Posted by Admin GIII Tokyo

Surat Roma pasal 8 sangat penting dari seluruh pasal Alkitab. Seorang hamba Tuhan berkata bahwa pasal 8 bagaikan sebuah permata dalam Alkitab. Secara keseluruhan, Kitab Roma pasal 1-3 berbicara mengenai dosa dan upah dosa, pasal 4-5 berbicara bagaimana manusia berdosa dibenarkan karena iman. Pasal 6 dan seterusnya merupakan tambahan bagi pasal 5. Kita adalah orang-orang berdosa yang sudah mendapatkan pengampunan. Roma 8:1 yang berkata “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” menjadi sebuah kesimpulan atau penekanan kembali dari pasal-pasal sebelumnya.

Pasal-pasal sebelumnya menyebutkan bahwa kita adalah orang berdosa, misalnya Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Tetapi Roh Kudus yang memberi hidup telah memerdekakan kita dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (ayat 2) sehingga bagi kita, orang percaya, tidak ada penghukuman. Dalam ayat 2, ada kata “hukum dosa”. Di sini kata “dosa” menggunakan kata tunggal, jadi bukan “dosa-dosa”. Hukum dosa dan hukum maut menyatakan sebuah prinsip, ibarat sebuah buku yang dilemparkan ke atas, maka akan jatuh kembali ke bumi.

Natur dosa adalah membawa maut. Kata “memerdekakan” di ayat 2 dalam bahas Yunani menggunakan sebuah keterangan waktu yang menyatakan bahwa perbuatan “memerdekakan” itu sekali saja sudah terjadi pada waktu yang lampau. Roh Kudus-lah yang bekerja dalam hati kita menyadarkan kita akan dosa sehingga kita yang tadinya mati secara rohani hidup kembali. Dosa-dosa kita sebagai orang percaya di masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang sudah diampuni oleh Allah. Dalam ayat 3, Anak Allah, Tuhan kita Yesus Kristus, datang menjadi daging untuk menebus dosa manusia. Kenapa Anak Allah harus menjadi manusia? ① Yesus datang untuk memenuhi seluruh kepenuhan hukum Taurat. Hukum Taurat menunjukkan seorang pribadi manusia  yang seutuhnya yang keseluruhan hidupnya sesuai kehendak Tuhan. ② Yesus datang untuk memikul dosa manusia. Yesus datang bukan hanya untuk mengajar, memimpin, tapi juga menanggung penghukuman yang seharusnya ditimpakan kepada manusia akibat dosa. ③ Yesus datang untuk memberi tabiat atau sifat Allah yang seharusnya ada dalam diri manusia. 2 Petrus 1:4 mengatakan “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Kodrat berarti orisinil, tabiat asli. Yesus datang untuk menunjukkan dan berbagi kodrat Allah dengan manusia. ④ Yesus datang karena manusia berdosa perlu imam besar (Ibrani 4:14-5:10). ⑤ Yesus datang untuk memenuhi tuntutan iblis yang berkuasa atas maut. Iblis adalah penuntut. Iblis menuntut bagaimana kasih dan keadilan Allah dapat dinyakan. Allah memenuhi tuntutan iblis tersebut dengan mengutus Yesus ke dunia. Ketika Yesus disalibkan, kasih dan keadilan Allah dinyatakan. Allah memenuhi tuntutan iblis yang tujuannya adalah menghancurkan iblis sendiri.

Orang Kristen ada salah, ada dosa, tapi sudah dibenarkan di dalam Allah. Orang yang sudah diselamatkan, gaya hidupnya berbeda, lain. Ayat 4 berkata “supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.” Tuntutan hukum Taurat bisa dipenuhi dalam kita, yang sudah ditebus oleh Tuhan. Kata “menurut Roh” berarti hidup orang percaya dipimpin dan dikuasai oleh Roh, bukan merasa dipaksa, tapi ikut dengan sukacita. Dalam ayat 5, hidup menurut Roh berarti memikirkan hal-hal yang berasal dari Roh. Manusia sebagai makhluk yang diberikan rasio memang berpikir dahulu baru melakukan. Memikirkan hal-hal yang dari daging bukan semata-mata hanya hawa nafsu, amarah, iri hati, dan lain-lain yang disebutkan dalam Galatia 5:19-21, tapi mencakup seluruh hal-hal yang tidak berasal dari Tuhan, tanpa pemikiran dari Tuhan.

Pemikiran tanpa Tuhan membuat manusia hanya memikirkan gelar, harta, pekerjaan, dan hal-hal lain yang menguntungkan diri. Apabila hal-hal yang berasal dari Roh yang kita pikirkan, pikiran kita berubah total. Biasa hanya memperhatikan diri sendiri, hanya keluarga saja, sekarang memperhatikan orang lain, bahkan memperhatikan seluruh keadaan dunia. Apabila hidup kita dipimpin oleh Roh, kita memiliki kerinduan beribadah, tekun membaca Firman Tuhan, mendengar khotbah, dan berdoa dengan penuh sukacita. Hidup yang dipimpin oleh Roh membuat kita hidup dalam damai sejahtera, tidak khawatir lagi akan hidup kita. Mengapa kita harus khawatir? Kita sudah dipilih oleh Allah sendiri sebelum dunia dijadikan. Tuhan Yesus pun mengatakan bahwa burung pipit Tuhan berikan makan dan bunga bakung diberikan keindahan. Kiranya hidup kita selalu dipimpin oleh Roh dan hidup sesuai dengan kehendak Allah.