Pengkhotbah

Perikop
Efesus 5:11-20

Ringkasan Khotbah

Ayat dasar Efesus 5:14. Paulus menghendaki agar setiap umat Tuhan tidak berhenti pada status saja, tapi lebih lagi, mereka harus memasuki tahap-tahap dimana mereka memancarkan kasih Kristus sendiri. Gereja hadir bukan hanya sampai pada saya mencintai hal-hal yang Tuhan cintai. Tapi gereja perlu mempengaruhi jaman, orang sekitar, sehingga mereka juga mencintai apa yang Tuhan cintai. Orang Kristen perlu menyadari panggilan ini. Dunia sedang menuju pada tujuan yang binasa. Tetapi kita dipanggil oleh Tuhan agar kita boleh hidup pada arah yang Tuhan telah tentukan.

Kisah anak Tuhan telah mewarnai sejarah dunia karena mereka memancarkan kasih Allah. Contohnya Yusuf dan Daniel. Mereka itu sebenarnya minoritas dan kekuatan yang mereka hadapi begitu hebat. Tapi integritas mereka telah membuahkan kemenangan yang hebat.

Bagaimana kita bisa memancarkan kasih dan karakter Allah? ❶ Mengenakan Tuhan Yesus Kristus. Dalam Roma 13:14 Paulus menasehatkan: kenakanlah Tuhan Yesus Kristus. Dan dikatakan juga jangan merawat tubuh untuk memuaskan keinginannya. Ini dikatakan kepada orang di Roma yang merupakan pusat pemerintahan, dan ada kaisar juga di situ. Ini tidak gampang. Mengenakan Kristus di tengah ancaman kematian. Tapi Paulus mengatakan jangan pasrah, tetapi kenakanlah Kristus. Dalam kekristenan kita, Tuhan sudah mengantarkan kita pada level kita betemu dengan terang, tapi tidak berhenti di situ saja. Dalam Efesus kali ini, dikatakan bukan hanya sampai tidak berbuat jahat, tapi telanjangilah perbuatan jahat itu. Dengan kata lain, orang Kristen jangan hanya sampai pada level netral, tapi harus menelanjanginya. Menelanjangi artinya mengekspose, mempermalukan, menegur perbuatan dosa tersebut. Yesus datang untuk menelanjangi kegelapan. Yesus menelanjangi  ritual orang Yahudi. Mereka sombong, munafik, menekan orang-orang.  ❷ Hidup dengan arif (15), Paulus berkata perhatikanlah dengan seksama bagaimana kamu hidup. Kata saksama menjelaskan sesuatu dengan perkiraan akurat, teliti. Paulus mengingatkan orang Efesus untuk memperhatikan dengan saksama bagaimana kehidupan mereka. Jika ini dikaitkan dengan kekristenan, apakah kita memperhatikan dengan saksama apa yang dikehendaki oleh Allah? Orang arif menunjukkan sikap yang menghormati kebenaran. Kebenaran harus jadi yang utama untuk mengalahkan kegelapan. ❸ Dikendalikan oleh kehendak Tuhan (ay. 17), orang cenderung mencari apa yang nyaman bagi dirinya. Sering sekali orang mencari kehendak Tuhan tapi mengesampingkan kebenaran. Sesungguhnya, kehendak Tuhan tidak pernah terpisah dari kebenaranNya. Di Perjanjian Lama, ada orang yang mencari kehendak Tuhan tapi Tuhan tidak menjawab, yaitu Saul. Ternyata sebelumnya dia sudah berdosa. Jadi kalau kita mencari kehendak Tuhan, kita jangan memelihara dosa. Contoh lain adalah Daud. Waktu musuh datang, sebelum melawan, dia bertanya pada Tuhan. Sampai 3 kali dia bertanya, dan Tuhan selalu menjawab. Kita punya Alkitab sebagai kehendak Allah, kita perlu menggumuli, perlu mengkoreksi hati kita, atau perlu bertanya pada orang yang lebih rohani. ❹ Penuh dengan Roh Kudus (ay. 18), orang yang dikendalikan oleh Roh Kudus hidupnya makin tertib, berbicara dengan baik, semakin memuji Tuhan. Baptisan Roh Kudus terjadi waktu kita percaya jadi murid Yesus, terjadi sekali untuk selama-lamanya. Dipenuhi dengan Roh Kudus adalah hidup kita makin dipimpin dan dipenuhi oleh Roh Kudus sebagai akibat dari baptisan Roh Kudus. Tapi sering kali kepenuhan kita tidak konsisten. Waktu kita taat, kepenuhan kita sempurna, tapi kalau kita tidak taat, kepenuhan kita tidak sempurna. Kepenuhan Roh Kudus bisa terjadi berkali-kali, berulang-ulang. Kalau kita perhatikan tenses ayat 18 ini, tensesnya adalah present tense, sekarang bukan lampau. Artinya penuh dengan Roh Kudus bukan hanya sekali tapi terus menerus dikendalikan oleh Roh Kudus. Buah dari kepenuhan Roh Kudus: relasi dengan pasangan semakin baik, hubungan dengan Bapa baik, kita dipenuhi rasa syukur.

Markus 4:21 menyebutkan orang membawa pelita supaya diletakkan di atas kaki dian. Dimanakah kita meletakkan terang yang sudah Tuhan berikan? Mari kita pancarkan kasih Tuhan.