Pengkhotbah

Perikop
1 Samuel 1:9-20

Ringkasan Khotbah

Ditengah kemajuan zaman,peran seorang ibu sangat berpengaruh dalam keluarga. Ibu yang baik dan saleh yang bergaul dengan Tuhan mendidik anak-anaknya untuk hidup rukun dan takut akan Tuhan. Sebagai orang tua, mempersiapkan pertumbuhan iman dan kerohanian mereka untuk membantu mengembangkan talenta yang sudah Tuhan tanamkan didalam diri anak-anak. Keluarga merupakan ladang tempat kita menabur benih Firman Tuhan, mengasihi dan membesarkan mereka untuk menggenapkan rencana Tuhan dalam hidupnya.

Alkitab mencatat pengalaman orang saleh memedulikan kerohanian anak-anaknya.Pada Kejadian 22, Abraham memberikan teladan kepada Ishak yang membuktikan ketaatan mutlak akan perintah Tuhan, reaksi Abraham yang memiliki keyakinan bahwa persembahan yang terbaik adalah kerelaan hati dan ucapan syukur.Ayub 1 ayat 4 dan 5, menceritakan bagaimana Ayub, seorang yang saleh selalu berdoa memohon ampun atas kesalahan anak-anaknya.

Hana yang berarti grace/ anugerah adalah istri Elkana dari suku Efraim.Dalam ayat 2-7,diceritakan Hana hidup dengan tekanan pergumulan yang begitu berat disebabkan 1) Elkana memiliki 2 istri.Dalam masyarakat Yahudi sebenarnya tidak dikenal praktek poligami, Alkitab juga melaporkan akibat dari poligami ini Elkana mengalami hal yang sulit dalam relasinya dengan Hana karena adanya kehadiran wanita lain dihati suami.2) Penina memiliki anak sedangkan Hana tidak. Ayat 6-7,Penina telah menyakiti hati Hana. Namun Hana tetap mengampuni mereka,ia bersandar dan berjalan terus dengan Tuhan. Kita sering terpaut oleh kemilauan dunia,sebagai orang percaya janganlah kita terus dikuasai sifat kedagingan tetapi meminta bimbingan Roh Kudus agar kita dirubah,perbanyak bersekutu dengan Tuhan dan mempelajari Firman-Nya sehingga Firman Tuhan menjadi penguasa dalam kehidupan ibu-ibu yang mengelola rumah tangga.

Hana berdoa dengan sungguh kepada Tuhan di ayat 9,10. Doa menjadi kesempatan dan hak yang diberikan Allah kepada umat-Nya untuk berseru kepada Dia. Seseorang yang bergaul dengan Tuhan semakin tunduk,semakin saleh. Hana berdoa ditengah kepedihan.

Ayat 11,ada 3 hal pengakuan hati Hana tentang Tuhan yaitu memperhatikan,mengingat,dan tidak melupakan. Inilah bukti iman seseorang yang berdoa kepada Tuhan. Ibu yang saleh tetap melestarikan pergaulannya dengan Tuhan dan Hana pun bernazar (ayat 11 b).

Penuh dengan kerendahan hati (ayat 15-16). Hana menunjukkan dirinya sebagai orang yang saleh secara vertikal dan juga memiliki sikap yang baik secara horizontal.Walaupun ia menerima luka hati dari Iman Eli,ia tetap menjawab dengan hormat dan kerendahan hati.Teladan Hana,ia tetap saleh di tengah kehidupan yang jahat saat itu,bandingkan pasal 2 ayat 22.

Percayalah kepada-Nya setiap waktu (Mazmur 62:9).Kita harus membiasakan diri untuk sungguh-sungguh percaya kepada-Nya  setiap waktu,sebagai Ibu Kristiani kita perlu  belajar untuk hidup semakin bergantung dan bersandar kepada-Nya karena pertolongan Tuhan yang sama berlaku juga bagi seluruh umat yang berlindung pada-Nya.