kemampuan Petrus.

    Ada 4 kasih : agape (murni tanpa pamrih), fileo (persaudaraan), eros (antar lawan jenis), storge (kasih dalam keluarga). Awalnya Yesus menuntut kasih agape, tetapi Petrus menjawab kasih fileo. Ayat 16, Yesus kembali menuntut kasih agape, tetapi jawab Petrus kasih fileo. Ayat 17, Yesus menuntut kasih fileo, dan Petrus menjawab kasih fileo. Yesus mengerti bahwa Petrus tidak mampu, sehingga Yesus menurunkan tuntutan. Tuhan kita Maha Tahu, Dia tahu kelemahan kita, sehingga Dia tidak pernah menuntut kita melebihi kemampuan kita.

  2. Gembalakanlah domba-dombaKu
    Kata “gembalakanlah” yang pertama dan kedua menggunakan kata Bosko (memberi makan/ padang rumput). Dan kata “gembalakanlah” yang ketiga adalah Poimaimo yang (pimpinlah, aturlah, rawatlah). Artinya, berilah dulu makanan secara rohani dulu, dan setelah diajar baik-baik, aturlah. Tugas gereja adalah memberi makan secara rohani, dan ini tidak mudah. Dan sudahkah kita menaruh hati ini sebagai domba yang mau digembalakan?Setelah Yesus berkata ikutlah Aku, Yesus berkata pada Petrus kuatkanlah saudara-saudaramu (Luk 22:31-32). Marilah kita mengasihi dan mengikut Tuhan, dan selain itu marilah kita mengasihi dan menguatkan saudara-saudara kita.