Posted by Yanes Dewangga

Para penerima surat Paulus di Kolose adalah orang-orang yang sudah di dalam Kristus. Paulus menasehatkan mereka untuk tetap hidup di dalam Kristus. Bagian ini lebih tepat diterjemahkan sebagai “berjalan bersama dengan Kristus”. Hendaklah kita pun setia dalam berjalan mengiring Tuhan. Caranya sebagai seorang yang percaya untuk hidup tetap setia berjalan dengan Kristus dijelaskan di ayat 7.

  1. Berakar dalam Kristus
    Paulus menggunakan istilah agrikultur “berakar”. Akar adalah bagian tumbuhan yang tertanam dalam tanah sebagai penguat dan penghisap zat makanan. Tanpa akar tumbuhan tidak akan tumbuh. Akar harus benar-benar tertanam dalam tanah, dan harus “setia” tertanam dalam tanah / tidak dipindah-pindahkan. Tanaman yang terus dipindah-pindahkan tanahnya akan kurang pertumbuhannya dibanding dengan yang tetap tertanam dalam tanah yang sama. Demikian kita juga harus tertanam dalam gereja lokal. Kalau tidak tertanam mungkin masih bisa bertumbuh tapi tidak sebaik yang tertanam dalam satu gereja. Paulus menggunakan istilah “berakar” ini dalam konteks di Timur Tengah. Kita dapat melihat cara menanam pohon kurma yang unik. Biji kurma ditanam di tanah dengan meletakkan batu di atasnya. Tanpa batu, memang pertumbuhannya bisa lebih cepat. Tapi yang ada batu di atasnya meski awal pertumbuhannya terlihat lebih lambat, biji itu akan bertumbuh dengan memanjangkan akar-akarnya lebih dalam ke tanah untuk menemukan sumber air di bawah tanah. Hasilnya adalah pohon kurma yang lebih kuat daripada tanpa batu pada awalnya sehingga meskipun ada angin kencang menerpa akan lebih tahan. Dan meskipun tanah di permukaan sekitarnya kering dia akan tetap memperoleh gizi dari sumber air di bawah tanah sehingga tetap bisa menghasilkan buah yang baik. Jemaat Kolose secara situasi lingkungan sulit untuk bertumbuh, tapi bila mereka berakar teguh di dalam Kristus maka mereka akan bisa bertumbuh dengan baik. Sama dengan kita yang hidup di tengah-tengah masyarakat Jepang ini, yang sering kali menyulitkan kita untuk bertumbuh, asalkan kita berakar kita akan bisa bertumbuh dan berbuah.
  2. Dibangun di atas Dia
    Sekarang Paulus memakai istilah arsitektur “dibangun”. Kalau dasarnya sudah kuat maka harus dibangun. Semakin tinggi suatu gedung akan dibangun, semakin kuat dasarnya harus dibuat. Sebaliknya kalau sudah berakar dengan kuat maka harus dibangun supaya bertumbuh. Waktu kita baru mulai bertumbuh kita perlu makanan yang masih lunak, tapi semakin kita bertumbuh kita perlu makanan yang keras. Demikian pula saat kita bertumbuh secara rohani lewat belajar firman Tuhan, dari yang “lunak” lalu beralih ke yang “keras”. Bagaimana sikap kita, apakah kita senantiasa haus dan lapar akan firman Tuhan?
  3. Bertambah teguh di dalam iman
    Teguh berarti kokoh, ikatannya kuat dan erat. Teguh dalam perbuatan, perkataan, tetap tidak berubah.
    Setelah berakar, lalu bertumbuh dewasa dalam iman, harus tetap teguh dalam iman. Keteguhan ini terbukti dalam menjalani pergumulan, kesusahan, pencobaan, dan ujian. Sama seperti pohon kurma yang berakar dalam, pada waktu terkena badai dia tetap teguh. Pada waktu itu pun terlihat kedewasaan iman kita sebagai orang percaya. Sepanjang hidup pasti ada pergumulan tapi bagaimana kita teguh dalam iman pada waktu ada pergumulan akan menunjukkan kualitas iman kita.
  4. Hatimu melimpah dengan syukur
    Bersyukur merupakan buah dari akar yang kuat, pertumbuhan yang baik dan keteguhan dalam iman. Syukur dalam bahasa aslinya Eukharistia. Kita harus bersyukur karena itulah tanda kedewasaan iman yang tidak digoyahkan oleh penderitaan dan pergumulan (1 Tesalonika 5:18). Pada waktu bangsa Israel bersungut-sungut di padang gurun, Allah murka. Bersungut-sungut mendatangkan murka Tuhan, tetapi bersyukur mendatangkan berkat Tuhan. Walaupun di dalam situasi tidak bisa bersyukur mari kita mengucap syukur akan situasi itu, karena kita bisa belajar melalui pergumulan itu.

Marilah kita ingat 4 hal ini agar bisa berjalan terus bersama dengan Kristus, yaitu ROBETH: ROoted (berakar), Built up (dibangun/bertumbuh), Established (bertambah teguh) dan THanksgiving (bersyukur). (JW/01/12)