Ringkasan Khotbah

Kisah hidup Yusuf yang sungguh-sungguh berpegang teguh dalam panggilan Tuhan menjadi suatu pelajaran yang sangat berharga dan perlu kita contoh. Penekanan Paulus dalam ayat 9 tentang kebaikan, keadilan dan kebenaran tercipta karena adanya kehadiran terang itu sendiri. Terang tersebut dilambangkan sebagai sebuah kekudusan. Seorang hamba Tuhan menjelaskan bahwa matahari terkadang mengalami gerhana, tetapi orang-orang percaya justru sering kali mengalami ‘gerhana’ yaitu kondisi dimana orang-orang percaya kehilangan terang/kekudusan dari Allah.

Pada abad ke-15, bapa-bapa gereja menuntut hanya orang-orang yang hidup di dalam biara sajalah yang harus hidup kudus dan saleh, sedangkan orang-orang yang hidup di luar biara dibiarkan untuk hidup sebaliknya. Sehingga akhirnya para reformator gereja berusaha agar orang-orang/jemaat yang berada di luar biara juga dapat mengarahkan hidup mereka kepada hidup kudus dan saleh.

Intinya ”seluruh kehidupan orang Kristen harus menjadi semacam praktik kesalehan”, lalu apa dasarnya ”milikilah Kristus di dalam kekudusan-Nya”. Agustinus (St. Augustine) pada abad ke-4 menjelaskan bahwa manusia cenderung berbuat dosa sejak zaman Adam, sehingga sulit untuk dapat memeluk Allah/dekat dengan Allah. Kehidupan orang yang hidup dalam terang memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Jadilah penurut-penurut Allah (ay. 1) => ’penurut’ = mimetes (Yunani) = tiruan / meniru
    1. Meniru pola karakter dalam diri Kristus sendiri
    2. Harus ada kasih Agape (kasih kepada Allah) yang tidak pernah menuntut

・ Umat Allah adalah ’cermin’ Tuhan Allah. Yesus adalah Terang yang telah datang ke dunia ini untuk menerangi hati setiap orang yang percaya. Seperti bulan yang memancarkan terang dari matahari, maka orang-orang percaya haruslah memancarkan terang atau cermin dari Terang Allah itu sendiri.

  1. Jadilah orang yang memiliki kasih. Kasih adalah sifat dasar Allah dan Dia mau agar anak-anak-Nya dapat memancarkan kasih tersebut (1 Yohanes 4:16,20).

Efesus 5:5-6: Dijelaskan bahwa orang sundal = orang immoral; orang cemar = orang yang tidak murni (Wahyu 22:15); orang serakah = orang yang tamak; orang durhaka = orang yang tidak taat. Efesus 5:7: (KJV) Be not ye therefore partakers with them = janganlah kamu mengambil bagian bersama mereka.

・ “pergaulan yang buruk bisa merusak kebiasaan yang baik” (1 Korintus 15:33)

・ telanjangilah perbuatan-perbuatan itu: telanjangilah ayat 11 (elenchete): ”menegur, menyatakan kebenaran”.

・ 1 Timotius 5:20, Titus 1:13, Yohanes 8:46 => kita menunjukkan bahwa kita benar dan mereka salah

Martin Luther: ”Seperti pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sehingga orang Kristen diselamatkan oleh iman untuk menghasilkan karya yang baik untuk melayani Tuhan dan sesama”. Ay. 13 = terang membuat segala sesuatu menjadi jelas.

  1. Memberi yang berkenan

Berkenan (NIV) -> pleases = menyenangkan; (KJV) -> acceptable = dapat diterima

・ Tuhan tidak berkenan kepada perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa (ayat 11)

・ terang berbuahkan hal-hal kekekalan (Luk 12:2-3)

Orang-orang yang berdampak memiliki hal-hal: 1) kebaikan; 2) keadilan (Yunani) ’dikaiosune’ = kebenaran = belajarlah; 3) kebenaran = aletheia (benar atau kebenaran) = keadaan tidak tersembunyi, keadaan menjadi jelas, ketulusan, kenyataan sesungguhnya.

Yohanes 8:12, Yohanes 12:36 → percayalah kepada Yesus yang adalah Terang dunia.