Ringkasan Khotbah

Saat ini kita hidup dalam zaman kelimpahan secara fisik. Dunia tempat kita hidup berisi banyak hal menarik yang menawarkan kepada kita untuk dinikmati. Namun semakin kita mengejar kesenangan- kesenangan duniawi, semakin kita tidak merasa puas bahkan selalu menginginkan yang lebih lagi. Perasaan kita tidak stabil, tidak ada damai sejahtera, dan tidak mengucap syukur kepada Tuhan. Lambat laun timbul rasa iri kepada orang lain yang standar kehidupannya lebih dari kita sehingga timbul perasaan amarah yang tidak terkendalikan, Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut akan mengakibatkan hal yang negatif. Pelampiasan amarah tidak saja kepada satu orang tetapi kepada semua arah bahkan kepada diri kita sendiri. Timbul masalah dalam keluarga, kelompok, suku bahkan juga negara.

Apakah hidup di dunia dengan kelimpahan, kita dapat menemukan kebahagiaan? Pengkhotbah 2:1-9 menggambarkan mengenai raja Salomo yang memiliki harta benda sepanjang masa. Salomo mendapat yang paling baik, hikmat dan pengetahuan dari Tuhan. Ia juga memiliki intan permata, kekayaan kebun anggur, banyak isteri dan gundik. Pada zaman itu tidak ada orang yang memiliki kekayaan seperti raja Salomo. Tetapi sumber-sumber kesenangan dunia yang direguknya tidak memberikan kepuasan. Rasa haus tidak terpuaskan. Semuanya sia-sia belaka (ayat 10, 11). Raja Salomo melihat semuanya itu seperti usaha menjaring angin yang tidak ada artinya. Ini cara berpikir seseorang yang memiliki segala-galanya di dunia.

Dalam Pengkhotbah 12:13,14 terdapat kesimpulan Raja Salomo yakni “Takut akan Tuhan”. Hal yang terpenting di dalam hidup ini adalah takut akan Tuhan sebagai dasar dari segala orientasi kehidupan. Pada Bulan April kita akan memulai hidup dengan lembaran baru (studi, pekerjaan). Untuk mengalami suatu perubahan kita harus memiliki sikap yang takut akan Tuhan dan menjalani kehidupan baru dengan berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan. 2 Korintus 9:8 mengatakan Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan, Tuhan sanggup melimpahkan sesuatu yang bertahan lama. Di Filipi 4:11-13 kita dapat mempelajari mengenai hubungan kita dengan Tuhan. Kalau kita beriman kepadaNya, Dia dapat menanggung segala perkara. Hal yang sia sia lambat laun akan pudar.

Rasul Paulus mengingatkan kita untuk takut akan Tuhan, tunduk kepada Tuhan, dan berjalan bersama Tuhan. Kita perlu berpikir untuk apa kita hidup di dunia ini. Marilah kita lepaskan hidup yang sia-sia dan berjalan bersama Tuhan. Hanya dengan hidup bagi Yesus Kristus, kita akan mendapatkan kepuasan yang sejati.