Pengkhotbah

Perikop
Efesus 4:11-16

Ringkasan Khotbah

Tema gereja kita tahun ini adalah “Hidup dalam kepenuhan Kristus”. Nilai keKristenan itu menjadi penuh jika hidup bersama Kristus, memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan, diarahkan, dikendalikan oleh Tuhan.

Gereja Efesus adalah gereja di perjanjian baru yang disebut dengan gereja yang dewasa. Surat Paulus ke gereja ini benar-benar adalah surat penggembalaan karena mereka dewasa di dalam Tuhan. Karena itulah Paulus menyinggung mengenai kepenuhan di dalam Kristus. Kepenuhan hidup dalam Kristus adalah karya Allah. Tuhanlah yang memberikan para rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar (ayat 11-12). Ini adalah rancangan Allah untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus. Allah merencanakan keselamatan kita. Dia mendirikan gereja. Setelah itu Dia melengkapkan elemen-elemen untuk membangun rohani umatNya. Allah bekerja tidak setengah-setengah. Mengapa sampai sedetail ini Tuhan bekerja? Di ayat 14 disebutkan ada ancaman yang serius: di sana ada orang-orang yang sengaja memberikan pengajaran palsu manusia.

Manusia bisa mencapai kepenuhan dalam Kritus bila dia sendiri telah menerima dan menghidupi karya Allah dalam hidupnya. Inilah arti orang sempurna. Pertanyaannya, apakah ada manusia yang sempurna? Jika kita pikir, dalam Alkitab sendiri, Adam, Abraham, Daud apakah mereka sempurna? Sebenarnya hanya ada satu tokoh dalam Alkitab yang sempurna, yaitu Tuhan Yesus. Jadi mengapa Tuhan berbicara tentang kesempurnaan sementara di Alkitab sendiri tidak ada yang sempurna selain Tuhan Yesus? Orang sempurna bukanlah tanpa cacat atau kekurangan. Meskipun ada kekurangan, tapi di dalamnya Allah menunjukkan kesempurnaan kasihNya.

Ada beberapa definisi kata sempurna:

1. Lahir baru (Ef 4:23-24). Pertobatan adalah suatu perubahan yang radikal, mengalami pertobatan atau perubahan untuk meninggalkan kehidupan yang lama. Lahir baru itu bukan karangan manusia tapi adalah konsep dari  Yesus sendiri. Berbicara tentang sorga perlu berhubungan dengan lahir baru. Kenapa wajib lahir baru:

a.  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, yaitu sejak kejatuhan Adam. Mungkin saat ini banyak orang mengatakan Kristen tapi belum lahir baru.

b.  Karena kita tidak bisa masuk sorga kalau belum bertobat walaupun kita orang Kristen. Di Mat 7  disebutkan ada orang yang melakukan mukjizat, menyembuhkan orang sakit demi nama Yesus, tapi Yesus berkata sesungguhnya Dia tidak mengenal mereka. Lahir baru dulu baru bicara dan menuju sorga. Tanpa lahir baru itu mustahil. Bagi Yesus, prinsip sorga adalah lahir baru. Langkah yang harus diambil adalah percaya dan menerima Yesus secara pribadi.(Ef 3:17).

Setelah kita lahir baru, Yesus berdiam dalam hati kita. Artinya iman itu membuahkan persekutuan dengan Kristus. Yang kedua, iman itu membuahkan tindakan. Jadi untuk kita bisa melayani, menyembah dsb, yang mendasari itu adalah iman. Bukan pikiran, perilaku atau pelayanan yang mendahului, tapi iman. Iman adalah perjumpaan seorang secara pribadi dengan penyelamatNya. Ciri-ciri orang lahir baru: rendah hati, lemah lembut, sabar, saling membantu, menaati Allah. Jadi kalau kita bicara ttg kekristenan, buah2 inilah yang akan nyata dalam hidup kita.  Seseorang yang sudah lahir baru dia tidak lagi melayani keinginan daging.

2. Dikuasai oleh kebenaran (ayat 13).  Prinsip keKristenan adalah kerohanian yang bersifat maju, bukan mundur atau stagnan.  Kedewasaan rohani dalam mengiring Tuhan dapat dialami orang percaya melalui pergaulan dengan Firman dan persekutuan dengan umat Tuhan.

3. Berpegang teguh pada kebenaran dan kasih (ayat 15). Orang Kristen itu jujur,tak ada kepalsuan, tidak kompromi,tidak mempertahankan kesalahan. Kebenaran dan kasih adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Jika bicara kebenaran tanpa kasih orang akan takut. Sebaliknya kalau bicara kasih tanpa kebenaran akan ada kompromi terus. Dalam hidup keKristenan kita kita jangan sampai mengkompromikan kebenaran.

Kita dipanggil untuk menjadi dewasa dalam rohani(Mat 5:48). Marilah di tahun 2015 ini kita semakin dipenuhi dalam kepenuhan Kristus.