Pengkhotbah

Perikop
Roma 8:18-25

Ringkasan Khotbah

  1. Pengharapan orang percaya. Sebelum percaya Yesus, kita hidup di bawah perbudakan dosa, hidup di bawah hukum maut (kekacauan, ketakutan, penderitaan), kita hidup tetapi kita mati. Setelah kita percaya Yesus, kita dihidupkan oleh Roh Kudus, dimerdekakan dari kuasa hukum dosa dan hukum maut, dan diangkat menjadi anak-anak Allah yaitu ahli waris kerajaan Allah. Tetapi karena masih hidup di dunia, kita masih mengalami penderitaan, diskriminasi, sakit penyakit, dan kita masih bisa kehilangan nyawa kita. Ayat 19-20 menjelaskan seluruh makhluk alam semesta ciptaan Tuhan telah ditaklukkan kepada kesia-siaan. Bagi orang percaya ada jaminan menjadi anak-anak Allah (ayat 23). Kita bukan saja menerima karunia-karunia tetapi kita ditebus dan dijanjikan tubuh kemuliaan, dimana tidak ada lagi tangisan dan dukacita, tubuh kemuliaan yang bisa dinikmati untuk selama-lamanya.
  2. Pengharapan seluruh ciptaan: ayat 21 (bdk Kej. 3:14,17). Ular dihukum, tanah dijadikan terkutuk oleh Tuhan, karena kebobrokan manusia menular kepada seluruh ciptaan-Nya. Janganlah menganggap enteng terhadap dosa, karena efek dosa sangat mengerikan. Jangan biarkan pemulihan yang sudah Yesus berikan kepada kita diganti dengan noda kebinasaan. Kita harus mempertahankan iman dan hidup di dalam-Nya. Pemulihan membutuhkan proses. Ayat 21: Pemulihan penebusan. Seluruh ciptaan Tuhan akan turut dimerdekakan dari perbudakan dan kebinasaan, masuk dalam kemuliaan. Yesaya 65:16 menggambarkan langit yang baru dan bumi yang baru. Ayat 24-25: Setelah penderitaan akan ada sukacita.
  3. Merindukan dengan tekun. Yeremia 17:5-8: Pengharapan di dalam Dia tidak mengecewakan. Roma 5:5: Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita mengetahui isi hati kita jauh ke dalam lubuk hati kita dan akan memberikan semangat dan kekuatan. (SU/02/12).