Pengkhotbah

Perikop
Yohanes 10:10,11

Ringkasan Khotbah

Domba menggambarkan manusia dan gembala menggambarkan Tuhan Allah. ‘Aku’ di bagian ini yaitu Tuhan Yesus. Tuhan Yesus datang supaya domba-domba memiliki hidup dan memilikinya di dalam kelimpahan. Apakah artinya domba-domba memiliki hidup? Alkitab mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah orang berdosa, dan upah dosa ialah maut yaitu kematian secara fisik dan secara rohani. Manusia diciptakan supaya memiliki persekutuan dengan Tuhan, supaya bisa mendapatkan persekutuan kasih antara Allah dengan manusia, tetapi karena dosa maka hubungan kasih ini terputuskan (kematian secara rohani) sehingga kita tidak bisa menikmati kehidupan yang sesungguhnya. “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Roma 7:19)

Tuhan Yesus datang bagi kita yang dalam keadaan seperti ini dan berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,…” Tuhan datang untuk memberikan hidup bagi kita. Yesus adalah Anak Allah yang tidak berdosa tapi mau menanggung seluruh dosa kita dan mati di atas kayu salib, sehingga dosa dan kematian dapat dihancurkan dan hubungan kasih antara manusia dan Tuhan dapat dipulihkan. Alkitab berkata bahwa semua orang yang percaya akan kematian Kristus di atas kayu salib bagi diri orang tersebut akan dibenarkan oleh Allah. Artinya dosanya diampuni, mendapatkan hidup yang kekal dan dapat pergi ke surga. Kebenaran Allah, pengampunan dan hidup yang kekal akan diberikan kepada setiap orang yang percaya, tanpa pembedaan, baik orang berbangsa manapun, orang dewasa atau kecil, orang tua atau muda, dsb, tidak ada pengecualian. Begitupun yang sudah lama berbuat dosa, ataupun yang sudah lama melayani Tuhan, siapa saja yang sungguh-sungguh percaya akan diberikan karunia ini. Seperti halnya dalam kesaksian Pdt. Mori tentang ibunya yang percaya hanya beberapa jam sebelum meninggal dunia, tidak ada pembedaan dalam hal karunia yang diterima karena iman percaya kepada Tuhan Yesus.

Dan Tuhan Yesus datang memberikan hidup supaya kita memilikinya dalam kelimpahan. Kelimpahan ini bukan berbicara tentang kelimpahan harta benda melainkan kelimpahan hati. Kelimpahan karena kita terhubung dengan Tuhan Allah. Kelimpahan yang membuat hubungan antar sesama manusia juga berkelimpahan dan penuh sukacita. Tuhan adalah kasih, dan Tuhan menginginkan kita hidup saling mengasihi dan Tuhan juga yang memberikan kasih bagi kita, kasih yang memungkinkan adanya kelimpahan dalam hubungan kita dengan Tuhan dan dalam hubungan kita dengan sesama.

Karena itu marilah kita menerima hidup yang dari Tuhan dan memilikinya dalam kelimpahan, yaitu melalui hidup yang diampuni, hidup yang merdeka dari dosa, hidup yang memiliki buah-buah roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, dst. Kita dapat diampuni hanya karena salib Kristus dan hanya kalau kita percaya bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita. Melalui pengampunan ini maka kita boleh mendapatkan hidup yang sungguh-sungguh berkelimpahan yang sudah disediakan bagi kita.