Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:1-11

Ringkasan Khotbah

Tema GIII saat ini adalah “Hidup dan Berkelimpahan”. Beberapa minggu ke depan kita akan merenungkan tema “Hidup”. Hidup yang seperti apakah yang disediakan oleh Tuhan bagi kita? Dalam Alkitab disampaikan ada 2 jenis kehidupan yaitu hidup oleh Roh dan hidup menurut daging.

Hidup menurut daging

Hidup menurut daging sudah dimulai sejak ayat 1 yang berbicara mengenai hidup yang sekarang, artinya ada yang kontras dengan hidup yang sekarang yaitu hidup yang lama, yaitu hidup orang yang tidak ada di dalam Yesus Kristus. Lebih lanjut dalam ayat 2 dijelaskan hidup yang berada di bawah kekuasaan hukum dosa dan hukum maut, artinya suatu waktu pasti akan mati, walaupun tidak tahu kapan karena berada di bawah hukum maut. Adakah di antara kita yang tidak akan mati? Tidak ada yang tidak akan mati karena semua manusia telah telah berdosa (Roma 3:23), sehingga manusia menerima upah dosa yaitu maut (Roma 6:23). Daging yang dikuasai dosa (ayat 3b), artinya kita bukan hanya sekedar berdosa tapi kita dikuasai dosa. Kita sadari hal-hal yang berdosa tapi kita tetap melakukannya, bahkan yang kita pikirkan selalu adalah hal-hal yang berdosa (ayat 4-5). Lebih lagi, kita bukan hanya dikuasai hukum dosa tapi juga bertumbuh dalam dosa. Dosa kemudian berkembang dalam hubungan suami-istri, bahkan dalam hubungan kakak-beradik seperti Kain dan Habel yang berakhir dengan pembunuhan. Seluruh manusia di muka bumi ini hidup menurut daging, dan sangat sedikit yang menyadari bahwa mereka hidup menurut daging. Kita berseteru dengan Allah dan menjadi orang yang tidak mungkin untuk takluk dan berkenan bagi Allah (ayat 6-8). Dengan kekuatan sendiri, manusia tidak bisa lepas dari dosa.

Hidup oleh Roh

Hidup yang Tuhan sediakan bagi kita adalah hidup menurut Roh, dimana tidak ada lagi penghukuman karena berada dalam Kristus (ayat 1), hidup yang berdasarkan Roh, dibebaskan dari hukum dosa dan hukum maut (ayat 2), kita hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal dalam Roh dan menghasilkan damai sejahtera (ayat 4), kita hidup dalam Roh dan Roh hidup dalam kita, kita menjadi milik Kristus (ayat 9), Kristus ada di dalam, roh hidup karena kebenaran (ayat 10), Roh diam di dalam, tubuh yang fana dihidupkan oleh Roh-Nya (ayat 11). Jadi hidup oleh Roh adalah hidup yang kontras dengan hidup menurut daging. Perbedaan antara hidup oleh Roh dan hidup menurut daging adalah kalau hidup menurut daging kita hidup sendiri, tetapi hidup oleh Roh artinya ada Kristus dan Roh Kudus yang memimpin dan selalu bersama-sama dengan kita. Hidup oleh Roh adalah hidup baru yang diberikan Roh Tuhan, sehingga kita tidak menjadi seteru Allah lagi tetapi diubahkan menjadi takluk dan layak di hadapan Allah, dan dipakai Allah untuk kemuliaan-Nya.

Menerima Hidup oleh Roh

Hidup menurut Roh sepenuhnya dibawa dan dikerjakan oleh Yesus Kristus (ayat 3-4). Sebenarnya kondisi Tuhan Yesus sebagai daging sama dengan kita (Yohanes 1:14) hanya bedanya Tuhan Yesus tidak berdosa (Ibrani 4:15). Tetapi karena Yesus sudah menerima kita maka itulah yang membuat Tuhan Yesus waktu mati di kayu salib menggantikan kita, sehingga kita dibebaskan dan kitapun bisa tidak dihukum karena kita sudah berkenan kepada Allah (Yohanes 10:10b).Yang diperlukan agar kita bisa hidup dalam Roh adalah kita masuk dan bersatu di dalam Yesus Kristus, kita percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan Yesus (Yoh 3:16) dan memberi diri dibaptis (Roma 6:3-4). Baptisan adalah lambang bahwa kita percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan. Baptisan sebagai tanda bahwa kita sudah sungguh-sungguh bersatu dan berada di dalam Yesus Kristus. Perenungan hari ini sangat penting bagi para jemaat yang belum memberi diri dibaptis dan sidi. Kita dapat merenungkan bagaimana pentingnya memberi diri dibaptis dan disidi agar Tuhan Yesus penolong yang luar biasa selalu bersama-sama dengan kita. (WR/01/12)