Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 15:7-8

Ringkasan Khotbah

Tema GIII tahun ini adalah “Setia dalam berbagai kebajikan”. Hari ini kita akan melihat bagaimana kita bisa mempertahankan diri untuk setia dalam berbagai kebajikan. Perikop hari ini mencatat perkataan Yesus setelah Yesus memberitahu kepada para murid bahwa Ia akan pergi meninggalkan mereka ketiga kalinya. Mendengar bahwa Yesus akan pergi para murid menjadi gelisah. Konteks perikop hari ini adalah perkataan yang diucapkan Yesus untuk menenangkan para murid-Nya. Pertama-tama Yesus mengatakan bahwa Ia pergi untuk mempersiapkan tempat bagi para murid di sorga. Kemudian Yesus mulai menjelaskan mengenai janji bahwa murid-murid akan terus disertai melalui kehadiran Roh Kudus dan juga melalui hidup mereka di dalam Tuhan.

  • Yesus menyatakan bahwa sebagai ganti diriNya, Penolong yaitu Roh Kudus akan diutus. Bahkan Yesus harus pergi agar Roh Kudus bisa diutus. Dan Roh Kudus akan menyertai para murid bukan hanya selama tiga setengah tahun saja tapi selama2nya (pasal 14). Salah satu pekerjaan Roh Kudus yang utama adalah menyaksikan mengenai Yesus (15:26). Setelah Yesus pergi, memang secara fisik Yesus tidak lagi kelihatan, tapi sebagai gantinya Roh Kudus akan diam di dalam diri para murid, memberikan kesaksian mengenai Yesus.
  • Yesus lalu berkata tinggallah di dalam Dia. Diam (meno) artinya tinggal, hidup bersama Yesus. Artinya setiap hari setiap saat, dalam kondisi apapun, kita beserta Yesus. Bagaimana kita tahu, yaitu melalui kesaksian Roh Kudus akan Yesus. Dalam pasal 14-16 dijelaskan pekerjaan-pekerjaan Roh Kudus sebagai Penolong pengganti Tuhan Yesus. Untuk bisa berbuat baik kita perlu hikmat. Memberi kursi di kereta, mengasihi pasangan kita, mengasuh dan mendidik anak, dari hal kecil sampai hal besar, niat baik saja tidak cukup, tapi butuh hikmat bagimana mengerjakannya sehingga benar-benar berguna bagi sasaran perbuatan baik kita. Kita butuh hikmat dengan pimpinan Roh Kudus.
  • – Yesus memerintahkan para murid agar Firman-Nya tinggal di dalam diri mereka (ay 7). Bagaimana kita bisa mengusahakan agar Firman Tuhan bisa ada di dalam diri kita? Ada banyak ayat dalam Alkitab yang menjadi petunjuk untuk itu. Dalam Ul 6:6 tertulis bahwa kita harus memperhatikan semua Firman Tuhan. Dalam bahasa Jepang kata “memperhatikan” diterjemahkan dengan istilah “melukiskan di dalam hati”. Belajar Firman itu seperti melukis Firman tersebut di dalam hati. Juga ayat yang terkenal yaitu Mzm 1:2-3 dikatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan yang merenungkannya siang dan malam. Melalui ini kita mengerti bahwa kita perlu belajar Firman Tuhan baik-baik secara konsisten. Dalam Filipi 2:15-16 dikatakan bahwa kita harus berpegang kepada Firman Tuhan agar bisa bercahaya di tengah2 generasi yang bengkok hatinya, di tengah dunia yang melawan Tuhan. Mazmur 119:105 menyatakan bahwa Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Firman adalah standar kita mengambil pilihan dalam jalan kehidupan kita, meski kita tidak mengerti apa yang akan terjadi di masa depan. Dalam Mazmur 119:49-50 tertulis bahwa Firman jugalah yang memberikan penghiburan dan kekuatan dalam kesusahan. Dan dalam 2 Timotius 3:16-17 dikatakan bahwa Firman itu berguna untuk mengajar dan menegur, dan memperlengkapi kita untuk berbuat baik.
  • Dalam Yohanes 15:7 tertulis satu janji yang diberikan oleh Tuhan Yesus, yaitu mintalah. Bagian ini sering disalahgunakan untuk menekankan bahwa semua permintaan kita pasti dikabulkan Tuhan. Tapi sebenarnya ada syarat yang tertulis sebelumnya yaitu “kita tinggal di dalam Yesus dan Firman Yesus tinggal di dalam kita”. Bila kita sudah hidup sehari-hari dekat dengan Firman pastilah hati dan kehendak kita makin lama makin sesuai dengan hati dan kehendak Tuhan. Teladan untuk kita yang paling nyata adalah dalam doa Yesus di taman Getsemani yang menjadikan kehendak Allah Bapa sebagai kehendak Yesus sendiri. Bila kita bisa memiliki hati seperti Yesus, apa yang kita minta pasti dekat dengan kehendak Tuhan. Dalam proses kita bertumbuh kadang doa kita seolah tidak dijawab Tuhan, tapi itulah kesempatan kita bergumul untuk makin mengenal dan mengerti kehendak Tuhan.

Masa depan kita mungkin gelap dan tidak pasti tapi ada pelita yang menerangi jalan kita. Ingatlah janji Tuhan bahwa Tuhan sangat mengasihi kita, sehingga segala sesuatu sudah direncanakan dan dikaruniakan kepada kita bersama-sama dengan karunia keselamatan melalui Anak-Nya (Roma 8:31-32).