Ringkasan Khotbah

Lukas menulis dua kitab yaitu Lukas dan Kisah Para Rasul. Walaupun ia bukan orang Yahudi, Lukas menuliskan secara detil mulai dari kelahiran Yesus, perjalanan pelayanan Yesus sampai perjalanan rasul-rasul memberitakan Injil. Dengan mempelajari kedua surat Lukas ini, mari kita berjuang menjadi anak anak Tuhan yang semakin sungguh di dalam Tuhan. Lukas bukanlah termasuk kedua belas rasul, melainkan orang yang bertobat oleh karena pelayanan Paulus di gereja Anthiokia. Lukas bertobat sungguh-sungguh bahkan terus setia mengiring pelayanan Paulus, sampai Paulus sendiri menulis “tabib Lukas yang setia menemaniku” pada kitab Kolose dan 2 Timotius.

Dalam kalender gereja diseluruh dunia, tanggal 25 Mei adalah hari kenaikan Yesus ke Sorga (40 hari setelah Yesus bangkit). Tujuan Yesus datang ke dunia adalah untuk mengabarkan dan memberikan keselamatan. Setelah itu, Yesus naik ke sorga dengan tujuan:

  1. Membela kita dihadapan Bapa (Roma).
  2. Yesus sebagai kepala akan membawa kita sebagai anggota-anggota tubuh-Nya (Yohanes 14:1-4).
  3. Ia akan mengutus Roh Kudus untuk menyertai kita (Yohanes 16:7).

Dalam Kisah Para Rasul 1:3, dicatat secara jelas bahwa Yesus sudah hidup kemudian naik ke sorga dengan tujuan seperti yang ditulis di atas. Dengan mengerti fakta-fakta ini, kita seharusnya tidak perlu takut akan kehidupan kita kelak setelah kematian jasmani nanti. Dalam Ibrani 7:25 dicatat bahwa Dia sanggup (menjamin) kita untuk mengantar sampai kepada Bapa kelak setelah kematian jasmani kita.

Yesus memerintahkan para rasul dan kepada kita semua untuk menjadi saksi-saksi-Nya. Seperti pada Amanat Agung, kita akan menjadi saksi-saksi-Nya mulai dari Yerusalem, Yudea (tanah orang Samaria), Kaisarea (tanah orang Yunani) sampai ke ujung bumi.  Tujuannya agar seluruh umat Tuhan berorientasi hanya kepada Tuhan. Penafsir menuliskan bahwa awalnya rasul-rasul berpikir untuk meninggalkan Yerusalem dan kembali ke Galilea karena mereka takut setelah Yesus disalib sampai mati. Namun, para rasul taat kepada perintah Yesus untuk tetap di Yerusalem sampai mereka menerima kuasa dari Roh Kudus. Galilea sangatlah tenang, jauh dari hiruk pikuk dunia. Tetapi Yerusalem adalah pusat dari agama, pemerintahan, dsb. Dengan mereka taat tinggal di Yerusalem, Roh Kudus turun 50 hari setelah Yesus bangkit, kemudian banyak jiwa-jiwa dimenangkan. Pada saat Roh Kudus turun kemudian Petrus berkhotbah dan 3,000 jiwa bertobat. Paulus khusus melayani orang-orang non-Yahudi. Salah satu akibat dari pelayanan Paulus adalah kita yang bukan orang-orang Yahudi bisa menerima keselamatan.

Kekristenan kita harus bertujuan untuk kembali kepada Tuhan. Apapun peran, tujuan dan hidup kita, semuanya harus berorientasi untuk kemuliaan Tuhan. Demi mewujudkan itu, Yesus harus selalu berotoritas dalam seluruh hidup kita. Hal ini sudah selayaknya Dia terima karena kasih-Nya yang sangat besar demi kita, membela kita sampai mati di kayu salib demi kita. Kita perlu melihat karya Allah secara utuh. Pertama-tama dalam diri kita sendiri agar seluruh hidup kita berorientasi untuk Allah. Kemudian kepada orang-orang disekitar kita yang belum percaya dengan menjadi saksi-saksi-Nya. Mengiring Tuhan bukanlah tanpa kesulitan, tetapi ada sukacita yang dijanjikan oleh Guru Agung kita, Yesus Kristus.