Posted by Martin Sirait

Tuhan bekerja dalam segala perkara, yang baik dan buruk. Hari ini setelah kita membaca firman Tuhan, kita menemukan bagian yang sangat indah yang disampaikan Paulus. Martil dan pahat bagi seorang pemahat itu sangat penting, dapat menghasilkan masterpiece. Setiap martil itu menghantam batu, batu itu terkikis, semakin hari semakin kelihatan bentuknya. Bagi batu dan pemahat tidak mudah. Demikian juga saat Tuhan menyentuhkan tanganNya bagi kita, melalui pengalaman yang baik dan buruk melalui kepahitan sekalipun, Tuhan sedang membentuk kita menjadi masterpiece. Tuhan menggunakan seluruh keahlianNya, kemampuanNya, bahkan seluruh keberadaanNya untuk menolong kita menemukan panggilan kita, tujuan kita ketika Dia menciptakan kita. Dia bahkan menggunakan situasi kegagalan ketika kita jatuh dalam dosa menjadi jalan mengubahkan, membentuk kita menjadi pribadi yang menyukakan hatiNya.

Ada 3 pokok yang ingin saya bagikan:

  1. Tuhan menggunakan hal yang baik. Pengalaman yang baik adalah pengalaman kita yang positif yang Tuhan izinkan untuk kita miliki, untuk kelak digunakan untuk mencapai tujuan Allah dalam kehidupan kita. Contoh: pengalaman Petrus. Sebagai seorang nelayan, dia tahu bagaimana, kapan, di mana mencari ikan. Tetapi berdasarkan Lukas 5, Petrus sudah semalaman mencari ikan tapi tidak mendapatkan. Petrus awalnya menolak, tapi akhirnya mengikuti perkataan Tuhan Yesus. Petrus akhirnya takjub, karena mengalami pengalaman yang luar biasa. Dia langsung berlutut dan mengaku di hadapan Tuhan Yesus, pergilah dariku karena aku orang berdosa. Yesus berkata mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia.Yesus menggunakan hal yang baik dalam diri Petrus. Dalam Kis 7, Stefanus di bawah ke depan mahkamah agama. Stefanus menjelaskan bahwa Tuhanlah yang memakai Musa. Tidak mungkin bagi Musa tahu kenapa dia diadopsi anak Firaun. Tapi kemudian hari, keahlian Musa yang didapatkan dari Mesir digunakan Tuhan untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir. Tuhan juga menggunakan kecantikan Ester. Ester begitu cantik , dia kemudian menjadi ratu, dan akhirnya dipakai untuk melepaskan umat Israel keluar dari genoside. Tuhan juga menggunakan Paulus melalui surat-suratnya untuk membagungun dasar teologi Kristen yang sekarang. Kita mungkin sekarang sedang kuliah, atau bekerja di perusahaan. Tuhan bisa menggunakan itu untuk kepentingan kerajaan Allah.
  2. Tuhan menggunakan hal yang buruk. Segala sesuatu yang buruk adalah kegagalan dalam hidup kita,, keputusan salah yang kita ambil. Hampir tidak ada orang yang tidak memiliki penyesalan. Kalaulah waktu ini bisa dikembalikan, aku tidak akan berkata begini, tidak akan berbuat itu. Kenapa saya bisa melakukan dosa ini. Kenapa Tuhan izinkan saya jatuh, memberontak, salah. Tuhan tidak mengizinkan. Tetapi kitalah yang tidak melakukan perintah Tuhan. Dalam Lukas 22:31, Tuhan Yesus menggunakan nama Petrus yang lama, yaitu Simon, Simon… lihatlah iblis ingin menampi kami. Dalam rangka iblis mengganggu, menggocoh anak-anak Tuhan, setan harus izin dulu. Siapapun tidak dapat merebut kita dari tangan Tuhan. Yesus tidak berhenti bicara bahwa Simon akan ditampi oleh iblis, tapi Tuhan sudah berdoa untuk Simon. Luk 22:33, Petrus berkata dia bersedia masuk penjara demi Tuhan. Kemudian Yesus menjawab mengenai penyangkalan Petrus. Kain bisa luntur. Tetapi Tuhan katakan supaya iman Petrus tidak rontok, luntur. Sekalipun kita punya pengalaman yang buruk, tapi iman kita tidak gagal. Tetap kembali kepada TUhan. Ketika kembali kepada TUhan, saat itulah Tuhan memakai. Sehingga Yesus mengatakan, ketika engkau sudah kembali, kuatkanlah saudara-saudaramu. Petrus belum menyangkal Yesus, tapi Yesus sudah memberikan pengampunan. Kata yang akan digunakan saat engkau kembali, itu bukan kemungkinan, tapi kepastian. Tuhan Yesus tahu dan menjelaskan kegagalan dan pertobatan Petrus kelak. Tuhan membiarkan kita mengambil keputusan yang salah. Itulah cara Tuhan untuk membuat kita siap untuk pekerjaan Allah. Seolah2, aku akan mengizinkan engkau gagal, supaya engkau mengerti apa yang kau pikirkan tentang dirimu, kuat, bukan lah seperti itu, tetapi engkau lemah, sehingga engkau bertobat. Di antara kita pernah mengalami ini bukan? Alasan kita tidak menemukan tujuan Allah dalam hidup kita karena kita belum bertobat. Kenapa belum bertobat, karena mungkin kita belum gagal, belum mengambil keputusan yang salah. Jadi bagaimana cara membuat Petrus bertobat? Dalam Yoh 1:29 ada kata yang sederhana yang mungkin kita sering abaikan. Yaitu api arang. Api arang itu mengingatkan posisi Petrus saat menyangkal Yesus.
  3. Tuhan juga menggunakan pengalaman yang pahit. Pengalaman pahit itu adalah hal-hal negatif yang bukan kita perbuat, tapi yang dilakukan oleh orang lain. Kita mungkin difitnah, dianiaya, semua hal yang jahat yang ditimpa oleh orang lain kepada kita. Pelecehan, ditekan, gereja di Indonesia dianiaya., diskriminasi. Dalam Kejadian 20:50, Yusuf berkata Engkau sudah merekakan yang jahat, tapi aku mengerti sekarang, melalui hal jahat itu, Tuhan merekakan untuk yang baik. Manusia boleh berkata, hancur hidupmu. Tapi hidup kita tidak berakhir. Hidup kita ada di tangan Tuhan. Tuhan bisa saja mengizinkan kita difitnah hari ini, sehingga kita bisa berempati kepada orang lain. Penderitaan kita dapat digunakan Tuhan untuk menghibur orang lain yang menderita yang sama dengan yang kita derita.

Kiranya panggilan kita makin teguh, bagi yang melayani tidak undur, bagi yang belum melayani ingatlah panggilan Tuhan dan beban yang diberikan bagi kita.